Repositori Kementerian Pertanian
Repositori Publikasi Kementerian Pertanian merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan lingkup Kementerian Pertanian. Publikasi terdiri dari:
- terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical)
- berkala semi ilmiah (semi populer jurnal)
- tidak berkala (leaflet, poster, infografis)
Repositori dikelola oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik Kementerian Pertanian dalam penyediaan informasi pertanian.
Guna meningkatkan mutu layanan yang lebih baik, kami mengharap kesediaan Saudara berkenan mengisi Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkait layanan Repositori Publikasi Kementerian Pertanian pada link berikut ini https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/surveypustakadigital/.

Communities in Repositori
Select a community to browse its collections.
Now showing 1 - 10 of 10
Recent Submissions
Item
Budi Daya Padi Apung
(Pertanian Press, 2025) Balai Peramalan dan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan, Kerawang
Teknik budi daya padi apung merupakan inovasi budi daya padi dengan sIstem tanam yang dilakukan di atas rakit dan hanya dapat dilakukan di lahan rawa/perairan. Pada metode ini, padi ditanam dalam rakit yang berfungsi sebagai sawah terapung sehingga tidak terpengaruh oleh ketinggian air. Rakit dapat dibuat dari bambu atau bahan ringan seperti stereofoam dengan alat pelampung berupa jeriken.
Item
Busuk pangkal batang (Sclerotium rolfsii) pada tanaman porang (Amorphophallus muelleri Blume)
(Pertanian Press, 2025) Balai Peramalan dan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Karawang
Porang (Amorphophallus muelleri Blume) merupakan salah satu jenis tanaman dari familia Araceae (talas-talasan). Umbi porang mengandung glucomannan yang dapat dimafaatkan sebagai bahan pangan fungsional yang berkhasiat bagi kesehatan. Salah satu kendala dalam budi daya porang adalah penyakit tanaman busuk pangkal batang porang (BPBP) yang disebabkan oleh jamur Sclerotium rolfsii. Gejala serangan ditandai dengan busuk pada pangkal batang yang menjalar sampai ke tangkai daun, akibatnya tangkai daun rebah dan membusuk dan akhirnya tanaman layu dan mati. Infeksi terjadi pada masa vegetatif tanaman dengan suhu yang mendukung (27–35 ºC), kelembapan relatif tinggi (>50%), dan kondisi tanah basah. Penanganan dengan aplikasi patogen Trichoderma viride dengan dosis 75--150 g per tanaman mampu memberikan penekanan intensitas BPBP sebesar 69,17% serta penekanan persentase busuk umbi sebesar 69,46%.
Item
Umpan Balik Temu Lapang Inovasi Alat Tanam Indo Jarwo Transplanter: Studi Kasus di Kecamatan Jayanti, Tangerang, Banten
(IAARD Press, 2015-11-10) Setyowati, Iin; Yursak, Z.
Swasembada padi berkelanjutan merupakan target yang harus dicapai pemerintah saat ini. Pendekatan pengelolaan tanaman terpadu (PTT) padi merupakan inovasi dalam usaha tani padi dengan salah satu komponen pendekatannya adalah sistem tanam jajar legowo. Kendala aplikasi sistem tanam jajar legowo adalah berkurangnya dan mahalnya upah tenaga kerja pertanian serta kurangnya alat mekanisasi. Diseminasi alat tanam Indo jarwo transplanter dilakukan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten melalui temu lapang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui umpan balik masyarakat, yaitu informasi pengetahuan, sikap, dan motivasi terhadap alat tanam Indo jarwo transplanter. Informasi ini digunakan sebagai pendekatan dalam perbaikan kegiatan penyuluhan pertanian. Penelitian dilakukan di Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta temu lapang, sampel penelitian adalah peserta temu lapang sebanyak 28 orang yang dipilih secara sengaja. Hasil penghimpunan data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Data kuantitatif dengan skala ordinal dianalisis menggunakan statistik nonparametrik chi-square test (x²) untuk
mengetahui hubungan nyata antara pengetahuan dan sikap dengan motivasi responden terhadap alat tanam Indo jarwo transplanter melalui perangkat lunak SPSS 20. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa semakin tinggi pengetahuan masyarakat, sikap masyarakat terhadap alat tanam Indo jarwo transplanter tidak semakin positif. Hal tersebut disebabkan permasalahan sosial di Kecamatan Jayanti dan sekitarnya, di mana masih tersedia tenaga kerja pertanian berasal dari kalangan menengah ke bawah dan berstatus janda. Motivasi masyarakat terhadap alat tanam Indo jarwo transplanter tinggi karena selama ini upah tenaga kerja pertanian tinggi dan sebagian besar tenaga kerja pertanian berusia di atas 40 tahun yang lambat laun jumlahnya semakin berkurang.
