TEKNIK INOKULASI Ralstonia solanacearum UNTUK PENGUJIAN KETAHANAN NILAM TERHADAP PENYAKIT LAYU

Show simple item record

dc.contributor Balittro en-US
dc.creator Hartati, Sri Yuni; Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
dc.creator Karyani, Nuri; Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
dc.date 2016-11-04
dc.date.accessioned 2018-06-04T07:17:52Z
dc.date.available 2018-06-04T07:17:52Z
dc.date.issued 2014
dc.identifier http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro/article/view/3295
dc.identifier 10.21082/bullittro.v25n2.2014.127-135
dc.identifier.uri http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/3665
dc.description Salah satu kendala dalam melakukan uji ketahanan tanaman nilam terhadap penyakit layu dan uji patogenisitas isolat Ralstonia solanacearum adalah inokulasi R. solanacearum secara buatan pada tanaman nilam yang dilakukan di rumah kaca, seringkali tidak menunjukkan gejala layu yang khas seperti yang terjadi di lapangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan suatu metode inokulasi R. solanacearum yang tepat untuk pengujian ketahanan tanaman nilam terhadap penyakit layu dan uji patogenisitas isolat R. solanacearum. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, tahun 2010. Tiga varietas nilam (Sidikalang, Lokhseumawe, dan Tapaktuan), tiga isolat R. solanacearum (T1083, T1085, dan T1086), dan empat konsentrasi inokulum (106, 107, 108, dan 109 cfu ml-1), telah diuji pengaruhnya terhadap efektivitas dari tiga metode inokulasi R. solanacearum (penyiraman, penyiraman dengan pelukaan akar, dan pelukaan batang dengan tusuk jarum). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode inokulasi penyiraman dengan pelukaan akar paling tepat untuk digunakan dalam pengujian ketahanan nilam terhadap penyakit layu dan uji patogenisitas isolat R. solanacearum. Metode tersebut bersifat semi alami, efektif dalam menimbulkan gejala layu pada nilam, dan stabil, tidak dipengaruhi oleh konsentrasi inokulum R. solanacearum yang digunakan. Varietas Sidikalang paling tahan dibanding Lokhseumawe dan Tapaktuan serta dapat membedakan tingkat patogenisitas isolat R. solanacearum yang diuji. Oleh karena itu, dapat digunakan untuk uji patogenisitas isolat R. solanacearum. Isolat (T1083) lebih patogenik dibanding (T1085) dan (T1086), sehingga dapat digunakan untuk pengujian ketahanan nilam terhadap penyakit layu. en-US
dc.format application/pdf
dc.language eng
dc.publisher Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan en-US
dc.relation http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro/article/view/3295/3487
dc.rights Copyright (c) 2016 Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat en-US
dc.rights http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 en-US
dc.source 2527-4414
dc.source 0215-0824
dc.source Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat; Vol 25, No 2 (2014): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat; 127-136 en-US
dc.source Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat; Vol 25, No 2 (2014): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat; 127-136 id-ID
dc.subject en-US
dc.title TEKNIK INOKULASI Ralstonia solanacearum UNTUK PENGUJIAN KETAHANAN NILAM TERHADAP PENYAKIT LAYU en-US
dc.type info:eu-repo/semantics/article
dc.type info:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.type Peer-reviewed Article en-US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repositori


Browse

My Account