Show simple item record

dc.contributorPusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunanen-US
dc.creatorPRIBADI, EKWASITA RINI
dc.creatorLUKMAN, WAWAN
dc.creatorSEMBIRING, BAGEM SOFIANA
dc.date2015-11-15
dc.date.accessioned2018-05-24T01:40:45Z
dc.date.available2018-05-24T01:40:45Z
dc.date.issued2015-11-15
dc.identifierhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jptip/article/view/2692
dc.identifier10.21082/littri.v20n4.2014.211 - 219
dc.identifier.urihttp://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/1585
dc.description  Prospect Improvement Cultivation Technology and Postharvest of Cats Whiskers in Sukabumi RegencyABSTRAK Penerapan teknologi pertanian diarahkan pada teknologi yang tepat guna dan tepat terap sesuai dengan komoditas yang dikembangkan, untuk itu  perlu  didahului  studi  kelayakan.  Penelitian  bertujuan  mengetahui prospek perbaikan teknologi budidaya dan pascapanen kumis kucing, dilakukan dalam bentuk sosilisasi dan demplot di kebun petani Kecamatan Nagrak, Sukabumi, Jawa Barat dari bulan Maret sampai Desember 2012. Perbaikan   teknologi   budidaya   kumis   kucing   melalui   penerapan pemupukan SOP rekomendasi Balittro dengan dosis pupuk kandang 20 ton/ha, diberikan 1-2 minggu sebelum tanam, Urea, SP-36, dan KCl masing-masing dengan dosis 200, 200, dan 150 kg/ha diberikan setiap habis panen. Pengeringan simplisia menggunakan kain penutup hitam pada terna basah yang dihamparkan di atas plastik. Data dianalisis secara deskriptif. Tingkat kelayakan teknologi budidaya diukur berdasarkan : tingkat efisiensi teknis, efisiensi ekonomis, serta efisiensi alokatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SOP budidaya dan pascapanen anjuran Balittro dapat meningkatkan produksi dan pendapatan usaha tani kumis kucing, hasil terna basah kumis kucing untuk enam kali panen per tahun pada budidaya monokultur 3.333 kg/1.000 m2 dan tumpang sari dengan ubi kayu 2.592 kg/1.000 m2, lebih tinggi 62,70 dan 81,75% dibanding  pada  petani. Analisis  efisiensi  ekonomi  terna  basah  SOP pemupukan  Balittro  pada  budidaya  monokultur  diperoleh  pendapatan Rp.2.486.667,- dan tumpang sari dengan ubi kayu Rp.946.000,- per 1.000 m 2 , masing-masing dua kali dan sepuluh kali lebih tinggi dari pendapatan dengan  pemupukan  petani  setempat.  Pengembangan  budidaya  kumis kucing dengan pemupukan anjuran perlu upaya penyuluhan, penyediaan kredit usaha, dan promosi produk secara luas. Kata kunci:  Orthosipon aristatus Miq., perbaikan teknologi, budidaya,   pascapanen, sistem usaha tani  ABSTRACT The application of agricultural technologies directed at appropriate technology and applicability according to the commodity which was developed, for that require to be preceded by feasibility studies.  Research prospect improvement cultivation technology and postharvest of java tea in the form dissemination and demonstration plots was conducted in the farmer’s plantation at Nagrak District, Sukabumi, West Java, from March to December 2012. ISMCRI fertilizer recommendations were applied manure 20 tonnes/ha, applied 1-2 weeks before planting and inorganic fertilizer consisting of urea, SP36 and KCl respectively at a dose of 200, 200, and 150 kg/ha was given after every harvesting. Dissemination of the drying using black slipcover on the wet herbaceous plant spread on plastic. The feasibility technological was measured based on the level of technical efficiency, economic efficiency and price efficiency. The results showed SOP fertilizer introduced technically and economically more efficient, herbaceous  plant  production  java  tea  for  six  harvest  per  year  on monoculture farming 3,333 kg/1.000 m2 and intercropped with cassava 2,592 kg/1.000 m2, were higher than the farmer production, and more efficient in the allocation of inputs there were 62.70 (monoculture) and 81.75% (in intercropping with cassava). Economic efficiency analysis of the wet herbaceous plant product showed, cultivation with SOP fertilizer recommendation on monoculture cultivation income earned Rp.2,486,667,- and intercropping with cassava Rp. 946,000, - per 1,000 m2, respectively twice  and  ten times higher  than  income  to  local  farmers  fertilizing cultivation.  The  development  of  java  tea  cultivation  using  fertilizer recommendation should efforts of counseling, provision of business loans and promotion the product extensively.  Keywords:   Orthosipon   aristatus   Miq.,   technology   improvement,   cultivation, postharvest, farming systemen-US
dc.formatapplication/pdf
dc.languageeng
dc.publisherPusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunanen-US
dc.relationhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jptip/article/view/2692/2331
dc.rightsCopyright (c) 2015 Jurnal Penelitian Tanaman Industrien-US
dc.source2528-6870
dc.source0853-8212
dc.sourceJurnal Penelitian Tanaman Industri; Vol 20, No 4 (2014): Desember 2014; 211-219en-US
dc.titlePROSPEK PERBAIKAN TEKNOLOGI BUDIDAYA DAN PASCAPANEN KUMIS KUCING DI KABUPATEN SUKABUMIen-US
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/article
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.typePeer-reviewed Articleen-US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record