Item
Profil Pendapatan dan Konsumsi Pedesaan Jawa Timur
(Pusat Penelitian Agro Ekonomi, 1986-11-01) Faisal Kasryno; Nataatmadja, Hidayat; Rasahan, Chairil A.; Yusdja, Yusmichad
Data pertanian yang dikumpulkan oleh BPS dipandang tidak memadai untuk memonitor keragaan sektor pertanian secara cukup terperinci. Tanpa mengurangi relevansi data BPS untuk memonitor pertumbuhan sektor pertanian rakyat, Departemen Pertanian, khususnya Badan Litbang Pertanian, merasa perlu untuk melaksanakan semacam "middle range study" untuk menjembatani kekurangan informasi terperinci dari data BPS di satu pihak dan sempitnya wawasan yang ditangani dalam studi-studi mikro usahatani yang dilaksanakan secara sporadis oleh berbagai lembaga penelitian. Dengan studi PATANAS diharapkan kedua macam informasi itu dapat diolah menjadi suatu simphoni yang mampu menggambarkan denyut pembangunan yang terjadi di desa-desa, di subsektor pertanian rakyat, yang sering dipandang sebagai "kotak hitam" yang penuh dengan misteri.
Sasaran pembangunan adalah meningkatkan pendapatan petani, menyediakan kesempatan kerja, dan menegakkan asas pemerataan. Tetapi kalau dipertanyakan apakah sasaran-sasaran itu telah dicapai, sedikit sekali informasi yang dapat kita sajikan, karena sebagian besar informasi yang ada berkisar pada produksi dan produktivitas. Tidak heran banyak pihak yang mempertanyakan mengenai dampak pembangunan terhadap pendapatan masyarakat desa, misalnya anggapan bahwa pembangunan justru memiskinkan suatu golongan masyarakat desa, kelompok penduduk desa yang tidak memiliki lahan usaha. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini tidak dapat secara memuaskan dijawab melalui studi-studi mikro dalam wawasan wilayah yang sempit, dan sulit pula secara meyakinkan dijawab dengan menggunakan data nasional yang dikumpulkan oleh BPS. Melalui studi PATANAS inilah pertanyaan-pertanyaan seperti itu dapat kita jawab dengan tingkat ketepatan dan keterwakilan (representativeness) yang memadai.
Item
Intensifikasi Jagung Melalui Pengelolaan Air Presisi
(BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian, 2026-08-19) BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian
Pengelolaan lahan kering untuk budidaya jagung kini semakin optimal dengan hadirnya inovasi presisi berbasis IoT. Salah satu contoh penerapan teknologi ini mengintegrasikan sumber pasokan air sumur bor dalam, sensor tanah pintar, serta irigasi big gun yang menyalurkan air secara otomatis sesuai kebutuhan spesifik tanaman. Dengan tingkat akurasi penyiraman yang tinggi, sistem ini membantu menjaga ketersediaan air secara konstan di tengah ketidakpastian cuaca sekaligus meminimalkan risiko gagal panen akibat kekeringan.