Show simple item record

dc.contributoren-US
dc.contributorid-ID
dc.creatorHermawan, Hari
dc.creatorAndrianyta, Harmi
dc.date2013-03-09
dc.date.accessioned2018-05-25T02:13:30Z
dc.date.available2018-05-25T02:13:30Z
dc.date.issued2013-03-09
dc.identifierhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jpengkajian/article/view/4773
dc.identifier10.21082/jpptp.v16n2.2013.p%p
dc.identifier.urihttp://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/1840
dc.descriptionABSTRACTRole of Capital Increase Against Rice Farming Income in Blitar and Ngawi Regency, East Java. The assessment aims to analyze the role of additional capital to income derived from rice farming PUAP done in Blitar and Ngawi in 2010. Assessment involves 12 Gapoktan deliberately chosen based ranking of member Gapoktan and farmers as the unit of analysis. Primary data were collected by interviews with 32 respondents representing Gapoktan equipped with focus group discussions on each of the key figures who are competent. Primary data collected consisted of the use of capital farmers, farm land size, the amount of financial aid received, productivity and farm income. Results of data analysis using quantitative and qualitative descriptive approach shows the following matters namely farmers utilize additional capital for the purchase of PUAP components of fertilizers and pesticides that are considered important to increase farm productivity. Where the revenue increase is a reflection of increased farm productivity that occurs as the optimal use of technology. But the success of the use of BLM PUAP boost farmers' income, irrespective of the good control by Gapoktan. Key words: Rice, additional fund, rural business development agribusiness, farm income ABSTRAK Pengkajian yang bertujuan untuk menganalisis peran tambahan modal yang bersumber dari PUAP terhadap pendapatan usahatani padi dilakukan di Kabupaten Blitar dan Ngawi akir tahun 2010. Pengkajian melibatkan 12 Gapoktan yang dipilih secara sengaja berdasarkan pemeringkatan Gapoktan dan petani anggota Gapoktan sebagai unit analisis. Pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara terhadap 32 orang responden mewakili Gapoktan dilengkapi dengan  diskusi kelompok terfokus terhadap tokoh kunci yang kompeten. Data primer yang dikumpulkan terdiri dari penggunaan modal petani, luas garapan usahatani, besarnya bantuan modal yang diterima, produktivitas dan pendapatan usahatani. Hasil analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif menunjukkan sebagai berikut yakni petani memanfaatkan tambahan modal dari PUAP untuk pembelian komponen-komponen pupuk dan pestisida yang dianggap penting untuk peningkatan produktifitas usahatani. Dimana peningkatan pendapatan ini merupakan refleksi peningkatan produktifitas usahatani yang terjadi karena penggunaan teknologi yang optimal. Namun keberhasilan pemanfaatan BLM PUAP dalam mendorong peningkatan pendapatan petani, tidak tergantung dari pengendalian yang baik oleh pengurus Gapoktan. Kata kunci: Padi, tambahan modal, PUAP, pendapatan usahataniid-ID
dc.formatapplication/pdf
dc.languageeng
dc.publisherBalai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanianen-US
dc.relationhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jpengkajian/article/view/4773/4040
dc.rightsCopyright (c) 2016 Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanianen-US
dc.rightshttp://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0en-US
dc.source2528-0791
dc.source1410-959X
dc.sourceJurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian; Vol 16, No 2 (2013): Juli 2013en-US
dc.subjectRice, additional fund, rural business development agribusiness, farm income,Padi, tambahan modal, PUAP, pendapatan usahataniid-ID
dc.titlePERAN TAMBAHAN MODAL TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI PADI DI KABUPATEN BLITAR DAN NGAWI, JAWA TIMURen-US
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/article
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.typePeer-reviewed Articleen-US


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record