Show simple item record

dc.contributoren-US
dc.creatorHutapea, Yanter; Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatra Selatan Jl. Kol. H. Barlia Km. 6 PO Box 1265, Palembang 30153
dc.creatorBamualim, Abdullah; Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatra Selatan Jl. Kol. H. Barlia Km. 6 PO Box 1265, Palembang 30153
dc.date2014-08-11
dc.date.accessioned2018-05-25T02:13:33Z
dc.date.available2018-05-25T02:13:33Z
dc.date.issued2014-08-11
dc.identifierhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jpengkajian/article/view/1495
dc.identifier10.21082/jpptp.v7n1.2004.p%p
dc.identifier.urihttp://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/1860
dc.descriptionThe study aimed to determine break even points and minimum scales of economy of rice farming in severalrice producing centers in South Sumatra. Survey was conducted from August to October 2002 through interviewingfarmers’ households in Sido Makmur village, Belitang Subdistrict, Ogan Komering Ulu (OKU) District; Sirah PulauPadang Village, Sirah Pulau Padang Subdistrict, Ogan Komering Ilir (OKI) District; and Telang Jaya Village,Pembantu Muara Telang Subdistrict, Musi Banyuasin (MUBA) District. Respondents sampling was carried out usinga stratified random method on rice barn and non rice barn groups. Each group of each village consisted of 20 farmers.Thus, total respondents were 120 farmers. Results of the study revealed that break even points were 635 kg, 804 kg,and 724 kg of rice production in OKU, OKI, and MUBA Districts, respectively. Minimum scales of economy of ricefarming in OKU, OKI, and MUBA districts were 0.25 ha, 0.37 ha, and 0.33 ha, respectively. The farmers did notinterest with existence of food barns by delaying rice sale due to insignificant price difference between storage andsale.Key words: rice farming, minimum scale of economy, rice barn Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan impas dan skala minimum usahatani padi di beberapalokasi yang ada lumbung pangan di Sumatra Selatan. Survei dilakukan pada Bulan Agustus-Oktober 2002 denganmewawancarai rumah tangga petani di Desa Sido Makmur, Kecamatan Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu(OKU); Desa Sirah Pulau Padang, Kecamatan Sirah Pulau Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dan DesaTelang Jaya, Kecamatan Pembantu Muara Telang, Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA). Pengambilan sampeldilakukan secara acak berlapis yaitu pada kelompok lumbung pangan dan bukan lumbung pangan masing-masingsebanyak 20 petani sehingga secara keseluruhan dibutuhkan sampel sebanyak 120 petani. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa Secara agregat titik impas tercapai pada produksi beras sebesar 635 kg di Kabupaten OKU, dan804 kg di Kabupaten OKI serta 724 kg di Kabupaten MUBA. Skala minimum usahatani padi di Kabupaten OKUseluas 0,25 ha, di Kabupaten OKI seluas 0,37 dan di Kabupaten MUBA seluas 0,33 ha. Pada keberadaan lumbungpangan, harga belum merupakan suatu hal yang menarik bagi petani untuk melakukan kegiatan tunda jual karena tidakada perbedaan harga yang menyolok pada saat menyimpan dengan saat menjual.Kata kunci : usahatani padi, skala minimum, lumbung panganen-US
dc.formatapplication/pdf
dc.formatapplication/pdf
dc.languageeng
dc.publisherBalai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanianen-US
dc.relationhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jpengkajian/article/view/1495/1273
dc.relationhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jpengkajian/article/view/1495/1274
dc.source2528-0791
dc.source1410-959X
dc.sourceJurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian; Vol 7, No 1 (2004): Januari 2004en-US
dc.titleSKALA USAHATANI PADI DI BEBERAPA LOKASI LUMBUNG PANGAN DI SUMATRA SELATANen-US
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/article
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.typePeer-reviewed Articleen-US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record