Repositori Kementerian Pertanian

Repositori Publikasi Kementerian Pertanian merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan lingkup Kementerian Pertanian. Publikasi terdiri dari:

  • terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical)
  • berkala semi ilmiah (semi populer jurnal)
  • tidak berkala (leaflet, poster, infografis)

Repositori dikelola oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik Kementerian Pertanian dalam penyediaan informasi pertanian.

Guna meningkatkan mutu layanan yang lebih baik, kami mengharap kesediaan Saudara berkenan mengisi Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkait layanan Repositori Publikasi Kementerian Pertanian pada link berikut ini https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/surveypustakadigital/.

Image by nikitabuida on Freepik
 

Recent Submissions

Item
Kombinasi Pemupukan Sebagai Komponen Pengelolaan Tanaman Terpadu Padi Gogo
(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Rustiati, Tita; M. Hikmah, Zaqiah
Abstak Perkembangan industri saat ini terus menggeser lahan pertanian optimal menjadi lahan-lahan pertanian suboptimal. Lokasi serta tingkat kesuburan di lahan suboptimal dirasa masih kurang menguntungkan bagi petani. Lokasi yang jauh dari pemukiman petani serta tingkat kesuburan yang masih rendah menjadi kendala bagi petani untuk berusaha tani lahan suboptimal. Seiring dengan produktivitas yang belum optimal maka diperlukan perbaikan komposisi dan dosis pupuk agar meningkatkan kesuburan serta produktivitas setempat. Untuk mencapai tingkat produksi yang tinggi perlu penerapan teknologi yang tepat, baik varietas yang digunakan, cara dan dosis pemupukan serta waktu tanamnya. Komponen teknologi yang diterapkan harus sinergis satu dengan lainnya dan masing-masing komponen teknologi sendiri-sendiri atau bersama dengan lainnya harus sinergi dengan lingkungan tumbuh tanaman. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan kombinasi pupuk organik dan anorganik serta hayati yang optimal untuk mencapai hasil optimum pada tanaman padi gogo. Penelitian ini dilakukan di Jawa Barat yaitu di Kabupaten Indramayu. pada tahun 2016/2017. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan dan luas petak percobaan 6 x 5 m2. Terdapat 14 plot percobaan dengan kombinasi pupuk anorganik, organik dan hayati yang berbeda baik berdasar PUTK maupun petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk anorganik, pupuk organik, pupuk hayati dan kombinasi diantaranya berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman yaitu tinggi tanaman dan jumlah anakan per rumpun. Perlakuan pupuk anorganik, pupuk organik, pupuk hayati dan kombinasi diantaranya berpengaruh nyata terhadap perhitungan komponen hasil antara lain jumlah malai per rumpun, jumlah gabah per malai, bobot 1000 butir namun tidak untuk persen gabah isi. Pemberian pupuk anorganik tetap diperlukan untuk mendukung pertumbuhan tanaman dan hasil padi gogo. Namun perlu mengkombinasikan pupuk anorganik dengan pupuk organik dan pupuk hayati, selain untuk mendukung pertumbuhan dan produksi padi ada hal penting yaitu untuk konservasi tanah dan air di lahan gogo.
Item
Efektivitas Pemupukan NPK Menggunakan Pupuk Hayati Agrimeth Pada Padi Varietas Inpari 10 di Lahan Sawah Inceptisol Bogor
(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Purwani, Jati; Pratiwi, Etty; D. Hastuti, Ratih; Salma, Selly; Wardana, I Putu
