Show simple item record

dc.contributor en-US
dc.contributor id-ID
dc.creator Surmaini, Elza
dc.creator Hadi, Tri Wahyu; Program Studi Sains Kebumian, Institut Teknologi Bandung
dc.creator Subagyono, Kasdi; Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
dc.creator Puspito, Nanang Tyasbudi; Program Studi Sains Kebumian, Institut Teknologi Bandung
dc.date 2014-12-02
dc.identifier http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jti/article/view/6233
dc.identifier 10.21082/jti.v38n2.2014.79-87
dc.description en-US
dc.description Abstrak. Defisit curah hujan dalam periode tertentu merupakan faktor dominan yang menentukan kekeringan agronomis. Oleh karena itu, nilai ambang curah hujan sebelum waktu tanam yang berpotensi menyebabkan kekeringan perlu diketahui untuk deteksi dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonfirmasi bahwa penurunan curah hujan menyebabkan kekeringan agronomis pada tanaman padi sawah dan menentukan nilai ambang curah hujan yang berpotensi menyebabkan pada musim kemarau. Nilai ambang curah hujan dianalisis secara statistik menggunakan persamaan regresi polinomial antara Indeks Dampak Kekeringan Padi (IDKP) dengan curah hujan dan debit sungai. Model GR4J digunakan untuk menentukan korelasi antara curah hujan dan debit serta mensimulasi debit sungai pada tahun-tahun El Niño. Hasil analisis menunjukkan bahwa curah hujan cukup akurat digunakan sebagai indikator untuk deteksi dini kekeringan agronomis tanaman padi pada sawah tadah hujan dan sawah irigasi. Nilai ambang curah hujan pada sawah tadah hujan adalah 60-70 mm, sedangkan untuk sawah irigasi adalah 20 mm. Abstract. Prolonged deficit of rainfall is a dominant factor affecting drought severity. Therefore, rainfall threshold prior to planting time that potentially lead to agronomic drought need to be identified for early detection purpose. This research aimed to confirm the adequacy of rainfall for measuring drought on paddy rice, and to assess rainfall thresholds as indicator of drought on paddy rice during dry season planting. Rainfall thresholds were statistically analyzed using a polynomial regression between Paddy Drought Impact Index (PDII) and rainfall and river discharge. GR4J model was used to assess correlation between rainfall and river discharge and to simulate river discharge in El Niño years. We deduce that rainfall is an appropriate indicator for early detection agronomic drought for both rainfed and irrigated paddy rice. We also emphasize that the drought events should be predicted by rainfall thresholds whose values are 20 mm for irrigated paddy field and between 60 mm to 70 mm in rainfed paddy field. id-ID
dc.format application/pdf
dc.language ind
dc.publisher Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian en-US
dc.relation http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jti/article/view/6233/5388
dc.rights Copyright (c) 2017 Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) en-US
dc.source Jurnal Tanah dan Iklim; Vol 38, No 2 (2014); 79-87 en-US
dc.source Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal); Vol 38, No 2 (2014); 79-87 id-ID
dc.source 2722-7723
dc.source 1410-7244
dc.subject en-US
dc.subject en-US
dc.subject en-US
dc.subject Agrculture; Agroclimate; Soil science; id-ID
dc.subject Kekeringan agronomis; Deteksi dini; Padi sawah; Nilai ambang curah hujan; Debit sungai; id-ID
dc.subject id-ID
dc.title en-US
dc.title Penentuan Nilai Ambang Curah Hujan untuk Deteksi Dini Kekeringan pada Tanaman Padi Sawah: Studi Kasus Provinsi Jawa Barat dan Sulawesi Selatan id-ID
dc.type info:eu-repo/semantics/article
dc.type info:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.type en-US
dc.type en-US
dc.type Experimental id-ID
dc.coverage en-US
dc.coverage en-US
dc.coverage en-US
dc.coverage Agroclimate; Jawa Barat; Sulawesi Selatan; id-ID
dc.coverage id-ID
dc.coverage id-ID


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repositori


Browse

My Account