PENGEMBANGAN VARIETAS UNGGUL TEMBAKAU TEMANGGUNG TAHAN PENYAKIT

No Thumbnail Available
Date
2013-09-13
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Abstract
Description
Kabupaten Temanggung merupakan salah satu daerah penghasil tembakau di Indonesia. Sumbangan usaha tani tembakau terhadap total pendapatan petani di daerah ini mencapai 70−80%. Masalah utama budi  daya tembakau di Temanggung adalah erosi tanah dan serangan  penyakit tular tanah, yaitu nematoda Meloidogyne spp., bakteri Ralstonia solanacearum, dan cendawan Phytophthora nicotianae. Lahan endemis  tiga patogen ini lazim disebut lahan “lincat”. Luas lahan lincat pada tahun 1990-an mencapai 6.805 ha atau 55,12% dari luas lahan tegal di  Kabupaten Temanggung, dan menimbulkan kerugian sekitar 44−67%  pada tahun 1996, 38–83% pada tahun 1997, dan 63–85% pada tahun 1998. Penerapan teknologi pengendalian penyakit secara terpadu melalui penggunaan bibit sehat, varietas tahan, konservasi, pengolahan tanah  minimal, dan penyemprotan bakterisida dapat menurunkan kematian tanaman sampai 43,8%, meningkatkan hasil rajangan kering 30,8%, danmemperbaiki mutu tembakau 8,1%. Penelitian untuk mendapatkan varietas tahan penyakit lincat telah dilaksanakan sejak tahun 1993. Pada tahun 2001 telah dilepas varietas Kemloko 1 yang tahan terhadap  nematoda Meloidogyne spp. dan varietas Sindoro 1 yang agak tahan terhadap bakteri R. solanacearum. Selanjutnya pada tahun 2005 dilepas varietas Kemloko 2 yang tahan terhadap nematoda Meloidogyne spp. dan bakteri R. solanacearum, dan varietas Kemloko 3 yang tahan terhadap nematoda Meloidogyne spp. dan sangat tahan terhadap bakteri R.  solanacearum. Perakitan varietas unggul tembakau tahan terhadap penyebab lincat masih terus dilakukan. 
Keywords
Citation