Repositori Kementerian Pertanian
Repositori Publikasi Kementerian Pertanian merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan lingkup Kementerian Pertanian. Publikasi terdiri dari:
- terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical)
- berkala semi ilmiah (semi populer jurnal)
- tidak berkala (leaflet, poster, infografis)
Repositori dikelola oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik Kementerian Pertanian dalam penyediaan informasi pertanian.
Guna meningkatkan mutu layanan yang lebih baik, kami mengharap kesediaan Saudara berkenan mengisi Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkait layanan Repositori Publikasi Kementerian Pertanian pada link berikut ini https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/surveypustakadigital/.

Communities in Repositori
Select a community to browse its collections.
Now showing 1 - 10 of 10
Recent Submissions
Item
Perbaikan Varietas Padi Gogo pada Lahan Kering Marginal
(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1995) Abdul Kaher
Perbaikan varietas padi gogo pada lahan kering marginal diarahkan kepada perakitan genotipe tenggang keracunan aluminum dan cekaman kekeringan, mempunyai ketahanan stabil (durable resistance) terhadap penyakit blas, umur genjah sampai sedang (100-130 hari), dan potensi hasil tinggi dengan masukan rendah. Ratusan plasma nutfah lokal dan introduksi telah disaring, terutama dari kendala keracunan aluminum, cekaman kekeringan, dan ketahanan blas. Rekombinasi genetik melalui persilangan dan seleksi turunannya dengan metode bulk dan pedigree serta pengujian adaptasi dan stabilitas hasil galur harapan telah dilakukan pada lahan kering marginal. Hasil pengujian menunjukkan, plasma nutfah yang dimiliki mempunyai adaptasi yang luas pada tanah bereaksi masam dan tahan patogen blas. Pengembangan varietas atau genotipe unggul padi gogo dibatasi oleh keragaman ras fisiologis patogen blas dan kondisi iklim yang mempengaruhi keragaman ras fisiologis patogen pada suatu lokasi dan musim tanaт. Genotipe yang dikembangkan dari silang tunggal lebih labil terhadap patogen blas dibandingkan dengan turunan silang ganda. Sistem silang diallel selektif yang mempunyai kemampuan menggabungkan genotipe yang majemuk cenderung menghasilkan genotipe yang memiliki ketahanan stabil terhadap patogen blas. Beberapa genotipe yang ditemukan mampu memberi hasil relatif tinggi dengan pemberian pupuk takaran rendah dan ketahanannya stabil terhadap penyakit blas.
Item
Respon Pupuk Organik dan Pupuk Hayati Agrimeth Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi Gogo di Indramayu
(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2017-12-01) Rustiati, Tita; Widyantoro
Abstrak
Pupuk hayati merupakan pupuk yang tersusun dari bahan-bahan yang mengandung mikroorganisme bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hasil tanaman, melalui aktivitas biologi akhirnya dapat berinteraksi dengan sifat-sifat fisik dan kimia tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan dan produksi tanaman padi gogo di lahan kering dengan pemberian pupuk hayati dan pupuk organik berbasis bakteri pemacu pertumbuhan.Perlakuan pupuk organik dan pupuk hayati yang diperkaya mikroba-mikroba baik dapat memacu pertumbuhan dan produksi padi sawah dan gogo di tanah masam. Perlakuan dosis 50% PUTK ditambah dengan pupuk hayati dan pupuk organik memberikan hasil tertinggi baik pertumbuhan tanaman maupun produksi. Pada penelitian ini penggunaan pupuk hayati dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik sebanyak 25%. Penggunaan Agrimeth mikrob dapat meningkatkan kualitas kesuburan di tanah masam.
Abstract
Biofertilizer is a substance which contains microorganism to improve yield, through biological activity can interact with the physical and chemical soil. This study aimed to analyse the growth and yield of upland rice in dry soil with bio fertilizer and organic- based biological pacemaker bacteria. The treatments of organic fertilizers and bio-fertilizers enriched microbes can both stimulate the growth and production of wetland and upland in acid soils, PUTK 50% dose treatment coupled with bio-fertilizer and organic fertilizer produced the highest yield better plant growth and production. In this study, the use of biological fertilizers can reduce the use of inorganic fertilizers as much as 25%. The use of microbial Agrimeth can improve the quality of fertility of acid soils.
