Repositori Kementerian Pertanian
Repositori Publikasi Kementerian Pertanian merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan lingkup Kementerian Pertanian. Publikasi terdiri dari:
- terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical)
- berkala semi ilmiah (semi populer jurnal)
- tidak berkala (leaflet, poster, infografis)
Repositori dikelola oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik Kementerian Pertanian dalam penyediaan informasi pertanian.
Guna meningkatkan mutu layanan yang lebih baik, kami mengharap kesediaan Saudara berkenan mengisi Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkait layanan Repositori Publikasi Kementerian Pertanian pada link berikut ini https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/surveypustakadigital/.

Communities in Repositori
Select a community to browse its collections.
Now showing 1 - 10 of 10
Recent Submissions
Item
Pemanfaatan Limbah Padi Untuk Pakan Pada Sistem Integrasi Tanaman-Ternak
(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Haryanto, Budi; I.G.M. Budiarsana
Abstrak
Pemanfaatan limbah tanaman padi seperti jerami dan dedak merupakan salah satu strategi kunci dalam mendukung keberlanjutan Sistem Integrasi Tanaman-Ternak (SITT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi, tingkat efektivitas, serta dampak ekonomi dan lingkungan dari pemanfaatan limbah padi sebagai pakan utama ternak ruminansia. Metode pengkajian dilakukan melalui pendekatan deskriptif analitis dengan penerapan teknologi pengolahan pakan (seperti fermentasi dan amoniasi jerami) untuk meningkatkan nilai nutrisi dan daya cerna. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa pengolahan jerami padi mampu meningkatkan kandungan nutrisi dan kecernaan pakan, sekaligus menekan biaya operasional pembelian pakan secara signifikan. Integrasi ini membentuk siklus hara tertutup (closed-loop system), di mana limbah padi dikonversi menjadi sumber pakan ternak, sementara limbah kotoran ternak dimanfaatkan kembali sebagai pupuk organik bagi tanaman padi. Secara keseluruhan, pemanfaatan limbah padi dalam SITT terbukti mampu meningkatkan produktivitas ternak, kemandirian pakan, serta efisiensi dan pendapatan petani-peternak secara berkelanjutan.
Abstract
Utilizing rice crop residues, such as straw and bran, is a key strategy for supporting the sustainability of Crop-Livestock Integration Systems (CLIS). This study aims to analyze the potential, effectiveness, and economic and environmental impacts of using rice residues as the primary feed for ruminant livestock. A descriptive-analytical approach was employed, incorporating feed processing technologies—such as fermentation and straw ammonization—to enhance nutritional value and digestibility. The findings indicate that processing rice straw improves both nutritional content and feed digestibility while significantly reducing operational costs associated with feed procurement. This integration establishes a closed-loop nutrient cycle in which rice residues are converted into livestock feed, while livestock manure is repurposed as organic fertilizer for the rice crops. Overall, the utilization of rice residues within CLIS has proven capable of sustainably enhancing livestock productivity, feed self-sufficiency, and the efficiency and income of farmer-livestock keepers.
Item
Persepsi Petani terhadap Teknologi Usaha Tani Organik dan Niat untuk Mengadopsinya
(IAARD Press, 2015-11-10) Ashari; Sharifuddin, J.; Mohammed, Z.A.; Terano, R.
Pertanian organik memiliki prospek pasar yang cerah di masa mendatang, tetapi tingkat adopsinya terbilang masih lambat. Terkait dengan hal ini, persepsi petani terhadap karakteristik inovasi adalah faktor yang sangat penting. Jika petani mempersepsikan bahwa sebuah inovasi akan memberikan keuntungan maka proses adopsi akan lebih mudah dan terjadi sebaliknya. Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi petani tentang kemanfaatan, kemudahan penggunaan, dan tingkat risiko dari pertanian organik, serta hubungan dengan perilaku niat untuk mengadopsi teknologi pertanian organik. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, dengan responden sebanyak 600 orang petani padi. Responden dikategorikan menjadi dua kelompok, yaitu petani semiorganik dan konvensional. Data digali melalui kuesioner terstruktur dengan wawancara tatap muka. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara manfaat yang dirasakan dan niat petani untuk adopsi (r = 0,512; 0,717, p = 0,00). Persepsi kemudahan penggunaan dan perilaku niat juga menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan (r = 0,465; 0,701, p = 0,00). Sementara itu, antara persepsi terhadap risiko dan niat juga ada hubungan negatif dan signifikan terhadap niat untuk adopsi (r = -0,279; -0,546, p = 0,00). Kesimpulannya, petani memiliki persepsi yang positif tentang manfaat dan kemudahan penggunaan, serta risiko terhadap teknologi pertanian organik. Dukungan dari beberapa pihak untuk menyosialisasikan keunggulan pertanian sangat diperlukan mendorong petani terlibat dalam praktik pertanian organik
Item
Menggali Peluang Pengembangan Agroindustri Melalui Diversifikasi Pemanfaatan Limbah Padi
(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Rachmat, Ridwan; Suismono; FagI, Achmad M.
