Repositori Kementerian Pertanian
Repositori Publikasi Kementerian Pertanian merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan lingkup Kementerian Pertanian. Publikasi terdiri dari:
- terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical)
- berkala semi ilmiah (semi populer jurnal)
- tidak berkala (leaflet, poster, infografis)
Repositori dikelola oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik Kementerian Pertanian dalam penyediaan informasi pertanian.
Guna meningkatkan mutu layanan yang lebih baik, kami mengharap kesediaan Saudara berkenan mengisi Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkait layanan Repositori Publikasi Kementerian Pertanian pada link berikut ini https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/surveypustakadigital/.

Communities in Repositori
Select a community to browse its collections.
Now showing 1 - 10 of 10
Recent Submissions
Item
Pengembangan Kawasan Agroeduwisata Berbasis Teknologi Pertanian
(SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2026) Yogana Saragih, A.Md.P
Optimalisasi fungsi lahan pertanian sekolah sebagai sarana edukasi sekaligus destinasi wisata merupakan langkah strategis dalam menghadirkan pembelajaran yang aplikatif dan kontekstual. Penelitian/inovasi ini bertujuan untuk mengembangkan kawasan agroeduwisata terpadu berbasis teknologi pertanian di SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru. Kawasan ini mengintegrasikan penerapaan Good Agricultural Practices (GAP), teknologi pembibitan modern, serta digitalisasi promosi dan penyebaran informasi melalui media sosial (Instagram, Facebook, dan TikTok). Metodologi pengerjaan (best practice) mencakup perencanaan dan analisis potensi lahan, penerapan teknik GAP sebagai sarana praktik peserta didik dan edukasi pengunjung, hingga pengelolaan lingkungan yang mengacu pada prinsip ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Hasil pengembangan menunjukkan bahwa kawasan agroeduwisata ini berhasil menggabungkan fungsi pendidikan, produksi pertanian, kewirausahaan, dan kebersihan lingkungan dalam satu kawasan terintegrasi. Meskipun memerlukan biaya investasi awal serta perawatan rutin, inovasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan daya guna lahan pertanian dan memberikan pengalaman belajar berbasis praktik (experiential learning) bagi siswa maupun pengunjung.
Item
Adaptasi Beberapa Varietas Unggul Padi Pada Lahan Tadah Hujan di Kalimantan Barat
(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2017-12-01) Subekti, Agus; Guswara, Agus
Abstrak
Beras merupakan tanaman pangan utama penduduk indonesia yang kebutuhannya terus meningkat. Upaya pemenuhan kebutuhan beras di Kalimantan Barat dihadapkan pada masalah masih rendahnya produktivitasnya yaitu sekitar 3.09 t/ha. Upaya mengatasinya dapat dilakukan dengan mengintroduksi varietas padi berproduktivitas tinggi. BB-Padi telah melepas varietas unggul padi dengan produktivitas 6,0 - 10 ton/ha. Tujuan penelitian adalah mendapatkan varietas unggul padi yang adaptif pada agroekosistem lahan tadah hujan untuk meningkatkan produksi padi di Kalimantan Barat. Penelitian menggunakan Rancangan Acak kelompok. Perlakuan yang dicobakan adalah lima varietas unggul padi yaitu : inpari 10, mekongga, cibogo, situ bagendit, dan ciherang, dengan 5 ulangan. Variabel yang diamati : tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah isi/malai, persentase gabah isi/malai, bobot 1000 butir, dan produktivitas. Data dianalisis dengan analisis varian dan uji BNJ. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan nyata di antara varietas yang di uji untuk variabel pengamatan panjang malai, jumlah gabah per malai, bobot 1.000 butir, dan produktivitas. Hasil uji BNJ menunjukkan varietas padi yang adaptif untuk dikembangkan pada lahan tadah hujan adalah varietas cibogo dengan produktivitas 6,80 t/ha.
