Repositori Kementerian Pertanian

Repositori Publikasi Kementerian Pertanian merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan lingkup Kementerian Pertanian. Publikasi terdiri dari:

  • terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical)
  • berkala semi ilmiah (semi populer jurnal)
  • tidak berkala (leaflet, poster, infografis)

Repositori dikelola oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik Kementerian Pertanian dalam penyediaan informasi pertanian.

Guna meningkatkan mutu layanan yang lebih baik, kami mengharap kesediaan Saudara berkenan mengisi Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkait layanan Repositori Publikasi Kementerian Pertanian pada link berikut ini https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/surveypustakadigital/.

Image by nikitabuida on Freepik
 

Recent Submissions

Item
Ketahanan Struktural Pada Tanaman Cengkeh Terhadap Penyakit Cacar Daun Cengkeh
(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri, 1988-07) Achmad Denian
Keadaan struktur tanaman, misalnya: tebalnya kutikula, epidermis atas, epidermis bawah, tipe dan ukuran stomata daun, mempunyai peranan penting dalam ketahanan tanaman tersebut terhadap penyakit. yakit. Struktur tersebut ber- fungsi sebagai proteksi terhadap organisme patogen. Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Cibinong Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Penelitian ini ber- tujuan menguji ketahanan struktural tanaman terhadap penyakit cacar daun cengkeh. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan enam perlakuan dan lima ulangan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa rata- rata persentase daun terserang tiap tanaman, jumlah bercak tiap daun dan intensitas serangan tiap tanaman, tidak ber- beda nyata antara masing-masing tipe cengkeh, demikian juga karakteristik morfologis dan anatomis daun. Persentase daun terserang tiap tanaman, jumlah bercak tiap daun dan inten- sitas serangan tiap tanaman menunjukkan angka yang tinggi, yang berarti semua tipe yang diteliti rentan terhadap penyakit ini, namun terdapat korçlasi antara karakteristik morfologis dan anatomis dengan ketahanannya. Karakteristik mor- fologis dan anatomis yang tahan dicirikan dengan jumlah dan ukuran stomata yang kecil dan lapisan epidermis atas dan bawah daun yang lebih tebal dibandingkan dengan yang ren- tan.
Item
Pengaruh Umur Panen dan Pembuangan Bunga Terhadap Produksi rimpang Pancing
(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri, 1988-07) Yulia Pujiharti, Ondari dan Asep Ruwenda
Pengaruh umur tanaman pacing (Costus speciosus (Koen) Smith) waktu dipanen dan pembuangan bunga terhadap per- tumbuhan dan produksi rimpang telah dipelajari di Sub Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Natar, mulai bulan Pebruari 1984 sampai Pebruari 1986. Penelitian ini meng- gunakan rancangan acak kelompok dengan susunan faktorial dengan dua ulangan. Faktor yang diuji adalah pembuangan bunga (dibuang bunganya dan tanpa dibuang bunganya) serta umur panen (dipanen umur 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, 20, 22 dan 24 bulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuangan bunga tidak berpengaruh nyata baik terhadap pertumbuhan vegetatif maupun produksi rimpang, sedangkan umur panen. nyata meningkatkan produksi rimpang. Semakin tua umur tanaman waktu dipanen semakin banyak jumlah batang/rum- pun dan semakin tinggi produksi rimpang. Pada umur 24 bulan produksi rimpang mencapai 3.52 kg/rumpun atau setara dengan 35 ton/ha
Item
Pertumbuhan Bibit Lada , Dari Cabang Buah Primer dan Sekunder
(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri, 1988-07) U. Suparman dan Ade Sopandi
Tiga macam setek cabang buah lada yaitu: setek satu ruas berdaun tunggal dari cabang primer serta setek satu ruas dan dua ruas berdaun tunggal dari cabang sekunder telah diuji daya pertumbuhannya. Rancangan yang digunakan adalah acak lengkap dengan sembilan ulangan dan masing-masing perlakuan terdiri dari 10 setek. Hasilnya menunjukkan bahwa setek yang berasal dari cabang sekunder, baik satu ruas dan dua ruas berdaun tunggal, persentase tumbuhnya men- capai masing-masing 88.89% dan 90%, lebih baik diban- dingkan dengan setek satu ruas berdaun tunggal dari cabang primer yang hanya mencapai 67.78%.
Item
Kemungkinan Peningkatan Nilai Guna Amorphophallus SPP. Melalui Fermentasi Substrat Pada Oleh Kapang Rhizopus
(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri, 1988-07) Titik K. Prana dan E. Sukara
Tiga macam tepung Amorphophallus spp. telah diteliti untuk melihat kemungkinan peningkatan nilai guna tanaman ini melalui proses fermentasi substrat padat oleh kapang Rhizopus. Jenis-jenis Amorphophallus yang dipakai adalah 4. blumei, A. campanulatus f. hortensis dan A. campanulatus 1. sylvestris. Hasil percobaan menunjukkan bahwa jenis-jenis Amorphopallus yang digunakan dapat dijadikan substrat yang baik bagi kapang Rhizopus dan dapat memproduksi enzim lebih tinggi daripada substrat tepung singkong. Amor- phophallus blumei memberikan hasil yang lebih baik, karena jenis ini dapat dijadikan substrat untuk produksi enzim sekaligus dapat meningkatkan kadar protein biomassa. De- ngan demikian jenis ini mempunyai potensi paling besar untuk dikembangkan. Mengingat A. campanulatus 1. sylvestris sejauh ini hampir tidak termanfaatkan, disarankan untuk dikaji lebih lanjut kemungkinan pendayagunaannya
Item
Efektivitas Beberapa Biak Rhizobium Terhadap Pertumbuhan Dan Penambatan Nitrogen Pada Erythrina Fusca
(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri, 1988-07) S. Purwaningsih dan S. Abdulkadir
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui effektivitas beberapa biak Rhizobium terhadap pertumbuhan dan penam- batan nitrogen pada Erythrina fusca yang ditanam pada pasir steril di rumah kaca. Biak Rhizobium yang dipakai yakni biak Reco, Redo, Rero, Refu, Roli, Rap, R tfl, R Hir, R af, dan No 119 Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua biak yang diinokulasikan mampu membentuk bintil akar pada tanaman tersebut. Pertumbuhan tanaman yang diinokulasi dengan bi- ak Reco, Redo, R ero, R efu, R oli, Rap, R tfl, R Hir, dan No 119 nyata lebih dari tanaman kontrol (tanpa diinokulasi dan tanpa senyawa N terikat). Jumlah nitrogen yang ditam- bat oleh tanaman Erythrina fusca berkisar 68.9 sampai 2580.1/ ugN/bintil/jam. Kegiatan penambatan nitrogen tertinggi ter- lihat pada tanaman yang diinokulasi dengan biak No 119, dan terendah pada tanaman yang diinokulasi dengan biak R af. Nilai "symbiotic capacity" yang efektif terdapat pada tanaman yang diinokulasi dengan biak R ero, R efu dan R Hir.