Abstrak
Indonesia sebagai negara agraris menghasilkan limbah padi yang sangat melimpah, seperti sekam, jerami, dan bekatul. Namun, pemanfaatannya di tingkat unit penggilingan dan petani masih didominasi oleh penggunaan bernilai ekonomi rendah atau bahkan dibakar secara terbuka yang memicu pencemaran lingkungan. Artikel ini mengkaji peluang strategis pengembangan agroindustri berbasis diversifikasi pemanfaatan limbah padi untuk menciptakan nilai tambah ekonomi serta mendukung implementasi prinsip ekonomi sirkular. Melalui pendekatan studi literatur sistematis dan analisis deskriptif, dikaji berbagai potensi konversi teknologi limbah padi, meliputi pemanfaatan sekam menjadi arang sekam, briket energi terbarukan, silika, dan karbon aktif; transformasi jerami menjadi media tanam jamur, pupuk organik (bokashi), serta papan serat; serta pengolahan bekatul dan dedak menjadi minyak bekatul (rice bran oil) dan pakan bernutrisi tinggi. Hasil kajian menunjukkan bahwa diversifikasi pemanfaatan limbah padi berpotensi secara signifikan meningkatkan margin pendapatan pelaku agroindustri hingga 30–50%, mengurangi ketergantungan pada energi fosil, serta menekan emisi gas rumah kaca. Kendala utama yang dihadapi mencakup sifat bahan baku yang kamba (bulky), sebaran lokasi penggilingan yang terfragmentasi, serta keterbatasan investasi awal pada teknologi pengolahan berskala industri. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha melalui kebijakan insentif, introduksi teknologi tepat guna, serta penguatan kelembagaan rantai pasok guna mempercepat transformasi rantai nilai agroindustri padi menuju keberlanjutan.
Abstract
As an agricultural nation, Indonesia generates abundant rice waste, such as rice husks, straw, and bran; however, its utilization at the mill and farmer levels remains predominantly low-value or subject to open burning, triggering environmental pollution. This article explores strategic opportunities for agroindustrial development through the diversification of rice waste utilization to create economic added value and support the implementation of circular economy principles. Through a systematic literature review and descriptive analysis, various technological conversion potentials of rice waste are examined, including the conversion of husks into husk charcoal, renewable energy briquettes, silica, and activated carbon; the transformation of straw into mushroom growing media, organic fertilizer (bokashi), and fiberboard; as well as the processing of bran into rice bran oil and high-nutrition animal feed. The findings indicate that diversifying rice waste utilization significantly increases the profit margins of agroindustrial actors by 30–50%, reduces dependence on fossil fuels, and decreases greenhouse gas emissions. Main challenges identified include the bulky nature of the raw material, fragmented milling locations, and limited initial capital investment for industrial-scale processing technologies. Consequently, synergy among academia, government, and industry is required through incentive policies, appropriate technology introduction, and supply chain institutional strengthening to accelerate the transformation of the rice agroindustrial value chain toward sustainability.
Item
Hubungan karakteristik mahasiswa dengan minat bekerja di pertanian: studi kasus Fakultas Pertanian, Universitas Sintuwu Maroso
(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2024-06-25) Ahmad, Nurmayanti H; Managanta, Andri Amaliel
Pengembangan pertanian di Indonesia menghadapi berbagai macam permasalahan, salah satunya adalah rendahnya minat generasi muda terhadap pertanian, yang disebabkan oleh faktor pendorong dan faktor penarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik mahasiswa, keluarga, dan faktor masyarakat dengan minat mahasiswa untuk bekerja di bidang pertanian. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai Oktober 2022 dengan responden 94 mahasiswa Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sintuwu Maroso yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Analisis dilakukan secara deskriptif dan menggunakan uji korelasi rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik mahasiswa (jenis kelamin, pengalaman budi daya, asal daerah) dan keluarga (pekerjaan orang tua dan kepemilikan lahan) memiliki hubungan yang signifikan dengan minat mahasiswa bekerja di bidang pertanian. Faktor masyarakat (hubungan antartetangga dan budaya setempat) juga memiliki hubungan yang signifikan terhadap keinginan mahasiswa untuk bekerja di bidang pertanian. Implikasi kebijakan dari hasil penelitian ini menekankan perlunya respons yang komprehensif dari pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, dalam meningkatkan minat serta keterlibatan mahasiswa dalam sektor pertanian yang sebagai pilar utama dalam perekonomian dan kehidupan sosial.
DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v22i1.81-95
Item
Ketersediaan beras menuju kemandiriaan pangan: pendekatan sistem dinamik
(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2024-07-16) Wajdah, Risna Rahmatul; Nurmalina, Rita; Yusalina
Permintaan beras di Indonesia terus meningkat, namun ketersediaannya dihadapkan pada berbagai permasalahan. Produksi, produktivitas, dan luas lahan padi cenderung menurun, sementara jumlah penduduk terus bertambah. Penelitian ini bertujuan untuk membangun dan menganalisis ketersediaan beras dan merumuskan rekomendasi kebijakan bagi pencapaian kemandirian pangan. Metode penelitian menggunakan pendekatan sistem dinamik dengan dibantu alat analisis Powersim 10 dan Vensim PLE. Validasi model dilakukan untuk periode tahun 2018-2022 dan model disimulasikan hingga tahun 2045. Hasil simulasi pada kondisi basis memproyeksikan kondisi defisit ketersediaan beras dari produksi domestik pada tahun 2045. Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan berbagai upaya peningkatan produksi padi secara substansial melalui perluasan lahan sawah di luar Pulau Jawa, pelaksanaan peraturan mengenai konversi lahan secara efektif, peningkatan penyuluhan bagi petani mengenai sistem usaha tani berkelanjutan, dan pengelolaan stabilitas harga padi dan beras yang memperhatikan kepentingan petani dan konsumen. Di sisi permintaan, pemerintah perlu melakukan sosialisasi dan promosi diversifikasi konsumsi berbasis pangan lokal kepada petani dan pelaku usaha industri pangan.
DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v22i1.63-80