Item
Dampak Program Gerakan Penanaman Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT) Terhadap Produksi dan Keuntungan Usahatani Padi Sawah di Kabupaten Sleman, DIY
(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2017-12-01) Widodo, Sugeng; Mulyani, Novita
Abstrak
Sejak tahun 2015 pemerintah mendukung peningkatan pangan melalui program “Gerakan Penanaman Pengelolaan Tanaman Terpadu” (GPPTT). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak dari program GP-PTT padi terhadap produksi dan keuntungan usahatani padi lahan sawah di Kabupaten Sleman, DIY. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan metode survei di lokasi Kabupaten Sleman, dengan alasan bahwa kabupaten ini merupakan sentra produksi padi di DIY. Sampel diambil secara random pada kelompok tani di Kecamatan Berbah dengan cara stratified simple random sampling. Analisis data untuk menentukan dampak dari program GP-PTT dari sisi produksi dan keuntungan menggunakan uji t. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada perbedaan nyata sisi produksi dan keuntungan dengan dan tanpa program GPPTT padi.
Abstract
The government programs to support improved food is “Gerakan Penanaman Pengelolaan Tanaman Terpadu” (GPPTT) since 2015th. The purpose of this study was determining the impact of the GPPTT on production and profit of farmers in Sleman district, DIY. The data collected by the survey method with in Sleman district because the district is the center of rice production in the province. Sample were taken by random sampling on 1 farmer group in Berbah sub district with stratified simple random sampling. The data to analysis determine the impact of GP-PTT on production dan profit farmer group using the t test. The analysis showed that difference in paddy production and profits with and without GPPTT.
Item
Identifikasi Padi Lokal di Provinsi Jawa Barat
(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2017-12-01) Yulyatin, Atin; Ishaq, Iskandar; Supriyadi, Hendi
Abstrak
Setiap daerah di Indonesia memiliki beberapa sumber daya genetik yang khas, yang sering berbeda dengan yang ada di daerah lain. Besarnya kebutuhan akan padi sementara produksinya yang cenderung naik namun tidak signifikan dengan kebutuhannya maka perlu adanya perbaikan produksi diantaranya dengan persilangan. Persilangan antara padi unggul baru dan padi lokal dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi. Untuk itu diperlukan plasma nutfah dengan keragaman genetik yang luas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi padi lokal yang ada di Jawa Barat. Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2013. Lokasi penelitian dilakukan di 6 (enam) Kabupaten yaitu Tasikmalaya, Subang, Cianjur, Indramayu, Bandung, dan Garut. Bahan dan alat yang digunakan dalam kegiatan ini adalah tanaman padi lokal. Metode penelitian adalah koordinasi, eksplorasi langsung ke lokasi berdasarkan sumber data yang diperoleh, wawancara dengan petani (sebagai data penunjang), dan koleksi gabah padi lokal. Hasil penelitian ini adalah telah berhasil diidentifikasi sebanyak 98 aksesi padi lokal yang terdiri atas padi jenis beras putih, beras merah, dan beras hitam, serta jenis ketan putih, ketan hitam dan aromatik, yaitu sebanyak 24 aksesi dari Kabupaten Tasikmalaya, 22 aksesi dari Kabupaten Subang, 12 aksesi dari Kabupaten Cianjur, 10 aksesi dari Kabupaten Indramayu, 5 aksesi dari Kabupaten Bandung, dan 25 aksesi dari Kabupaten Garut. Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa Kabupaten Garut memiliki identifkasi padi local yang lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Tasikmalaya, Subang, Cianjur, Indramayu dan Bandung. Kabupaten Subang dan Cianjur memiliki karakter fungsional padi yang lebih beragam dibandingkan Kabupaten Tasikmalaya, Subang, Indramayu dan Bandung.
