Show simple item record

dc.contributorPuslitbangbunen-US
dc.creatorROOSTIKA, IKA; Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Jalan Tentara Pelajar 3A Bogor, 16111
dc.creatorDEWI LIMA WATI, RARA PUSPITA; Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Jalan Meranti No. 1, Kampus IPB Dramaga Bogor, 16680
dc.creatorEFENDI, DARDA; Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Jalan Meranti No. 1, Kampus IPB Dramaga Bogor, 16680
dc.date2016-10-13
dc.date.accessioned2018-05-24T01:40:46Z
dc.date.available2018-05-24T01:40:46Z
dc.date.issued2016-10-13
dc.identifierhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jptip/article/view/2230
dc.identifier10.21082/littri.v21n1.2015.25-32
dc.identifier.urihttp://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/1597
dc.descriptionABSTRAKTebu (Saccharum officinarum L.) merupakan tanaman yangdiperbanyak secara vegetatif. Kriopreservasi merupakan metode yangpaling sesuai untuk penyimpanan jangka panjang bagi tanaman yangdiperbanyak secara vegetatif. Dehidrasi dan pembekuan jaringan merupa-kan tahapan paling kritis yang menentukan keberhasilan kriopreservasi.Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh durasi dehidrasi yang optimaldan metode pembekuan jaringan apeks tebu. Penelitian dilakukan diLaboratorium Kultur Jaringan, Kelompok Peneliti Biologi Sel danJaringan, Balai Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber-daya Genetik Pertanian, Bogor pada Mei 2013 sampai Februari 2014.Untuk optimasi metode dehidrasi, apeks direndam dalam larutan PVS2(MS + gliserol 30% + etilen glikol 15% + dimetil sulfoksida 15% +sukrosa 0,4 M) selama 10, 20, 30, dan 40 menit. Untuk optimasi metodepembekuan, diujikan kombinasi perlakuan prakultur (dengan sukrosa 0;0,1; dan 0,3 M selama 5 hari) dan pemuatan dalam larutan LS (MS +gliserol 2 M + sukrosa 0,4 M) selama 0, 10, 20, dan 30 menit sebelumtahapan dehidrasi dan pembekuan jaringan di dalam nitrogen cair (-196 o C). Hasil penelitian menunjukkan durasi dehidrasi jaringan yangterbaik adalah 30 menit dalam larutan PVS2. Kombinasi perlakuanprakultur dengan sukrosa 0,3 M dan pemuatan dengan larutan LS selama10 menit merupakan metode terbaik untuk pembekuan jaringan. Persentasetumbuh sebelum dan setelah pembekuan dalam nitrogen cair berturut-turutadalah 100 dan 40%. Setelah kriopreservasi, biakan mampu tumbuhdengan tingkat multiplikasi tunas sekitar 10 tunas/eksplan. Metode yangdiperoleh pada penelitian ini berpeluang diterapkan untuk penyimpananplasma nutfah tebu dalam jangka panjang secara kriopreservasi daneliminasi patogen obligat secara krioterapi.Kata kunci: Saccharum officinarum L., apeks, dehidrasi, pembekuan,nitrogen cairABSTRACTSugarcane (Saccharum officinarum L.) is vegetatively propagatedplant. Cryopreservation is the most suitable method for long-termpreservation of vegetatively propagated plant. Dehydration and freezingare critical steps of successful cryopreservation so that it should beoptimized. The research aimed to obtain the optimal duration ofdehydration and freezing method of sugarcane apex tissues. Theexperiments were conducted at Tissue Culture Laboratory, Plant CellTissue Biology Group, Indonesian Center for Agricultural Biotechnologyand  Genetic  Resources  Research  and  Development  on  May2013−February 2014. To optimize dehydration method, the tissues wereexposured in PVS2 solution (MS + 30% glycerol + 15% ethylene glycol +15% dimethyl sulphoxide + 0.4 M sucrose) for 10, 20, 30, and 40 minutes.To optimize freezing method, the combined treatment of preculture withsucrose (0, 0.1, dan 0.3 M) for 5 days and loading in LS solution (MS + 2M glycerol + 0.4 M sucrose) for 0, 10, 20, dan 30 minutes) were testedbefore dehydration for 30 minutes and freezing in liquid nitrogen (-196 o C).The best duration of dehydration was 30 minutes. The combined treatmentof preculture on 0.3 M sucrose and loading for 10 minutes was the bestmethod for tissues freezing. Percentage of regrowth before and afterfreezing in liquid nitrogen was 100 and 40% respectively. Aftercryopreservation, the cultures could grow with high shoot multiplicationrate about 10 shoots/explant. The method resulted in this study can beapplied for long-term storage of sugarcane germplasms by cryopreser-vation and (elimination of obligate pathogens by cryotherapy.Keywords: Saccharum officinarum L., apex, dehydration, freezing, liquidnitrogen.en-US
dc.formatapplication/pdf
dc.languageeng
dc.publisherPusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunanen-US
dc.relationhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jptip/article/view/2230/1945
dc.source2528-6870
dc.source0853-8212
dc.sourceJurnal Penelitian Tanaman Industri; Vol 21, No 1 (2015): Maret 2015; 25-32en-US
dc.titleDEHIDRASI DAN PEMBEKUAN JARINGAN APEKS TEBU UNTUK PENYIMPANAN JANGKA PANJANGen-US
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/article
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.typePeer-reviewed Articleen-US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record