Show simple item record

dc.contributorid-ID
dc.creatorSiregar, Hermanto; Lecturer at Department of Economics and Academic Director of Masters in Agribusiness Management Program, Bogor Agricultural University (IPB) Gedung MMA-IPB, Jl. Raya Pajajaran, Bogor
dc.date2016-09-23
dc.date.accessioned2018-05-02T01:23:44Z
dc.date.available2018-05-02T01:23:44Z
dc.date.issued2016-09-23
dc.identifierhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jae/article/view/4721
dc.identifier10.21082/jae.v24n1.2006.1-20
dc.identifier.urihttp://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/363
dc.descriptionIndonesianKonservasi tanah memiliki peranan penting dalam menentukan keberlanjutan sektor pertanian. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani untuk mengkonservasi atau tidak mengkonservasi lahan pertaniannya. Penelitian ini menggunakan data primer sampel petani sawah di sekitar kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL). Dari sampel tersebut, hanya 13,5 persen saja yang melakukan konservasi lahan. Di antara hasil penelitian ini, ditemukan bahwa ternyata konservasi lahan merupakan variabel endogenus, yang berarti keputusan petani untuk mengkonservasi (atau tidak mengkonservasi) lahan tergantung pada beberapa faktor. Faktor yang berpengaruh nyata di antaranya ialah jumlah output yang dihasilkan, persepsi kualitas lahan, jumlah anggota rumah tangga petani, dan usia petani. Dengan menggunakan pendekatan instrumental variable, ditemukan bahwa keputusan untuk mengkonservasi (atau tidak mengkonservasi) lahan berpengaruh nyata terhadap jumlah output yang dihasilkan. Output tersebut juga dipengaruhi oleh luas areal dan—dengan taraf signifikansi yang lebih lemah—oleh jumlah kredit. Agar usahatani berkelanjutan, pemerintah disarankan untuk menentukan batas-batas TNLL secara jelas, mengeluarkan sertifikat tanah, dan memperbaiki akses petani kepada kredit mikro. EnglishSoil conservation plays critical role on agricultural sustainability. The aims of this study are to analyze factors affecting farmers’ decision to conserve or not to conserve their farming land and to evaluate simultaneously effects of such decision on their output. The study uses data gathered from samples of wetland rice farmers in the surrounding area of the Lore Lindu National Park (LLNP). There are only 13.5 percent of the farmers undertaking soil conservation. Soil conservation is found to be an endogenous variable, implying that farmers’ decision to conserve (or not to conserve) depends on a number of factors. Among these factors, the significant ones are quantity of output produced, the perceived quality of farm land, farmer’s family size, and age of the farmer. Using the instrumental variable approach, it is found that the decision of whether or not to carry out soil conservation affects the output significantly. This output is also affected by acreage and, to a lesser significance level, by the amount of credit. The government is recommended to establish clear boundaries of the LLNP, issue proper land rights, and improve accesses to micro-credit in order to promote sustainable agricultural practices.id-ID
dc.formatapplication/pdf
dc.languageind
dc.publisherPusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanianen-US
dc.relationhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jae/article/view/4721/3987
dc.rightsCopyright (c) 2016 Jurnal Agro Ekonomien-US
dc.rightshttp://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0en-US
dc.source2541-1527
dc.source0216-9053
dc.sourceJurnal Agro Ekonomi; Vol 24, No 1 (2006): Jurnal Agro Ekonomi; 1-20en-US
dc.sourceJurnal Agro Ekonomi; Vol 24, No 1 (2006): Jurnal Agro Ekonomi; 1-20id-ID
dc.titleSocial-Economic Reasons to Soil Conservation An Econometric Analysis on Cross-Sectional Lore Lindu Dataid-ID
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/article
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.typePeer-reviewed Articleen-US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record