PENGARUH INTERVAL APLIKASI DAN WAKTU PENYEMPROTAN PESTISIDA NABATI SERAIWANGI TERHADAP HAMA Helopeltis antonii PADA TANAMAN KAKAO

Show simple item record

dc.contributor Balittro id-ID
dc.creator Nurmansyah, Nurmansyah; Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
dc.date 2016-09-27
dc.date.accessioned 2018-06-04T07:17:35Z
dc.date.available 2018-06-04T07:17:35Z
dc.date.issued 2014
dc.identifier http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro/article/view/3287
dc.identifier 10.21082/bullittro.v25n1.2014.53-60
dc.identifier.uri http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/3569
dc.description Pengaruh interval aplikasi dan waktu penyemprotan pestisida nabati seraiwangi (Cymbopogon nardus) terhadap  hama pengisap buah Helopeltis antonii pada tanaman kakao, telah dilakukan di kebun PT. Inang Sari Kabupaten Agam Sumatera Barat. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok dengan delapan perlakuan dan empat ulangan, perlakuan tersebut adalah: In1Pg (interval aplikasi 1 x 1 minggu pagi hari), In1Sr (interval aplikasi 1 x 1 minggu sore hari), In2Pg (interval aplikasi 1 x 2 minggu pagi hari), In2Sr (interval aplikasi 1 x 2 minggu sore hari), In3Pg. (interval aplikasi 1 x 3 minggu pagi hari), In3Sr (.interval aplikasi 1 x 3 minggu sore hari), insektisida deltametrin 1 x 3 minggu dan kontrol tanpa pestisida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan In1Pg dan In1Sr, memperlihatkan penurunan populasi nimfa H. antonii tertinggi dan berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Nilai efikasinya adalah 95,57% (In1Pg), 96,46% (In1Sr), 85,84% (In2Pg), 86,73% (In2Sr), 69,03% (In3Pg) dan 71,68 (In3Sr), sedangkan dengan insektisida deltametrin, penurunan populasi 100% pada pengamatan enam minggu setelah aplikasi (MSA6). Perlakuan In1Pg dan In1Sr juga menunjukkan penurunan populasi imago H. antonii tertinggi 100%, kemudian diikuti perlakuan In2Sr 93,44%, In2Pg 91,80%, In3Sr 72,13% dan terendah pada perlakuan In3Pg (68,85%) pada delapan minggu setelah aplikasi (MSA8), sedangkan pada perlakuan deltametrin, penurunan populasi imago sudah 100% pada MSA6. Kerusakan buah terendah terdapat pada perlakuan deltametrin dan kerusakan buah tertinggi terdapat pada kontrol, intensitas kerusakan buah masing-masing pada ahkir pengamatan sebagai berikut; deltametrin (15,32%), In1Pg (18,36%), In1Sr (17,98%), In2Pg (21,43%), In2Sr (23,19%), In3Pg (28,92%), In3Sr (29,61%) dan kontrol (39,34%). id-ID
dc.format application/pdf
dc.language eng
dc.publisher Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan en-US
dc.relation http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro/article/view/3287/2804
dc.rights Copyright (c) 2016 Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat en-US
dc.rights http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 en-US
dc.source 2527-4414
dc.source 0215-0824
dc.source Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat; Vol 25, No 1 (2014): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat; 53-60 en-US
dc.source Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat; Vol 25, No 1 (2014): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat; 53-60 id-ID
dc.subject id-ID
dc.title PENGARUH INTERVAL APLIKASI DAN WAKTU PENYEMPROTAN PESTISIDA NABATI SERAIWANGI TERHADAP HAMA Helopeltis antonii PADA TANAMAN KAKAO en-US
dc.title PENGARUH INTERVAL APLIKASI DAN WAKTU PENYEMPROTAN PESTISIDA NABATI SERAIWANGI TERHADAP HAMA Helopeltis antonii PADA TANAMAN KAKAO id-ID
dc.type info:eu-repo/semantics/article
dc.type info:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.type Peer-reviewed Article en-US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repositori


Browse

My Account