Pengembangan Agroindustri Bahan Pangan untuk Peningkatan Nilai Tambah melalui Transformasi Kelembagaan di Pedesaan

Abstract
Description
Tepung merupakan salah satu bentuk hasil olahan primer yang dibutuhkan oleh industri berbagai jenis makanan. Tepung kasava berpeluang memiliki daya saing tinggi sebagai bahan substitusi tepung terigu. Pengembangan teknologi pengolahan tepung merupakan penunjang pengembangan agroindustri bahan pangan di pedesaan, yang memerlukan teknologi inovatif pascapanen. Berbagai aspek dan simpul kritis kelembagaan perlu diperhatikan dalam proses transformasi kelembagaan tradisional, dalam rangka mendukung pengembangan agroindustri bahan pangan di pedesaan dan meningkatkan nilai tambah produk pertanian. Pengembangan agroindustri perlu terkait dengan keberhasilan produksi pertanian, keragaman dan tingkat permintaan pasar, disertai oleh kelengkapan regulasi dan peraturan yang berpihak pada petani produsen bahan baku. Dengan perbaikan dan pengembangan teknologi pengolahan, kualitas tepung yang komparatif dan berdaya saing tinggi dapat dicapai. Di samping perbandingan harga yang relatif lebih rendah, berbagai aspek terkait dengan kualitas tepung kasava sebagai substitusi tepung terigu perlu distandardisasi. Pengembangan kelembagaan ketenagakerjaan dalam bentuk pembinaan dan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan SDM dalam pembuatan produk olahan sangat dibutuhkan dalam mendukung pengembangan agroindustri di pedesaan.
Keywords
Citation