Repositori Kementerian Pertanian
Repositori Publikasi Kementerian Pertanian merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan lingkup Kementerian Pertanian. Publikasi terdiri dari:
- terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical)
- berkala semi ilmiah (semi populer jurnal)
- tidak berkala (leaflet, poster, infografis)
Repositori dikelola oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik Kementerian Pertanian dalam penyediaan informasi pertanian.
Guna meningkatkan mutu layanan yang lebih baik, kami mengharap kesediaan Saudara berkenan mengisi Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkait layanan Repositori Publikasi Kementerian Pertanian pada link berikut ini https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/surveypustakadigital/.

Communities in Repositori
Select a community to browse its collections.
Recent Submissions
Item
KEGIATAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) PERPUSTAKAAN BALAI PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT : Warta balittro Vol. 34 No. 68 Tahun 2017
(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2017-12-01) Rushendi; Winitasari
Perpustakaan dalam era perkembangan sekarang
memerlukan tenaga-tenaga handal yang
mampu beradaptasi terhadap kebutuhan
baik secara teknis maupun pemikiran
pengembangan ke depan. Perpustakaan
Balittro merupakan salah satu
perpustakaan khusus berfungsi sebagai
penunjang kegiatan penelitian yang
koleksinya ditekankan pada komoditas
tanaman obat, rempah, minyak atsiri,
industri lainnya, serta tanaman pestisida
nabati. Selain itu dituntut pula untuk
memberikan layanan informasi kepada
masyarakat luas. Sumber daya manusia
(SDM) dalam sebuah organisasi
menempati posisi yang strategis dalam
menentukan keberhasilan suatu
organisasi itu sendiri. Pelaksanaan
kegiatan pengembangan SDM di
perpustakaan Balittro berdasarkan Teori
Kline bahwa rasa keingintahuan
(curiosity) pustakawan/pengelola
perpustakaan Balittro dalam hal
mengembangkan sumber daya manusia
yang diselenggarakan oleh Kementerian
Pertanian ataupun instansi di luar
Kementerian Pertanian selama tahun
2017 adalah (1) Temu Teknis
Pengelolaan Perpustakaan lingkup
Kementerian Pertanian; 2) Pendidikan
dan Pelatihan (Diklat) Penulisan Karya
Ilmiah Pustakawan; 3) Sosialisasi
Regulasi Jabatan Fungsional
Pustakawan; 4) Uji kompetensi
Pustakawan; 5) Temu Teknis Jabatan
Fungsional Non Peneliti Balitbangtan;
dan 6) Lokakarya Nasional Dokumentasi
dan Informasi PDII-LIPI. Jika rasa
curiosity sudah tertanam pada diri
pustakawan/pengelola perpustakaan,
maka akan terus belajar terhadap sesuatu
yang baru.
Item
DETEKSI VIRUS YANG BERASOSIASI DENGAN BEBERAPA JENIS TANAMAN OBAT MENGGUNAKAN METODE ELISA : Warta balittro Vol. 34 No. 68 Tahun 2017
(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2017-12-01) Nuryanih, Siti; Noveriza, Rita
Beberapa jenis tanaman obat yang dikoleksi dari Kebun Percobaan
Manoko-Lembang Kabupaten Bandung
dan Cimanggu Bogor, seperti melati
(Jasminum sambac), kumis kucing
(Orthosiphon aristatus), komprey
(Simphytum officinale), dan echinase
(Echinea purpurea) menunjukkan gejala
belang-belang kekuningan dan
keputihan. Hasil deteksi dengan metode
enzyme-linked immuno sorbent assays
(ELISA) menunjukkan bahwa seluruh
sampel tanaman tersebut positif
terinfeksi oleh Potyvirus dan Cucumber
mosaic virus (CMV).
Item
KONSERVASI DAN REGENERASI STEVIA (Stevia rebaudiana Bertoni) SECARA IN VITRO : Warta balittro Vol.34 No. 68 Tahun 2017
(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2017-12-01) Syahid, Sitti Fatimah
Stevia (Stevia rebaudiana Berton)
digunakan sebagai pemanis alami yang
sangat bermanfaat untuk kesehatan.
