Repositori Kementerian Pertanian

Repositori Publikasi Kementerian Pertanian merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan lingkup Kementerian Pertanian. Publikasi terdiri dari:

  • terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical)
  • berkala semi ilmiah (semi populer jurnal)
  • tidak berkala (leaflet, poster, infografis)

Repositori dikelola oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik Kementerian Pertanian dalam penyediaan informasi pertanian.

Guna meningkatkan mutu layanan yang lebih baik, kami mengharap kesediaan Saudara berkenan mengisi Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkait layanan Repositori Publikasi Kementerian Pertanian pada link berikut ini https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/surveypustakadigital/.

Image by nikitabuida on Freepik
 

Recent Submissions

Item
Indeks Kepuasan Masyarakat Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian Tahun 2025 (Juli-Oktober)
(Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian, 2025) Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian
Item
Monograf Kacang Hijau
(Balai Penelitian Tanaman Pangan Malang, 1993) T. Adisarwanto; Sugiono; Sunardi; Achmad Winarto
Monograf ini menyajikan gambaran komprehensif mengenai potensi, tantangan, dan strategi pengembangan kacang hijau (Vigna radiata) di Indonesia, khususnya untuk pemanfaatan lahan sawah pada musim kemarau. Komoditas ini memiliki prospek ekonomi dan gizi yang sangat cerah karena keunggulannya yang berumur genjah, lebih tahan kekeringan, serta kaya akan protein dan asam amino esensial. Dari aspek biologis dan genetik, pemuliaan difokuskan pada perakitan varietas unggul yang berdaya hasil tinggi dan stabil melalui isolasi, persilangan, hingga seleksi terhadap cekaman biotik (hama/penyakit) maupun abiotik. Selain itu, efisiensi budidaya sangat ditentukan oleh ketepatan waktu tanam, populasi tanaman, dan pengelolaan lahan sawah sesudah padi untuk mengoptimalkan produktivitas nasional.
Item
Pedoman Penerapan Rekomendasi Pengendalian Hama Terpadu Kedelai
(Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2008) Yuliantoro Baliadi; Wedanimbi Tengkano; Bedjo; Subandi
Item
Pedoman Budi Daya Ubi Kayu di Indonesia
(IAARD Press, 2017) Nasir Saleh; Abdullah Taufiq; Yudi Widodo; Titik Sundari
Membahas strategi peningkatan produksi dan produktivitas ubi kayu untuk memenuhi kebutuhan pangan, pakan, dan industri nasional melalui penerapan teknologi budi daya yang tepat dan efisien. Pembahasan mencakup aspek biologi, klasifikasi varietas unggul (untuk pangan dan industri), serta teknik budi daya komprehensif yang meliputi pengolahan lahan, pengelolaan bahan tanam, pemilihan waktu dan pola tanam (monokultur, tumpangsari, hingga sistem Mukibat), manajemen pemupukan, hingga pengendalian hama dan penyakit utama. Selain itu, panduan ini mengulas teknik pemanenan serta analisis potensi ekonomi dan pengembangan agroindustri berbasis rantai nilai ubi kayu di daerah sentra produksi guna meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan petani.
Item
Mengenal Hama Penting Tanaman Aneka Kacang dan Pengendaliannya
(Badan Standardisasi Instrumen Pertanian, 2023) Titik Sundari
Buku berjudul Mengenal Hama Penting Tanaman Aneka Kacang dan Pengendaliannya ini disusun untuk membantu para pelaku budidaya tanaman aneka kacang (kedelai, kacang tanah, dan kacang hijau) dalam mengenali serta mengendalikan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) secara efektif dan tepat. Penulis mengelompokkan hama ke dalam empat kategori berdasarkan fase kemunculannya, yaitu hama fase juvenil (seperti lalat kacang), hama fase vegetatif (pemakan/pengisap daun seperti ulat grayak, ulat jengkal, kutu kebul, dan thrips), hama fase generatif (pemakan/pengisap polong seperti ulat pemakan polong, penggerek polong, dan kepik), serta hama gudang penyimpanan (Callosobruchus spp.). Pengendalian secara sembarangan dapat memusnahkan musuh alami serta memicu resistensi hama. Oleh karena itu, buku ini menyajikan informasi komprehensif mengenai bioekologi, tanaman inang, gejala serangan, hingga strategi pengendalian terpadu—meliputi teknik kultur teknis (seperti rotasi tanaman dan tanam serempak), pengendalian mekanis, pemanfaatan agens hayati/pestisida nabati, hingga aplikasi pestisida kimia secara bijak berdasarkan ambang kendali