Abstract
Rice is the main food crop Indonesian population whose needs are constantly increasing. Addressing the needs of rice in West Kalimantan faced with the problem of productivity is still low at around 3:09 t/ha. Efforts to overcome it can be done by introducing a high-productivity rice varieties. BB-Rice has released rice varieties with the productivity from 5 to 8.1 tonnes/ha. The research objective is to get adaptive rice varieties in rainfed agro ecosystem to increase rice production in West Kalimantan. Research using Random Design group. The treatments tested were five rice varieties namely: Inpari 10, Mekongga, Cibogo, Bagendit, and ciherang, with five replications. The variables measured were: plant height, number of productive tiller, panicle length, number of filled grain/panicle, percentage of filled grains/panicle, 1000 grain weight and productivity. Data were analyzed by analysis of variance and HSD test. The results showed there were significant differences among varieties tested for observation variable panicle length, number of grains/panicle, 1000 grain weight and productivity. HSD test results show that the adaptive rice varieties to be developed on a rain-fed land is cibogo varieties with the productivity of 6.80 t/ha.
Item
Optimalisasi penyuluhan Smart ASN dalam pemanfaatan mikroorganisme lokal pelepah pisang dengan pendekatan pembelajaran langsung di Desa Tabanggele
(BBPMKP, 2026) FITRIA, Azizah Nurul
Rancangan aktualisasi ini disusun sebagai respons terhadap belum optimalnya pemanfaatan pupuk organik cair berbasis Mikroorganisme Lokal (MOL) pelepah pisang oleh petani di Desa Tabanggele, yang dipengaruhi oleh keterbatasan akses informasi, minimnya media pembelajaran, serta kurangnya pendampingan yang intensif.
Melalui pendekatan penyuluhan yang partisipatif dan berorientasi praktik, kegiatan ini dirancang untuk menempatkan petani sebagai pelaku utama yang terlibat langsung dalam proses belajar, mencoba, hingga mengevaluasi hasil guna menumbuhkan kemandirian dalam mengembangkan inovasi usaha tani. Selain itu, pelaksanaan aktualisasi ini juga menjadi wujud penguatan peran profesional penyuluh melalui penginternalisasian nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK—seperti akuntabilitas, kompetensi, kolaborasi, dan orientasi pelayanan—dalam tindakan nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan penyuluhan kepada masyarakat.
Item
Digitalisasi Pelayanan Agroeduwisata Berbasis QR C
(SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2026) Yogana Saragih, A.Md.P
Penyampaian informasi secara manual pada kawasan agroeduwisata sering kali memiliki keterbatasan dalam menjangkau pengunjung secara interaktif dan efisien. Inovasi ini bertujuan untuk mentransformasi pelayanan agroeduwisata konvensional menjadi layanan digital yang interaktif berbasis QR Code di kawasan Teaching Factory SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru. Melalui teknologi ini, pengunjung dapat dengan mudah mengakses informasi digital komprehensif berupa teks, gambar, hingga video hanya dengan memindai QR Code yang tersedia. Tahapan implementasi (best practice) mencakup: (1) identifikasi objek edukasi, (2) penyusunan konsep konten digital, (3) pembuatan kode QR, (4) integrasi dengan kegiatan edukasi, serta (5) pemantauan dan pembaruan informasi secara berkala. Keunggulan utama dari teknologi ini adalah kemudahannya dalam menyajikan informasi secara cepat, mendukung sistem pembelajaran berbasis digital, serta fleksibilitas pembaruan konten tanpa perlu mengganti media fisik. Di samping itu, inovasi ini efisien dari segi biaya karena dapat memanfaatkan aplikasi pembuat QR Code gratis. Kendati memerlukan kesiapan perangkat smartphone pengunjung dan ketergantungan pada jaringan internet, digitalisasi pelayanan ini efektif meningkatkan kualitas edutainment dan modernisasi pengelolaan kawasan agroeduwisata.
