Show simple item record

dc.contributorIndonesian Center for Agriculture Postharvest Research and Developmenten-US
dc.creatorSetyadjit, NFN; BB Pascapanen
dc.creatorKnol, J.; European Federation of Food Science and Technology, The Netherland
dc.creatorPaillard, M; Wageningen UR Food & Biobased Research, The Netherland
dc.creatorYuliani, Sri
dc.creatorPrabawati, Sulusi
dc.creatorBroto, Wisnu
dc.creatorRosalina, J
dc.date2018-02-14
dc.identifierhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jpasca/article/view/5916
dc.identifier10.21082/jpasca.v14n2.2017.88-97
dc.descriptionAda banyak teknologi untuk meningkatkan umur simpan rambutan, yang merupakan buah non klimakterik, antara lain teknik EMAP (Equillibrium Modified Atmosphere Packaging) dan teknik CA (Controlled Atmosphere). Percobaan laboratorium menggunakan teknik EMAP pada rambutan cv. Binjai dan Lebak Bulus dilakukan dengan menggunakan 4 tingkat jumlah lubang pada LDPE film dengan perforasi mikro: 0, 5, 10, 30 lubang (100 μm) dan stretch film (kontrol supermarket); dikombinasikan dengan suhu penyimpanan (kamar vs 10oC). Sebelum menempatkan buah di ruang penyimpanan 10oC, rambutan telah diadaptasi dengan suhu 15oC selama 24 jam. EMAP 10 perforasi mikro lebih unggul untuk menjaga kesegaran buah hingga 21 hari pada suhu 10oC untuk 'Binjai' dan 'Lebak Bulus'. Perforasi mikro EMAP 10 yang diterapkan di kontainer yang diangkut udara dari Jakarta ke Belanda (Amsterdam, 40 jam, jarak 11350.64 km) menunjukkan penyimpanan selama 18 hari untuk Binjai dan Lebak Bulus, tetapi hanya 14 hari untuk Rapiah. Penyimpanan lanjutan dengan menggunakan CA, tidak bisa mencapai 30 hari. Oksigen rendah (3 % O2) ditambah CO2 14-17% menunjukkan retensi warna daging yang lebih baik. Dengan demikian, agar tranport udara memungkinkan untuk mengirim rambutan ke Eropa, direkomendasikan menggunakan liner plastic dalam karton dan perlu dikemas dengan EMAP setelah tiba di tujuan.en-US
dc.formatapplication/pdf
dc.languageeng
dc.publisherBalai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanianen-US
dc.relationhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jpasca/article/view/5916/7188
dc.rightsCopyright (c) 2018 Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanianen-US
dc.rightshttp://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0en-US
dc.sourceJurnal Penelitian Pascapanen Pertanian; Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian; 88-97en-US
dc.source2541-4054
dc.source0216-1192
dc.subjectRambutan; Lebak Bulus; Binjai; Rapiah; EMAP; CAS; postharvest; Storage life; Air Transporten-US
dc.titleSTORAGE LIFE OF RAMBUTAN PACKED BY USING MICROPERFORATED EMAP AND CAS TECHNIQUES FOR LONG DISTANCE TRANSPORTATIONen-US
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/article
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.typePeer-reviewed Articleen-US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record