Repositori Kementerian Pertanian

Repositori Publikasi Kementerian Pertanian merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan lingkup Kementerian Pertanian. Publikasi terdiri dari:

  • terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical)
  • berkala semi ilmiah (semi populer jurnal)
  • tidak berkala (leaflet, poster, infografis)

Repositori dikelola oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik Kementerian Pertanian dalam penyediaan informasi pertanian.

Guna meningkatkan mutu layanan yang lebih baik, kami mengharap kesediaan Saudara berkenan mengisi Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkait layanan Repositori Publikasi Kementerian Pertanian pada link berikut ini https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/surveypustakadigital/.

Image by nikitabuida on Freepik
 

Recent Submissions

Item
Daya Adaptasi Beberapa Varietas Lada Pada Kondisi Tanah Jenuh Air
(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri, 1990-04) A.M. Murni dan E. Sudiadi
Untuk mengetahui daya adaptasi tanaman lada pada kon- disi tanah jenuh air telah dilakukan percobaan di rumah kaca Sub Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat di Natar. Empat varietas lada masing-masing Belantung, Lampung Daun Lebar, Jambi dan Kuching, diuji pada dua kondisi ta- nah, yaitu pada kapasitas lapang dan jenuh air. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok yang disusun se- cara faktorial dengan tiga ulangan. Pada tiap perlakuan di- gunakan 10 tanaman. Hasil percobaan menunjukkan, bahwa pada semua varietas kondisi tanah hanya berpengaruh pada panjang akar utama, berat basah tajuk dan berat kering akar. Akar utama lebih panjang pada kondisi tanah jenuh air di- banding dengan kondisi kapasitas kapang. Dari empat va- rietas yang diuji, Jambi mempunyai daya adaptasi yang paling baik pada kondisi jenuh air disusul oleh varietas Belantung, Lampung Daun Lebar dan Kuching.
Item
Penggerek Batang Tanaman Dadap
(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri, 1990-04) Amrizal Nazar
Tanaman dadap (Erythrina spp) banyak digunakan se- bagai tiang panjat lada di daerah Lampung. Tanaman ini banyak diserang penggerek batang, yang mengakibatkan tanaman roboh dan tanaman lada tidak dapat berproduksi normal. Dalam rangka mengatasi hal tersebut diperlukan se- rangkaian penelitian dan sebagai langkah awal diteliti jenis hama, populasi dan kerusakan yang ditimbulkan serta daur hidupnya. Penelitian jenis hama, populasi dan tingkat ke- rusakan dilakukan pada pertanaman rakyat di Sukadana (Lampung Tengah) dan Cahaya Mas (Lampung Utara), se- dang penelitian daur hidup dilakukan di rumah kaca Sub Balittro Natar. Dari penelitian lapangan ternyata bahwa di Sukadana terdapat dua macam penggerek, yaitu penggerek batang (Batocera sp. fam Cerambicidae) dan penggerek me- lingkar (fam Lecanidae). Kerusakan yang ditimbulkan ke- dua penggerek tersebut masing-masing 56 dan 3%. Di Cahaya Mas penggerek yang dijumpai hanya penggerek batang de- ngan kerusakan yang ditimbulkannya 24%. Populasi peng- gerek batang dari berbagai stadium di Sukadana lebih tinggi daripada di Cahaya Mas. Stadia telur, larva dan kumbang di Sukadana masing-masing 2, 2.57, dan 2 sedang di Cahaya Mas masing-masing 0, 1.83 dan 1.5 setiap pohon terserang.
Item
Pengaruh Bobot Setek Rimpang dan Konsentrasi Iba Terhadap Pertunasan Jahe (Zingiber Officinale Rosc)
(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri, 1990-04) Fauzi Chairani, Hidayat Moko, dan R.A. Suwignyo
Pengaruh bobot setek rimpang dan perendaman setek rimpang dalam berbagai konsentrasi IBA (asam indolbutirat) terhadap pertunasan jahe (Z. officinale) telah dipelajari di Balittro. Bahan tanaman yang digunakan adalah jenis jahe badak berukuran sedang yang dipanen pada umur 9 bulan. Rancangan faktorial 4 x 6 dalam acak kelompok disusun da- lam tiga ulangan. Faktor pertama adalah bobot setek rim- pang, yaitu 15, 25, 35, dan 45 g. Faktor kedua adalah perendaman setek rimpang dalam larutan IBA, yaitu pada konsentrasi 0, 25, 50, 75, dan 100 ppm selama 24 jam dan kontrol (tanpa direndam). Hasil penelitian tidak memperli- hatkan pengaruh interaksi antara kedua faktor tersebut ter- hadap seluruh peubah yang diuji. Tinggi, jumlah daun, jumlah tunas tiap rumpun, bobot kering tunas, akar, dan rim- pang baru yang terbentuk pada umur 12 minggu meningkat sejalan dengan pertambahan bobot setek dari 15 g sampai 45 g.
Item
Pengaruh Bobot dan Waktu Penyulingan Tangkai Cengkeh Terhadap Mutu dan Rendemen Minyak Yang Dihasilkan
(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri, 1990-04) Nanan Nurjanah, Sofyan Rusli dan Anna Viana
Percobaan penyulingan minyak tangkai bunga cengkeh telah dilakukan di laboratorium Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh bobot bahan yang disuling dan waktu penyulingan tangkai bunga cengkeh terhadap mutu dan rendemen minyaknya. Tiga kelompok tangkai bunga ceng- keh masing-masing 3,4 dan 5 kg masing-masing disuling se- lama 4, 6 dan 8 jam. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan susunan faktorial dan di- ulang tiga kali. Hasil percobaan menunjukkan bahwa waktu penyulingan mempengaruhi rendemen, kandungan eugenol dan putaran optik dari minyak yang dihasilkan, sedangkan bobot bahan dalam tangki tidak nyata pengaruhnya. Rende- men minyak naik dari penyulingan selama 4 jam sampai 6 jam dan menurun kembali dari waktu 6 jam ke 8 jam. Kan- dungan total eugenol menurun terus dari waktu penyulingan 4 jam sampai 8 jam. Angka putaran optik naik dari waktu penyulingan 4 jam ke 6 jam, tetapi menurun kembali dari 6 jam ke 8 jam. Dengan demikian waktu penyulingan yang paling menguntungkan adalah 6 jam. Mutu minyak yang di- hasilkan memenuhi syarat minyak tangkai cengkeh dari EOA.
Item
Karakterisasi Kelapa Dalam Pasang Surut Di Propinsi Riau
(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri, 1990-04) H.T. Luntungan, E. Wardiana dan S. Taher
Penyediaan bibit kelapa berasal dari pohon induk Blok Penghasil Tinggi perlu segera disiapkan. Untuk itu diada- kan penelitian karakterisasi pada lima lokasi di Inderagiri Hilir, Riau. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini pur- posive random sampling secara acak 20 pohon tiap lokasi. Hasil penelitian memperlihatkan keragaman sifat vegetatif dan generatif tanaman pada umur tanaman lima tahun ma- sih tinggi dan menjadi kecil setelah berumur di atas 10 ta- hun. Variasi sifat-sifat hasil dari tanaman muda variasinya sama dengan tanaman yang lebih tua. Produksi kopra ke- lapa dalam di pasang surut berkisar antara 2.58-4.12 ton/ha/tahun. Korelasi antar sifat hanya terdapat antara si- fat jumlah tandan buah dengan jumlah buah tiap tahun.