Abstract
Identification of Local Rice in The Province of West Java. Every region in Indonesia has several distinctive genetic resources, which are often different from those in other areas. While the great need for rice production is likely to rise but not significant to its needs, the need for improvement of production such as by crossing. A cross between rice and local rice cultivation can be done to increase production. It required germplasm with wide genetic diversity. The purpose of this study was to determine identified of local rice in West Java. The study was conducted in April-May 2013. The location of research conducted in 6 districts, Tasikmalaya, Subang, Cianjur, Indramayu, Bandung and Garut. Materials and equipment used in this activity is local rice crops. The research method is coordination, exploration directly to the site based on source data obtained, an interview with a farmer (as the supporting data), and a collection of local rice grain. Germplasm collection is done by collecting every rice cultivars were planted by the locals. The results of this study are already identified as many as 98 accessions of local rice which consists of rice types of white rice, brown rice, and black rice, as well as the kind of glutinous white, black rice and aromatic, as many as 24 accessions from Tasikmalaya District, 22 accessions of Subang Regency, 12 accessions of Cianjur, 10 accessions of Indramayu district, 5 accessions of Bandung regency, and 25 accessions of Garut. Garut has a diversity of local rice is higher than Tasikmalaya regency, Subang, Cianjur, Indramayu and Bandung. Subang Regency and Cianjur rice have a functional character is more diverse than Tasikmalaya regency, Subang, Indramayu and Bandung.
Item
Aplikasi Kapur Dan Pupuk Organik Dalam Upaya Peningkatan Produksi Padi di Tanah Masam
(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2017-12-01) Sugianti, Titin; Fidiyawati, Eni
Abstrak
Dalam program Upaya Khusus (UPSUS) peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai yang dilaksanakan mulai tahun 2015, NTB merupakan salah satu propinsi andalan dalam peningkatan produksi padi nasional. Program UPSUS swasembada padi di NTB difokuskan pada peningkatan produktivitas dan peningkatan indek pertanaman (IP) padi melalui pengembangan jaringan irigasi dan optimasi lahan. Produktivitas padi di NTB, akhir-akhir ini mengalami pelandaian, hal tersebut dikarenakan pada sawah irigasi menerapkan pola tanam padi-padi-padi, dan pemberian pupuk kimia yang melebihi dosis yang ditetapkan menyebabkan penurunan kesuburan tanah, salah satu indikasinya penurunan pH tanah.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan produksi padi melalui pemberian kapur dan bahan organik pada tanah masam.Penelitian ini dilaksanakan dengan metode on farm research pada lahan masam di Desa Lenek Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur Propinsi NTB, mulai Januari sampai Mei 2016, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan (b) aplikasi kapur granul dengan dosis 100% dari anjuran memiliki produksi tertinggi dan mampu meningkatkan pH tanah secara signifikan, sedangkan hasil terendah diperoleh pada perlakuan (e) kontrol/cara petani bahkan pH setelah penelitiaan mengalami penurunan.
Abstract
Special Effort in the program (UPSUS) increasing production of rice, corn and soybeans were implemented starting in 2015, NTB is one of the mainstays in the province of national rice production. Rice self-sufficiency program in NTB UPSUS focused on increased productivity and improved cropping index (IP) rice through irrigation network development and optimization of land. Rice productivity in NTB, lately experiencing decreasing, it is because the irrigated fields to apply the cropping pattern of rice-paddy-rice, fertilizer and chemicals that exceed specified dose cause a decrease in soil fertility, one of the indications of a decrease in soil pH. The purpose of this study to determine the increase rice production through the provision of lime and organic matter in soil masam. The research s implemented by the method of on-farm research on sour land in the village LenekAikmel District of East Lombok NTB Province, from January to May 2016, using a randomized block design (RAK) with 5 treatments and 3 repetitions. Results showed treatment the application of lime granules with 100% of the recommended dose has the highest production and is able to significantly increase the soil pH, whereas the lowest yield was obtained in treatment (e) control / how farmers even after presearh pH decreased.