Perbanyakan stevia secara konvensional
dapat dilakukan menggunakan biji dan
setek. Namun penggunaan biji kurang
efektif karena rendahnya keberhasilan
perkecambahan. Metode perbanyakan
stevia melalui kultur jaringan telah
diperoleh baik untuk multiplikasi tunas
maupun induksi perakaran. Untuk
memelihara plasma nutfah stevia secara
ek-situ dapat dilakukan melalui
konservasi di laboratorium dalam
keadaan tumbuh. Upaya konservasi
stevia telah dilakukan dengan
menumbuhkan tunas dalam media
Murashige dan Skoog (MS) dengan
penambahan Benzil Amino Purin (BAP)
konsentrasi 0,1 mg/1 dan tanpa
penambahan BAP. Hasil pengamatan
menunjukkan bahwa penyimpanan tunas
stevia dalam keadaan tumbuh baik tanpa
diberi BAP ataupun dengan aplikasi BAP
dengan konsentrasi rendah mampu
mengurangi instensitas sub kultur
selama delapan bulan. Teknik ini
membantu pemeliharaan karena dapat
mengurangi biaya sub kultur. Regenerasi
biakan setelah disimpan tidak menurun
dan dapat kembali tumbuh dengan
normal.
Item
EFEKTIVITAS FORMULA NANO PESTISIDA BEBERAРА MINYAK ATSIRI TERHADAP VIRUS MOSAIK NILAM : Warta balittro Vol. 34 No. 68 Tahun 2017
(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2017-12-01) Noveriza, Rita; Mariana, Maya; Nuryanih, Siti
Minyak atsiri semakin diminati untuk digunakan sebagai obat
baru yang berfungsi sebagai agen
antimikroba dan antiviral (virusida).
Antimikroba minyak atsiri mempunyai
kekurangan di antaranya tidak stabil dan
mudah menguap. Pendekatan yang
dilakukan untuk meningkatkan
kemampuan minyak atsiri sebagai
antimikroba adalah dengan teknologi
nano emulsi. Tulisan ini bertujuan untuk
memaparkan hasil pengujian efektivitas
formula nano emulsi 3 jenis minyak atsiri
(cengkeh, mimba, dan serai wangi)
terhadap virus mosaik nilam di rumah
kaca. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa formula nano pestisida (nano
emulsi) minyak cengkeh, mimba dan
serai wangi berpotensi sebagai virusida,
khususnya terhadap virus mosaik nilam.
Persentase penghambatan virus mosaik
tertinggi pada tanaman uji Chenopodium
amaranticolor ditunjukkan oleh formula
nano pestisida minyak serai wangi dosis
1% (74,87%) dan cengkeh dosis 0,5%
(43,55%). Sedangkan formula nano
pestisida minyak mimba perlu optimasi
formulasi agar diperoleh ukuran droplet
minyak yang lebih kecil, walaupun ada
potensinya untuk menekan
perkembangan Potyvirus pada dosis
0,5% sampai 46%.
Item
AKTIVITAS ANTIBAKTERI ASAP CAIR TEMPURUNG KELAPА SAWIT DAN POTENSINYA SEBAGAI PESTISIDA ORGANIK UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU PADA JAHE DAN NILAM : Warta balittro Vol. 34 No. 68 Tahun 2017
(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2017-12-01) Hartati, Sri Yuni; Karyani, Nuri
Layubakteri yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum
merupakan salah satu penyakit utama
pada tanaman jahe dan nilam.
Penelitian dalam rangka
mengembangkan pestisida organik
untuk mengendalikan penyakit
tersebut telah dilaksanakan di
Laboratorium Proteksi, Balai
Penelitian Tanaman Rempah dan
Obat (Balittro), Bogor. Tujuan
penelitian adalah menguji secara invitro aktivitas antibakteri asap cair
tempurung kelapa sawit terhadap R.
solanacearum dan dua jenis bakteri
tanah yang bermanfaat bagi tanaman
(Bacillus sp. dan Pseudomonas
Auorescens). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa asap cair
tempurung kelapa sawit mempunyai
aktivitas antibakteri yang bervariasi
terhadap R. solanacearum, Bacillus
sp., dan P. fuorescens. Konsentrasi
terendah yang dapat membunuh R.
solanacearum adalah 0.1%, sedang
yang dapat membunuh Bacillus sp.
dan P. fuorescens adalah 0.25%.
Aktivitas antibakteri asap cair
tempurung kelapa sawit lebih tinggi
terhadap R. solanacearum
dibandingkan terhadap Bacillus sp.
dan P. fuorescens. Asap cair
tempurung kelapa sawit berpotensi
dikembangkan sebagai pestisida
organik untuk mengendalikan
penyakit layu pada tanaman jahe dan
nilam