STUDI AWAL : EFEKTIVITAS EKSTRAK AIR BIJI PICUNG (Pangium edule) TERHADAP MENCIT DAN ANJING SEBAGAI PENGGANTI RACUN STRYCHNINE DALAM UPAYA ELIMINASI ANJING LIAR

Show simple item record

dc.contributor BALAI PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT en-US
dc.creator Yuningsih, Yuningsih
dc.creator Damayanti, R.
dc.date 2016-09-27
dc.date.accessioned 2018-06-04T07:17:51Z
dc.date.available 2018-06-04T07:17:51Z
dc.date.issued 2008
dc.identifier http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro/article/view/1911
dc.identifier 10.21082/bullittro.v19n1.2008.%p
dc.identifier.uri http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/3654
dc.description Penyakit rabies (penyakit anjing gila) sudah lama dikenal dan sangat ditakuti oleh masyarakat karena dapat menyebabkan kema-tian. Pemberantasannya melalui eliminasi an-jing liar, menggunakan strychnine sintetik yang harus diimpor dan cukup mahal harganya. Eks-trak air biji picung (Pangium edule) mudah diperoleh dan murah, mengandung sianida sa-ngat tinggi sehingga berpotensi sebagai peng-ganti strychnine. Penelitian dilakukan di Balai Penelitian Veteriner, Bogor sejak September 2004 sampai Maret 2005. Penelitian dilakukan 3 tahap, yakni : 1) mencari contoh buah picung ke daerah Cianjur (Bojongpicung), Sukabumi (Pelabuhanratu) dan Garut (Pameungpeuk), 2) analisis sianida dalam biji picung dengan cara spektrofotometri, 3) percobaan pemberian eks-trak air biji picung (EABP) dengan konsentrasi 100% (b/v) secara oral pada a) mencit dalam 5 macam dosis (penetapan LD50): 0,05; 0,1; 0,2; 0,4 dan 0,8 ml EABP untuk 10 ekor/dosis b) anjing dalam 3 macam dosis: 0,5; 1,0 dan 2,0 ml EABP, masing-masing dalam campuran makanan baso untuk 1 ekor/dosis. Pemberian dosis tunggal : 2,5; 5,0 dan 10,0 ml EABP un-tuk 1 ekor/dosis. Kemudian dilakukan nekrop-si, gambaran pasca mati dan histopatologi apa-bila hewan mati. Hasil percobaan menunjukkan bahwa LD50 pada mencit: 21,88 mg/kg sianida dalam EABP (0,23 ml EABP). Kemudian dosis letal pada anjing: 5,0 ml dengan berat badan 3,5 kg (mati dalam 1,5 jam), sedangkan dosis 10,0 ml tidak menyebabkan kematian karena dimuntahkan. Gambaran pasca mati pada men-cit dan anjing konsisten yaitu umumnya pem-bendungan dan perdarahan, sebagian besar pa-da organ viseral yang sesuai dengan gambaran histopatologinya, tetapi paling parah pada paru-paru,  lambung  dan usus yang dapat dihubung-kan dengan tingkat keparahan dalam kema-tiannya, maka pemberian EABP dapat dipakai sebagai pengganti strychnine dalam eliminasi anjing liar.  en-US
dc.format application/pdf
dc.language eng
dc.publisher Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan en-US
dc.relation http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro/article/view/1911/5480
dc.source 2527-4414
dc.source 0215-0824
dc.source Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat; Vol 19, No 1 (2008): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT; 86-94 en-US
dc.source Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat; Vol 19, No 1 (2008): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT; 86-94 id-ID
dc.subject en-US
dc.title STUDI AWAL : EFEKTIVITAS EKSTRAK AIR BIJI PICUNG (Pangium edule) TERHADAP MENCIT DAN ANJING SEBAGAI PENGGANTI RACUN STRYCHNINE DALAM UPAYA ELIMINASI ANJING LIAR en-US
dc.type info:eu-repo/semantics/article
dc.type info:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.type Peer-reviewed Article en-US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repositori


Browse

My Account