Abstrak Agrimeth adalah pupuk hayati yang mengandung beberapa jenis bakteri yaitu Bradyrhizobium japonicum, Rhizobium japonicum, Azotobacter sp, Bacillus sp dan Methylobacterium sp yang dikemas dalam bahan pembawa berbentuk bubuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pemupukan N, P, dan K menggunakan pupuk hayati Agrimeth pada pertumbuhan dan hasil padi di Inceptisol Bogor. Percobaan adalah rancangan acak kelompok terdiri dari 7 perlakuan dengan empat ulangan per perlakuan. Perlakuan yang dilakukan adalah: 1) Kontrol yang tidak dipupuk, 2) Pupuk NPK 100% dari tingkat yang direkomendasikan, 3) Agrimeth, 4) Pupuk NPK pada 25% dari tingkat yang direkomendasikan +Agrimeth, 5) Pupuk NPK pada 50% daritingkat yang direkomendasikan+Agrimeth, 6) Pupuk NPK sebesar 75% dari tingkat yang direkomendasikan+Agrimeth, 7) Pupuk NPK 100% dari tingkat yang direkomendasikan + Agrimeth. Agrimeth diaplikasikan pada perlakuan benih pada 16 g/kg biji atau 400 g/25 kg per ha. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Agrimeth memberikan hasil positif baik pada pertumbuhan dan hasil padi yang tumbuh di tanah agak masam dengan dolomit dan pupuk kandang sebagai pupuk dasar. Perlakuan yang paling penting untuk meningkatkan hasil gabah padi adalah pupuk NPK pada pupuk NPK sebesar 75% dari tingkat yang direkomendasikan + Agrimeth seperti yang ditunjukkan oleh nilai Efektivitas Agronomi Relatif sebesar 134,9%. Abstract Agrimeth is a biological fertilizer containing several Bradyrhizobium japonicum and Rhizobium japonicum, Azotobacter sp, Bacillus sp and Methylobacterium sp in powder-shaped carrier material. The objective of this research was to evaluate the effectiveness of Agrimeth on rice growth and yield at Inceptisol of Bogor. The experiment was a randomized block design consisting of 7 treatments with four replications per treatment. The treatments included were: 1) Untreated control, 2) NPK fertilizers at 100% of recommended level, 3) Agrimeth, 4) NPK fertilizers at 25% of recommended level + Agrimeth, 5) NPK fertilizers at 50% of recommended level + Agrimeth, 6) NPK fertilizers at 75% of recommended level + Agrimeth, 7) NPK fertilizers at 100% of recommended level + Agrimeth. The Agrimeth was applied to the seed treatment at 16 g/kg of seed or 400 g/25 kg per ha. The results of this research showed that the application of Agrimeth gave a positive result both on growth and yield of paddy grown in slightly acid soil with dolomite and manure as a base fertilizer. The most important treatments to enhance the grain yield of rice were NPK fertilizers at NPK fertilizers at 75% of recommended level + Agrimeth as indicated by the value of Relative Agronomic Effectiveness of 134,9 %.
Item
Budidaya cabai merah dan cabai rawit
(BPTP Yogyakarta, 2017) Cristina Astri; Evy pujiastuti
Item
Kajian Metode Tanam dan Penambahan Pupuk Organik Hayati Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi di Lahan Sawah Bukaan Baru di Kabupaten Landak
(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Pratiwi; Kartinaty, Tietyk
Abstrak Pengkajian dilaksanakan di Jalan Pal XX, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak pada bulan Oktober 2016 sampai dengan Februari 2017. Lokasi kajian merupakan lahan sawah bukaan baru hasil program cetak sawah tahun 2014 yang tingkat kesuburannya masih rendah, sehingga diperlukan penambahan pupuk organik hayati untuk meningkatkan kesuburan tanah dan meningkatkan produktivitas padi. Perlakuan yang digunakan dalam kajian ini adalah pemberian pupuk organik hayati pada pertanaman padi dengan sistem tanam yang berbeda yaitu sistem tanam Hazton dengan jarwo 4:1, PTT jarwo 4:1, PTT jarwo 2:1 dan kontrol, dengan 10 ulangan tiap perlakuan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan, berat 1000 butir dan gabah kering panen. Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) digunakan dalam kajian ini. Uji lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan menggunakan mikroba hayati cenderung lebih baik dibandingkan dengan kontrol (tanpa penambahan pupuk organik hayati). Penambahan pupuk organik hayati pada pertanaman jarwo 2:1 memberikan hasil GKP tertinggi yaitu sebesar 3,1 ton/ha, pada jarwo 4:1 memberikan hasil GKP 2,61 ton/ha dan pada metode tanam hazton memberikan hasil GKP 1,6 ton/ha. Abstract The assessment was carried out at Jalan Pal XX, Ngabang Sub-district, Landak District, from October 2016 until February 2017. The study area is non-productive rice field areas from the rice field program of 2014 that the fertility rate is still low, so it needs additional biological organic fertilizer to increase soil fertility and increase rice productivity. The treatments used in this study were the provision of biological organic fertilizer on rice crops with different planting systems namely Hazton planting system with jarwo 4: 1, PTT jarwo 4: 1, PTT jarwo 2: 1 and control, with 10 replications per treatment. The parameters observed were plant height, number of tillers, 1000 grain weight and dry harvested grain. Completely Randomized Block Design (RAKL) was used in this study. Further test using Duncan Multiple Range Test (DMRT) at 5% level. The results showed that treatment using biological microbes tends to be better than control (without the addition of biological organic fertilizer). The addition of biological organic fertilizer at 2: 1 jarwo plant gives the highest GKP yield of 3.1 ton / ha, at 4: 1 jarwo gives GKP yield of 2.61 ton / ha and on hazton planting method gives GKP result of 1.6 ton / Ha.
Item
Keragaman Aksesi Jambu Mete Hasil Persilangan pada Umur Dua Tahun Berdasarkan Karakter Morfologi
(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2018) Haryudin, Wawan; Rostiana, Otih; Darajat, Jajat
Jambu mete merupakan tanaman menyerbuk silang, salah satu upaya untuk meningkatkan keragaman gentik pada plasma nutfah jambu mete dilakukan persilangan antara tetua berproduksi tinggi dan tetua toleran terhadap hama helopeltis sp. Penelitian bertujuan untuk mengetahui ke ragaman 25 aksesi jambu mete hasil persilangan berdasarkan karakter morfologi daun. Peneliti dilakukan di KP. Cikampek, sejak Januari sampai Desember 2016, menggunakan metode observasi dengan mengamati secara individu karakter morfologi secara kualitatif dan kuantitatif mete umur 2 tahun. Pengamatan dilakukan terhadap 8 tanaman per plot, masing-masing diamati 50 daun per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan karakter morfologi jambu mete hasil persilangan bervariasi. Karakter bentuk daun bulat telur, bulat telur terbalik dan memanjang. Pangkal dan ujung bulat, runcing dan tumpul. Bentuk tepi daun rata, bentuk permukaan bawah dan atas daun halus. Warna daun dewasa hijau tua dan daun muda hijau kekuningan dan coklat kemerahan. Tingkat keragaman 18,35-100 % dan tingkat kedekatan antara 0,10-0,38 terbagi dua kelompok. Kelompok I dipisahkan oleh karakter bentuk daun memanjang, bentuk pangkal daun membulat, bentuk ujung daun bulat dan tumpul dan warna daun muda GBG N119 A, kelompok II dipisahkan oleh karakter bentuk daun bulat telur terbalik, bentuk pangkal tumpul, bentuk ujung daun runcing dan berlekuk dan warna daun muda GB 200 B. Karakter panjang daun, lebar daun, tebal daun dan panjang tangkai daun bervariasi dengan tingkat keragaman 47,67-96,94 % dan jarak kedekatan antara 0,19-6,19 yang terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok I dipisahkan oleh karakter panjang daun tertinggi 17,6-20,6 cm, sedangkan kelompok II dipisahkan oleh karakter panjang daun terkecil 14,6-17,1 cm.