Repositori Kementerian Pertanian

Repositori Publikasi Kementerian Pertanian merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan lingkup Kementerian Pertanian. Publikasi terdiri dari:

  • terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical)
  • berkala semi ilmiah (semi populer jurnal)
  • tidak berkala (leaflet, poster, infografis)

Repositori dikelola oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik Kementerian Pertanian dalam penyediaan informasi pertanian.

Guna meningkatkan mutu layanan yang lebih baik, kami mengharap kesediaan Saudara berkenan mengisi Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkait layanan Repositori Publikasi Kementerian Pertanian pada link berikut ini https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/surveypustakadigital/.

Image by nikitabuida on Freepik
 

Recent Submissions

Item
Pengaruh ekstrak daun paitan (Titonia tagetiflora Desf) terhadap mortalitas kutu daun Mysus persicae Sulzer
(PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN INDUSTRI, 1994-09) ALI HUSNI
Penelitian dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh radiasi sinar gamma (cobalt-60) terhadap pertumbuhan dan penampakan biakan kapolaga (Elletaria cardamomum) secara in viro telah dilakukan di Laboratorium Kultur Ja-ringan Puslitbangtri, Bogor. Penelitian dilakukan dari bulan Agustus 1992 sampai Maret 1993 di Laboratorium Bioteknologi Kultur Jaringan Puslitbnagtri Bogor. Rancan-gan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 5 ulangan. Perlakuan radiasi yang digunakan 0, 0.5, 1.0, 1.5, 2.0, 2.5 dan 3.0 krad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biakan yang diberi radiasi sinar gamma 0.5 dan 1.0 krad sampai dengan umur 6 minggu semuanya tetap hidup. Pada subkultur ke 2 dan ke 3 dari biakan yang diberi radiasi tersebut jumlah tunasnya cenderung lebih banyak dibandingkan dengan kontrol. Dosis radiasi tinggi 1.5, 2.0, 2.5 dan 3.0 krad menyebabkan kematian biakan setelah umur 6 minggu.
Item
Pengaruh ekstrak daun paitan (Titonia tagetiflora Desf) terhadap mortalitas kutu daun Mysus persicae Sulzer
(PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN INDUSTRI, 1994-09) TUKIMIN S., DWI WINARNO, SUBIYAKTO DAN GATOT KARTONO
Penelitian pengaruh ekstrak daun paitan (Tithonia tagetiflora) terhadap mortalitas kutu daun Myzus persicae pada tembakau dilaksanakan di Laboratorium Hama Balai Penelitian Tembakau dan Tanaman Serat, Malang pada bulan Oktober sampai November 1993. Tujuan penelitian yakni untuk mengetahui pengaruh ekstrak dari daun paitan terhadap mortalitas M. persicae pada tanaman tembakau. Bahan yang digunakan adalah cairan hasil pengepresan daun paitan dan cairan tersebut dibiarkan selama 15 hari. Perlakuan yang dicoba adalah pengenceran cairan pe-ngepresan ditambah air dengan perbandingan 1:0, 1:1, 1: 2, 1:4, 1: 16, dan kontrol (air). Perlakuan disusun dalam Rancangan Acak Lengkap dengan ilmu kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kondisi laboratorium perlakuan yang terbaik adalah perlakuan pengenceran 1:2 pada satu hari setelah aplikasi menyebabkan mortalitas nimfa M. persicae 58% dan 100% pada lima hari setelah aplikasi. Perlu dilakukan penelitian lanjutan di lapang dan analisis kimia cairan hasil rendaman daun paitan.
Item
Pengaruh auksin (IAA, IBA) dan ekstrak malt terhadap perakaran gerbera secara in vitro
(PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN INDUSTRI, 1994-09) YELNITITIS DAN N.N. KRISTINA
Penelitian untuk menentukan media perakaran yang baik dari tanaman gerbera yang telah disimpan lama secara in vitro (3-4 tahun) telah dilakukan di Laboratorium Bioteknologi Puslitbangtri, Bogor, pada bulan Februari sampai dengan bulan Juni 1994. Zat pengatur tumbuh IAA (0.1, 0.5 dan 1.0) mg/l dikombinasikan dengan IBA 0.5 mgl dan Ekstrak malt 500 mg/l bertujuan untuk merangsang perakaran. Rancangan yang digunakan adalah RAL (Ran-cangan Acak Lengkap) dengan delapan ulangan. Bibit tanaman yang telah berakar diaklimatisasi pada media tum-buh tanah + pasir (1:1). Dari hasil percobaan didapatkan bahwa media perlakuan yang terbaik untuk merangsang perakaran adalah perlakuan MS + IAA 0.1 mg/l + EM 500 mg/l. Sedang untuk proses aklimatisasi di rumah kaca hasil terbaik didapat dari bibit yang berasal dari perlakuan in vitro MS + IAA 1.0 mg/l + IBA 0.5 mg/l yaitu dengan persentase tumbuh 100%.
Item
Pola rehabilitasi jambu mente di Muna Sulawesi Tenggara
(PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN INDUSTRI, 1994-09) Pola usahatani dan efisiensi pemasaran jambu mente di Sumbawa (NTB)
Hasil dari perlakuan ini menunjukkan bahwa kebun jambu mente umur lima tahun dengan tanaman sela jagung tumpang gilir kacang tanah memberikan hasil yang terbaik. Pertambahan lingkar batang setelah enam bulan perlakuan rata-rata sebesar 2.43 cm dan pertambahan diameter tajuk rata-rata sebesar 75.6 cm. Tambahan hasil yang diperoleh dari jagung Rp 96 000,- dan kacang tanah Rp 290 750,-. Dengan adanya tanaman sela maka kondisi kebun jambu mente menjadi lebih terpelihara.
Item
Pola usahatani dan efisiensi pemasaran jambu mente di Sumbawa (NTB)
(PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN INDUSTRI, 1994-09) DJOKO SUSILO
Penelitian tentang pola usahatani jambu mente dengan tumpang sari/tanaman sela dan efisiensi pemasaran telah dilaksanakan pada bulan Desember 1992 sampai dengan Nopember 1993. Dasar pengujian memakai analisis Linier Programing (LP) dengan objek tiga pola kombinasi per-lakuan, dua kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola usahatani jambu mente + kacang tanah + gude yang memberikan keuntungan paling tinggi sebanyak Rp 1 008 700,- / ha dengan jumlah input tenaga kerja masing-masing 80 hari kerja pria (HKP) dan 22 hari kerja wanita (HKW). Pada saluran tataniaga jambu mente, belum secara keseluruhan memberikan tingkat efisiensi dimana marjin pemasaran petani (produsen) sebesar 33.33% dan peda-gang antar pulau (PAP) sebesar 9.56% sedangkan pedagang tingkat desa 28.50%. Perbedaan ini disebabkan oleh karena kurang sempurnanya pasar, ditandai dengan tingginya biaya penyusutan, pengangkutan dan ongkos timbang