Show simple item record

dc.contributoren-US
dc.creatorHasibuan, Abdul Muis; Balittri, Pakuwon
dc.creatorNurmalina, Rita; IPB Bogor
dc.creatorWahyudi, Agus; Balittro, Bogor
dc.date2016-10-26
dc.date.accessioned2018-05-02T06:42:56Z
dc.date.available2018-05-02T06:42:56Z
dc.date.issued2016-10-26
dc.identifierhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/IP/article/view/568
dc.identifier10.21082/ip.v21n2.2012.p59-70
dc.identifier.urihttp://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/1116
dc.descriptionINDONESIAPengembangan industri hilir seharusnya dapat menjadi motor penggerak sistem agribisnis kakao yang lebih berdaya saing baik nasional maupun internasional, namun produksi kakao olahan Indonesia masih sangat rendah dan industri pengolahan kakao tidak berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan alternatif kebijakan yang dapat diterapkan oleh pemerintah untuk pengembangan industri hilir kakao dan peningkatan penerimaan petani. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan dianalisis dengan pendekatan sistem dinamis. Hasil validasi terhadap model sistem dinamis pada kondisi aktual diperoleh nilai RMSPE, AME dan AVE untuk produksi biji kakao sebesar 3,69 persen, 2,17 persen dan 4,44 persen dan untuk variabel produksi kakao olahan adalah sebesar 0,51 persen, 0,30 persen dan 0,59 persen sehingga model dinyatakan valid. Sedangkan hasil analisis menunjukkan skenario 6 mampu mendorong perkembangan sistem agroindustri kakao secara keseluruhan lebih baik dibandingkan dengan skenario lainnya. Untuk itu, alternatif kebijakan yang sebaiknya diterapkan oleh pemerintah dalam upaya pengembangan industri hilir kakao adalah: (i) tetap melaksanakan program Gernas kakao; (ii) peningkatan produktivitas dan mutu kakao perkebunan rakyat yang tidak terlibat dalam program Gernas kakao; (iii) penghapusan bea ekspor kakao, namun pemerintah memberikan insentif fiskal dan moneter seperti pengurangan pajak dan subsidi suku bunga pinjaman serta perbaikan iklim usaha seperti perbaikan infrastruktur, kemudahan perizinan dan lain-lain sehingga mampu mendorong pertumbuhan industri pengolahan kakao.INGGRISen-US
dc.formatapplication/pdf
dc.languageeng
dc.publisherSekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanianen-US
dc.relationhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/IP/article/view/568/348
dc.rightsCopyright (c) 2016 Informatika Pertanianen-US
dc.rightshttp://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0en-US
dc.source2540-9875
dc.source0852-1743
dc.sourceInformatika Pertanian; Vol 21, No 2 (2012): Desember 2012; 59-70en-US
dc.titleANALISIS KEBIJAKAN PENGEMBANGAN INDUSTRI HILIR KAKAO (SUATU PENDEKATAN SISTEM DINAMIS)en-US
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/article
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.typePeer-reviewed Articleen-US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record