Item
Tampilan Beberapa Varietas Unggul Baru Padi di Subak Dlod Sema Mendukung Kedaulatan Pangan di Bali
(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2017-12-01) I.B.K. Suastika; I.B. Aribawa; Suratmini, Putu
Abstrak
Salah satu komponen teknologi dasar dalam Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi sawah adalah penggunaan varietas padi unggul atau varietas padi berdaya hasil tinggi dan bernilai ekonomi tinggi. Peningkatan produktivitas dapat dicapai melalui penggunaan varietas unggul dan ditunjang dengan penggunaan benih bermutu. Kajian untuk mengetahui keragaan pertumbuhan dan hasil beberapa varietas unggul baru (VUB) inbrida sawah irigasi telah dilakukan di Subak Dlod Sema, Desa Sading, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali pada MH tahun 2016. Tujuan dari kajian ini adalah mengetahui tampilan dan potensi hasil dari beberapa VUB inbrida sawah irigasi. Kajian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tujuh perlakuan VUB dan diulang lima kali. Perlakuan VUB terdiri atas Inpari 20; Inpari 24 Gabusan; Inpari 28 Kerinci; Inpari Blas, Inpari HDB serta varietas Ciherang dan Cigeulis sebagai pembanding. Variabel tanaman yang diamati antara lain tinggi tanaman, jumlah anakan, panjang malai, jumlah gabah isi dan hampa per malai, bobot 1000 butir gabah dan hasil gabah padi. Hasil analisis ragam menunjukkan varietas padi memberikan pengaruh yang nyata pada peubah tinggi tanaman, jumlah anakan/rumpun, jumlah gabah isi, bobot 1000 butir gabah dan hasil. Hasil kajian menunjukkan bahwa varietas Inpari 24 Gabusan, Inpari 28 Kerinci, Inpari Blas berpotensi untuk dikembangkan sebagai pengganti varietas Ciherang dan Cigeulis. Jumlah anakan produktif per rumpun dan jumlah gabah isi per malai ketiga VUB tersebut tidak berbeda nyata dibanding dengan varietas Ciherang dan Cigeulis. Ketiga VUB tersebut mampu menghasilkan hasil GKP yang tinggi, masing-masing sebesar 6,0 ton GKP/ha, 6,0 ton GKP/ha, 6,0 ton GKP/ha. Hasil tersebut tidak berbeda nyata dibanding dengan varietas Ciherang dan Cigeulis yang masing-masing menghasilkan gabah sebesar 6,3 ton GKP/ha dan 6,4 ton GKP/ha.
Abstract
High-yielding rice varieties with a high economic value is important component of the Integrated Crop Management (ICM) practices. A study to determine the performance of growth and yield of several new varieties (VUB) for irrigated area has been done in Subak Dlod Sema, Village Sading, Mengwi, Badung, Bali during the wet season of 2016. The purpose of this study was to determine the yield potential of some of improved varieties for irrigated areas The study was arranged inrandomized block design consisted of seven treatment (varieties) withfive replications. The rice varieties included Inpari 20; Inpari 24 Gabusan; Inpari 28 Kerinci; Inpari Blas, Inpari HDB, Ciherang and Cigeulis. Observations
were done for plant height, number of tillers, panicle length, number of grains per panicle the weight of 1000 seeds and grain yield. Result showed that rice varieties have significant effect on plant height, number of tillers per hill, number of filled grain, weight of 1000 grains, and grain yields. The results showed that Inpari 24 Gabusan, Inpari 28 Kerinci, Inpari Blas has the potential to be disseminated as a replacement of Ciherang and Cigeulis. The three new improved varieties yielded 6,0 ton/ha, 6,0 ton/ha, 6,0/ha, respectively, whiel Ciherang and Cigeulis produced grain yield of 6,3 ton/ha and 6,4 ton/ha, respectively.