Repositori Kementerian Pertanian

Repositori Publikasi Kementerian Pertanian merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan lingkup Kementerian Pertanian. Publikasi terdiri dari:

  • terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical)
  • berkala semi ilmiah (semi populer jurnal)
  • tidak berkala (leaflet, poster, infografis)

Repositori dikelola oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik Kementerian Pertanian dalam penyediaan informasi pertanian.

Guna meningkatkan mutu layanan yang lebih baik, kami mengharap kesediaan Saudara berkenan mengisi Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkait layanan Repositori Publikasi Kementerian Pertanian pada link berikut ini https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/surveypustakadigital/.

Image by nikitabuida on Freepik
 

Recent Submissions

Item
PERAN WANITA TANI DALAM PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN DENGAN BUDIDAYA SAYUR ORGANIK UNTUK MENAMBAH PENDAPATAN KELUARGA
(Polbangtan Gowa, 2026-04-17) Rusman B; Nurul Ainun
Wanita tani memiliki peran penting dalam pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya sayur organik, yang berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan keluarga dan ketahanan pangan. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui peran wanita tani, kontribusi pendapatan, serta peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan melalui penyuluhan pertanian. Kajian dilaksanakan di Desa Tombang, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif serta menggunakan Analisis Gender Model Harvard. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan pelaksanaan penyuluhan yang dirancang sesuai kebutuhan kelompok. Hasil kajian menunjukkan bahwa wanita tani memiliki Pendapatan rata-rata sebesar Rp555.480 per musim tanam, dengan kontribusi 50% terhadap pendapatan rumah tangga. Peran wanita sangat dominan dalam kegiatan produksi, akses pelatihan dan informasi pasar. Kegiatan penyuluhan dilakukan melalui metode kelompok dan media interaktif, yang terbukti meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT “Idola”. Evaluasi penyuluhan menunjukkan adanya perubahan positif dalam perilaku bertani, terutama dalam aspek teknis budidaya dan pemasaran hasil. Dapat disimpulkan bahwa penyuluhan pertanian berperan dalam meningkatkan kapasitas wanita tani, dan secara keseluruhan mereka memiliki kontribusi signifikan dalam pengembangan pertanian rumah tangga yang berkelanjutan.
Item
ANALISIS PENDAPATAN USAHA TANI MELON GOLDEN (Cucumis melo L.) DI KECAMATAN LALABATA KABUPATEN SOPPENG
(Pobangtan Gowa, 2026-04-17) Rusman B; Saskia Awaliah
Melon golden (Cucucmis melo L.) merupakan salah satu tanaman pertanian komersial (cash crop) karena usahatani melon pada umumnya beriorientasi pada keuntungan. Melon golden merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang stabil Kajiwidya ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usaha tani melon golden (Cucumis melo L.) serta mengevaluasi respons petani terhadap kegiatan penyuluhan di Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng. Kajiwidya menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara menggunakan kuesioner, dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa total biaya produksi melon dalam satu musim tanam sebesar Rp5.967.500, yang terdiri atas biaya tetap dan biaya variabel. Total penerimaan usaha mencapai Rp13.650.000 sehingga diperoleh pendapatan bersih sebesar Rp7.682.500. Nilai Return Cost Ratio (R/C) sebesar 2,28 menunjukkan bahwa setiap Rp1 biaya produksi menghasilkan keuntungan sebesar Rp2,280 per periode tanam, sehingga usaha ini dinyatakan layak dan menguntungkan untuk dikembangkan. Selain itu, dari hasil evaluasi program penyuluhan pertanian terhadap Kelompok Wanita Tani (KWT) Malewa yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terjadi peningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani mengenai usaha budidaya tanaman melon golden. Evaluasi penyuluhan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada ketiga aspek. Pengetahuan meningkat dari 42,9% menjadi 88,5%, sikap dari 51,2% menjadi 91,5%, dan keterampilan dari 40,8% menjadi 92,5%.
Item
Analisis Feasibilitas Usaha Ternak Itik Mojosari Alabio
(Balai Penelitian Ternak, 2006) I G.M. Budiarsana
Analisis feasibilitas merupakan metode analisis ekonomi untuk menentukan kelayakan suatu kegiatan usaha. Analisis dilakukan pada pemeliharaan ternak itik Mojosari Alabio (MA) dengan populasi sebanyak 3000 ekor, yang dipelihara di kandang kelompok dengan jumlah 100 ekor/kelompok. Proyeksi dibuat untuk mengetahui biaya dan penerimaan yang dihasilkan selama 5 tahun dengan peiode produksi selama 18 bulan. Harga-harga yang digunakan pada analisis berdasarkan harga pasar yang diperoleh melalui survei pada bulan Agustus 2006. Proyeksi biaya-biaya yang terjadi yaitu terdiri dari biaya langsung, biaya tidak langsung dan biaya penyusutan. Penerimaan diperoleh dari penjualan telur dan itik afkir. Hasil menunjukkan bahwa jumlah dana yang dibutuhkan untuk memelihara itik sebanyak 3000 ekor yaitu sebesar Rp. 270.000.000,- dengan nilai IRR sebesar 27.12% dengan waktu pengembalian investasi (pay back period) berkisar 4 tahun. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa peternakan itik pada skala 3000 ekor dinyatakan layak untuk diusahakan.
Item
TEKNIK OKULASI TANAMAN DURIAN ( Durio Zibenthinus) DI P4S CITRA MANDIRI KECAMATAN BULUKUMPA, KABUPATEN BULUKUMBA
(Polbangtan Gowa, 2026-04-17) Rusman B; Ekawati
Durian (Durio zibethinus) merupakan komoditas hortikultura unggulan di Indonesia. Permintaan pasar yang tinggi mendorong perlunya penyediaan bibit unggul dalam jumlah besar dan waktu yang relatif singkat. Salah satu metode perbanyakan yang efektif adalah teknik okulasi. Kegiatan magang tugas akhir ini dilaksanakan di P4S Citra Mandiri, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, bertujuan untuk mempelajari teknik okulasi tanaman durian secara langsung di lapangan. Metode pelaksanaan meliputi observasi, wawancara, praktik langsung, dan dokumentasi. Bibit durian yang digunakan sebagai batang bawah berasal dari biji dan berumur 3 bulan, sedangkan entres diambil dari pohon induk unggul. Teknik okulasi dilakukan dengan menyisipkan mata tunas ke batang bawah yang telah disayat, kemudian diikat menggunakan plastik okulasi. Hasil dari 50 bibit durian yang diokulasi, sebanyak 74% berhasil dan 26% gagal. Kegagalan disebabkan oleh pengikatan yang kurang sempurna dan kurang sterilnya alat. Teknik okulasi terbukti mampu menghasilkan bibit durian berkualitas tinggi dengan waktu yang lebih singkat dibandingkan perbanyakan generatif