Show simple item record

dc.contributorPuslitbangbunen-US
dc.creatorRIAJAYA, PRIMA DIARINI; Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat Jl. Raya Karangploso Po Box 199, Malang – Jawa Timur
dc.creatorSHOLEH, MOCH.; Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat Jl. Raya Karangploso Po Box 199, Malang – Jawa Timur
dc.creatorKADARWATI, F.T.; Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat Jl. Raya Karangploso Po Box 199, Malang – Jawa Timur
dc.date2005-06-20
dc.date.accessioned2018-05-24T01:41:04Z
dc.date.available2018-05-24T01:41:04Z
dc.date.issued2005-06-20
dc.identifierhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jptip/article/view/2932
dc.identifier10.21082/littri.v11n2.2005.%p
dc.identifier.urihttp://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/1685
dc.descriptionABSTRAKCurah hujan merupakan salah satu unsur iklim yang sangatberpengaruh terhadap produksi kapas. Variasi hujan di lahan tadah hujanJawa Tengah sangat tinggi sehingga diperlukan penetapan waktu tanam.Waktu tanam ditetapkan berdasarkan analisis hujan lebih dari 20 tahundari 31 stasiun hujan yang tersebar di Kabupaten Grobogan, Wonogiri,Blora, Pemalang, Tegal, dan Brebes. Data dianalisis menggunakan metodepeluang Markov Order Pertama dan perhitungan peluang selang keringberturut-turut. Peluang hujan yang dianalisis berupa peluang hujanmingguan lebih dari 10, 20, 30, 40, dan 50 mm. Besar peluang hujanmingguan lebih dari 60% untuk mendapatkan hujan lebih dari 20 mm dan30 mm dipakai dalam penentuan minggu tanam, selanjutnya disesuaikandengan peluang kering berturut-turut. Minggu tanam paling lambat (MPL)di Kabupaten Grobogan dan Wonogiri berkisar minggu I Desember sampaiminggu I Januari. MPL di Kabupaten Blora, Pemalang, Tegal, dan Brebesadalah minggu I-IV Januari. Sebagian besar lahan yang digunakan untukkapas bertekstur liat dengan kandungan liat di atas 60%. Ketersediaan airdari hujan cukup untuk memenuhi kebutuhan air kapas dan didukung olehkemampuan tanah menyimpan air yang tinggi.Kata kunci : Kapas, Gossypium hirsutum, waktu tanam, periode kering,masa tanam, Jawa TengahABSTRACTCotton planting times in Central JavaClimatic elements particularly rainfall strongly influences successfulprediction of rainfed cotton yield. Rainfall variability varies amongst theseasons. Longterm rainfall data were required for rainfall analysis to getreliable probabilities. The rainfall analysis was done using Markov ChainFirst Order Probability and dryspell probability methods. Initial andconditional probabilities of rainfall for selected amounts (10, 20, 30, 40and 50 mm/week) were analysed. Rainfall probabilities over 60% to have20-30 mm rainfall per week were used to identify cotton planting times.The rainfall data were collected from 31 rainfall stations in Central Java(Grobogan, Wonogiri, Blora, Pemalang, Tegal, and Brebes). The plantingtimes varied from the first week of December to the first week of Januaryfor Grobogan and Wonogiri. The planting times in Blora, Pemalang,Tegal, and Brebes ranged from early to late January. The majority of landused for cotton has high clay content with high water holding capacitywhich is sufficient to meet the cotton water requirement.Key words : Cotton, Gossypium hirsutum, planting time, dryspell,seasonal pattern, Central Javaen-US
dc.formatapplication/pdf
dc.languageeng
dc.publisherPusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunanen-US
dc.relationhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jptip/article/view/2932/2559
dc.rightsCopyright (c) 2015 Jurnal Penelitian Tanaman Industrien-US
dc.source2528-6870
dc.source0853-8212
dc.sourceJurnal Penelitian Tanaman Industri; Vol 11, No 2 (2005): JUNI 2005; 52-59en-US
dc.titleWAKTU TANAM KAPAS DI JAWA TENGAHen-US
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/article
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.typePeer-reviewed Articleen-US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record