Repositori Kementerian Pertanian
Repositori Publikasi Kementerian Pertanian merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan lingkup Kementerian Pertanian. Publikasi terdiri dari:
- terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical)
- berkala semi ilmiah (semi populer jurnal)
- tidak berkala (leaflet, poster, infografis)
Repositori dikelola oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik Kementerian Pertanian dalam penyediaan informasi pertanian.
Guna meningkatkan mutu layanan yang lebih baik, kami mengharap kesediaan Saudara berkenan mengisi Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkait layanan Repositori Publikasi Kementerian Pertanian pada link berikut ini https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/surveypustakadigital/.

Communities in Repositori
Select a community to browse its collections.
Now showing 1 - 10 of 10
Recent Submissions
Item
Inventarisasi dan Identifikasi Serangga-Serangga Yang Terdapat Pada Tanaman Lada di Bangka
(Media komunikasi pusat penelitian dan pengembangan tanaman industri, 1989-02) ZULFIAH ASNAWI, BADRUN SATAR DAN DECIYANTO S
Semunjung / Semsung (Dasynus piperis): Menghisap buah lada. Semunjung Besar: Menghisap buah lada. Kapal Terbang / Fuik Kicong (Diplogomphus hewetti): Menghisap bunga lada. Ulat Buku (Lophobaris piperis): Menggerek batang/cabang, serta merusak buah, bunga, dan pucuk/daun muda. Rayap / Rampa (Coptotermes curvignathus): Merusak akar, batang, dan tiang panjat. Belalang (Ordo Orthoptera): Merusak daun lada. Kutu Putih (Pseudococcus citri): Merusak bunga dan buah lada. Kutu Daun (Toxoptera aurantii): Merusak daun lada. Kumbang Gajah (Lophobaris serratipes): Merusak buah lada. Ulat Jengkal (Ordo Lepidoptera): Merusak pucuk daun muda, bunga, dan buah muda. Lalat Putih (Aleurodicus destructor): Merusak daun lada.
Item
Perubahan Ekonomi Pedesaan Menuju Struktur Ekonomi Berimbang
(Pusat Penelitian Agro Ekonomi, 1988-09-01) Kasryno, Faisal; Suryana, Achmad; Djauhari, Achmad; Simatupang, Pantjar; Hutabarat , Budiman; Rasahan, Chairil A.
Pemahaman dinamika pedesaan merupakan salah satu kunci utama dalam perumusan kebijaksanaan pembangunan pertanian yang tangguh. Pentingnya pemahaman tersebut lebih menonjol lagi karena sektor pertanian masih tetap menjadi sektor penting dalam pembangunan nasional. Sektor pertanian tetap diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan, mendorong menyediakan kesempatan kerja, dan penghasil devisa.
Sejalan dengan proses pembangunan nasional yang terus berlanjut, ekonomi pedesaan mengalami perubahan struktural secara dinamis. Pada saat ini struktur ketenagakerjaan, ragam sumber dan distribusi pendapatan dan pola konsumsi masyarakat pedesaan berbeda jelas dibandingkan dengan keadaan 20 tahun atau bahkan 10 tahun lalu. Peningkatan rata-rata tingkat pendidikan dan pendapatan riil serta makin terbukanya daerah pedesaan merupakan faktor positif yang membawa perubahan-perubahan tersebut.
Perubahan struktural ekonomi pedesaan tersebut dicoba direkam dalam prosiding ini. Pembahasan meliputi aspek-aspek usahatani padi, usahatani non padi, ketenagakerjaan, pendapatan, dan konsumsi. Cakupan daerah analisa meliputi pedesaan-pedesaan Sumatera Barat, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan. Semua tulisan diangkat dari hasil penelitian Patanas (Panel Petani Nasional) di ketiga propinsi tersebut. Prosiding ini adalah kelanjutan dari prosiding serupa tentang Profil Pendapatan dan Konsumsi Pedesaan Jawa Timur yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian Agro Ekonomi pada tahun 1986. Sejalan dengan penelitian Patanas yang dilaksanakan secara berlanjut, prosiding semacam ini masih akan diterbitkan oleh Pusat Penelitian Agro Ekonomi pada tahun-tahun mendatang dan cakupan propinsi yang diperluas.
Item
Faktor-Faktor Yang Berperan Dalam Penanganan Pasca Panen Simplisia
(Media komunikasi pusat penelitian dan pengembangan tanaman industri, 1989-02) SRI YULIANI
Item
Peningkatan Kualitas Serat Karung Dengan Perbaikan Cara Pengolahan
(Media komunikasi pusat penelitian dan pengembangan tanaman industri, 1989) BUDI SAROSO
Pembentukan Gula, Asam Organik, dan Asam AminoBahan dasar udara ($CO_2$) dan air disintesis menjadi gula melalui fotosintesis. Gula dimanfaatkan dalam respirasi untuk menghasilkan asam organik, ATP, dan NADH yang digunakan dalam metabolisme nitrogen untuk membentuk asam amino (seperti aspartat, ornitin, dan lisin). 2. Pembentukan Asam Nikotinat (Nicotinic Acid)Asam amino (seperti asam aspartat) bereaksi dengan gliserol membentuk quinolinic acid. Quinolinic acid masuk ke dalam siklus nukleotida piridin (pyridine nucleotide cycle) untuk menghasilkan nicotinic acid. 3. Pembentukan Cincin Pirolidin dan PiperidinCincin Pirolidin (untuk Nikotin): Asam amino ornithine mengalami dekarboksilasi menjadi putrescine, lalu dimetilasi dan dioksidasi membentuk garam N-methylpyrrolinium. Cincin Piperidin (untuk Anabasin): Asam amino lysine mengalami reaksi siklisasi (melalui cadaverine) hingga membentuk $\Delta^1$-piperideine. 4. Pembentukan Alkaloid UtuhNicotinic acid + garam N-methylpyrrolinium bereaksi membentuk nikotin di dalam akar. Nicotinic acid + $\Delta^1$-piperideine bereaksi membentuk anabasin. 5. Konversi Menjadi NornikotinNikotin yang telah dibentuk di akar ditransportasikan melalui xilem ke daun. Di dalam daun, nikotin mengalami reaksi demetilisasi (pengurangan gugus metil) yang diatur oleh gen tunggal untuk diubah menjadi nornikotin.
Item
Menjaga Brokoli Tetap Segar Dan Tahan Lama
(Pertanian Press, 2025) Saptoningsih
Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang melakukan pengkajian untuk mengetahui faktor utama dalam menjaga tingkat kesegaran dan kualitas brokoli setelah panen, Tiga faktor utamanya adalah perlakuan pra-pendinginan, suhu penyimpanan, dan penggunaan kemasan. Setelah dipanen brokoli perlu segera diturunkan suhunya hingga (0–4 °C) untuk mengubah dari suhu lapang menjadi suhu ruang dengan menempatkan brokoli pada ruang atau mesin pra pendinginan/pre-cooling. Selanjutnya brokoli yang disimpan di suhu rendah (±8 °C) pada cold storage, sehingga brokoli lebih tahan lama dan tidak cepat layu. Gunakan plastik kemasan untuk menjaga kelembaban optimal, mengurangi kerusakan fisik, dan melindungi dari benturan dan udara berlebih, serta memperlambat perubahan warna. Dengan perlakuan ini, brokoli hanya mengalami penyusutan berat sekitar 2,45% setelah 9 hari, teksturnya tetap keras dan warna hijau bunga brokoli masih bertahan hingga hari ke-8.