Supply and Demand Study of Employment in Indonesia the Case of Graduates from Vocation And Agriculture High-School

Show simple item record

dc.contributor id-ID
dc.creator Wibowo, Rudi; Socio-economic Department, Faculty of Agriculture, Jember University.
dc.date 2016-10-03
dc.date.accessioned 2018-05-02T01:23:06Z
dc.date.available 2018-05-02T01:23:06Z
dc.date.issued 2016-10-03
dc.identifier http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jae/article/view/4959
dc.identifier 10.21082/jae.v11n1.1992.51-62
dc.identifier.uri http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/175
dc.description IndonesianPermasalahan penting dan mendasar di Indonesia yang harus dipecahkan dalam tahun-tahun mendatang adalah masalah lapangan kerja dan penyerapannya. Keadaan pasar tenaga kerja di Indonesia dewasa ini menunjukkan bahwa: (a) terdapat sejumlah besar angkatan kerja dengan tingkat pendidikan yang relatif rendah, (b) setiap tahun sekitar 1,5-2 juta angkatan kerja baru memasuki pasar kerja, sebagian besar diantaranya adalah golongan usia muda dan putus sekolah, dan (c) keterbatasan kesempatan kerja disektor formal. Oleh karenanya, dalam jangka panjang sangat diperlukan perencanaan pendidikan yang berorientasi kepada pasar kerja. Salah satu aspek yang sangat berkaitan dengan hal tersebut adalah pendidikan yang bersifat kejuruan yang dirancang sesuai dengan perkembangan teknologi. Studi ini berusaha untuk memberikan gambaran proyeksi tentang isi permintaan dan penawaran tenaga kerja lulusan Sekolah Kejuruan Pertanian Tingkat Menengah Atas. Model pendekatan bersifat makro berlandaskan Tabel Input-Output yang digabungkan dengan koefisien-koefisien pendidikan dan lapangan kerja yang ada di Balitbang Depdikbud. Analisis dan pembahasan sampai pada kesimpulan bahwa jika asumsi tidak ada segmentasi pada pasar tenaga kerja, pada masa mendatang akan terdapat kelebihan penawaran tenaga kerja lulusan Sekolah Kejuruan Pertanian Menengah Atas. Sebaliknya, jika asumsi segmentasi pasar tenaga kerja dipenuhi secara sempurna, maka justru terdapat kelebihan permintaan tenaga kerja lulusan sekolah kejuruan tersebut. Hasil proyeksi hingga tahun 2000 memberi implikasi bahwa kebijaksanaan investasi di dalam peningkatan keberadaan Sekolah Kejuruan Pertanian Menengah Atas sangat mendukung laju percepatan kebutuhan tenaga kerja yang bersangkutan. Pekerjaan yang sangat penting untuk mendukung implikasi tersebut adalah penjabaran kebutuhan investasi pendidikan tersebut menurut pewilayahan dikaitkan dengan jangkauan permintaan terhadap tenaga kerja lulusan sekolah tersebut. id-ID
dc.format application/pdf
dc.language ind
dc.publisher Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian en-US
dc.relation http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jae/article/view/4959/4206
dc.rights Copyright (c) 2016 Jurnal Agro Ekonomi en-US
dc.rights http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 en-US
dc.source 2541-1527
dc.source 0216-9053
dc.source Jurnal Agro Ekonomi; Vol 11, No 1 (1992): Jurnal Agro Ekonomi; 51-62 en-US
dc.source Jurnal Agro Ekonomi; Vol 11, No 1 (1992): Jurnal Agro Ekonomi; 51-62 id-ID
dc.title Supply and Demand Study of Employment in Indonesia the Case of Graduates from Vocation And Agriculture High-School id-ID
dc.type info:eu-repo/semantics/article
dc.type info:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.type Peer-reviewed Article en-US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repositori


Browse

My Account