Repositori Kementerian Pertanian

Repositori Publikasi Kementerian Pertanian merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan lingkup Kementerian Pertanian. Publikasi terdiri dari:

  • terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical)
  • berkala semi ilmiah (semi populer jurnal)
  • tidak berkala (leaflet, poster, infografis)

Repositori dikelola oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik Kementerian Pertanian dalam penyediaan informasi pertanian.

Guna meningkatkan mutu layanan yang lebih baik, kami mengharap kesediaan Saudara berkenan mengisi Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkait layanan Repositori Publikasi Kementerian Pertanian pada link berikut ini https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/surveypustakadigital/.

Image by nikitabuida on Freepik
 

Recent Submissions

Item
Percobaan Pembibitan Cengkeh di dalam Kantong plastic (Clove nursery trial in polythelene bags).
(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1978-07) Pasril Wahid Sulaeman I.S dan C. Pangkoe
Suatu percobaan untuk menguji pengaruh ukuran kantong serta jumlah lubang udara per kantong telah dilakukan di Kebun Percobaan Cibinong dalam tahun 1976 1977 dengan menggunakan rancangan petak terbagi. Jumlah ulangan tiga dan masing-masing petak memuat 20 kantong tanaman. Ukuran kantong plastik yang dipakai 15 x 15 cm, 20 x 20 cm, dan 20 x 30 cm, sedang lubang-lubang udara yang dibuat pada kantong-kantong ialah 10, 20 dan 30 buah. Hasil percobaan menunjukkan bahwa banyaknya lubang tidak berpengaruh nyata, demikian pula interaksi antara jumlah lubang dan ukuran kantong. Sebaliknya ukuran kantong menunjukkan perbedaan yang nyata (pada taraf 5% dan 1%), tergantung pada umur bibit. Sampai bibit berumur enam bulan kantong berukuran 15 x 15 cm kelihatannya masih dapat di- pakai. Sampai umur 12 bulan diperlukan kantong yang berukuran lebih besar,
Item
Pemupukan Tanamn Cengkeh dewasa di Kebun Percobaan Cibinong, ( Fertilizing clove trees at the Cibinong Experimental Garden).
(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1978-07) Hendrik Kaat.
Percobaan ini dilaksanakan di kebun percobaan Lembaga Penelitian Tanaman Industri, Cibinong. Metoda yang diikuti ialah rancangan petak terpisah dengan dua ulangan. Petak utamanya ialah tiga macam cara pemberian pupuk, yaitu secara melingkar, menyebar dan secara menugalkan. Anak petak terdiri atas 5 macam dosis pupuk, yaitu 0 gram; 500 gram: 1000 gram; 2000 gram; dan 3000 gram per pohon. Pupuk yang dipakai ialah pupuk majemuk yang ternyata mengandung 14 persen N; 4 persen P,O, dan 57 persen K,O. Kekurangan P,O, ditambahkan dengan TSP berkadar 39%. Perbandingan pemakaian kedua macam pupuk ini 4: 1. Peniupukan dilakukan dalam bulan Nopember, umur tanaman 12 tahun. Yang diamati ialah tunas bekas pemetikan bunga yang dilaksanakan dalam bulan Mei dan Juni sebelum pemberian pupuk. Hasil dari percobaan ini menunjukkan, bahwa tidak terlihat perbedaan yang nyata terhadap taraf perkembangan vegetatif dan generatif (produksi) antar perlakuan. Mungkin hal ini disebabkan karena terlambatnya pemberian pupuk di samping itu percobaan ini jatuh pada musim panen kecil. Penelitian ini perlu dilanjutkan.
Item
Pengaruh Iklim Terhadap Fluktuasi hasil cengkeh ( The effect of climatic condition on the clive yield fluctuation)
(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1978-07) Pasril Wahid .
Banyak pendapat mengatakan bahwa fluktuasi hasil cengkeh sangat dipengaruhi oleh keadaan iklim, karena itu suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui apakah keadaan cuaca dapat digunakan untuk menduga hasil cengkeh. Untuk tujuan itu digunakan data iklim dan data hasil dari Kebun Percobaan Lembaga Penelitian Tanaman Industri, Cibinong. Telah dicoba mengkorelasikan data hasil dengan curah hujan selama 17 tahun serta lengas nisbi dan suhu harian selama 6 tahun. Ternyata perameter-perameter iklim tersebut secara sendiri-sendiri kurang dapat dipercaya untuk menduga hasil yang akan diperoleh. Curah hujan, lengas nisbi dan suhu harian tidak menunjukkan hubungan yang nyata dengan data hasil. Hubungan terdekat dengan data hasil diperoleh dari lengas nisbi dan suhu selama satu
Item
Pengaruh Curah Hujan dan Umur Tanaman terhadap hasil cengkeh (The effect of rain fall and plant age on the yield of clove)
(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1978-07) Hasnam dan Nurheru.
Analisa regresi umur tanaman dan curah hujan 12 bulan, 6 bulan dan 3 bulan sebelum panen terhadap hasil rata-rata cengkeh menunjukkan bahwa hasil cengkeh per pohon terutama di tentukan oleh umur tanaman. Pengaruh nyata curah hujan (12 bulan sebelum panen) hanya terdapat pada tanaman-tanaman yang berbunga tidak teratur.
Item
Hasil Peninjauan Penyakit Kelapa di daerah propinsi Riau ( Result of observation on coconut diseases in Riau province )
(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1978-07) Sitepu , Nildar H, Hadad E.A dan Rachmat S.
Di Riau ada beberapa macam penyakit kelapa. "Penyakit layu Natuna" adalah yang paling berbahaya terdapat di gugusan pulau Natuna. Proses dari saat gejala permulaan sampai pohon mati berkisar 3.9 bulan. Penyebabnya diduga cendawan dan bakteri yang masih dalam penelitian "Penyakit gejala daun kuning" tersebar dalam kebun kebun kelapa yang masih muda dan yang sudah produktif di Riau Daratan dan pulau Bintan. Penyebabnya cenderung bukan pathogen, tetapi karena keadaan tanah dan pemeliharaan yang kurang serasi serta kemungkinan keracunan akar. "Penyakit busuk tunas" menyerang kelapa muda di Riau Daratan. Penyebabnya diduga keras bakteri dan cendawan. Diantara isolat-isolat cendawan terdapat Thielaviopsis sp. yang pathogenik. "Penyakit-penyakit becak daun" banyak pula dijumpai baik pada kelapa muda maupun kelapa dewasa, terutama dalam kebun yang kurang terurus. Penyebabnya talah Helminthosporium sp.. Pestalotia sp. dan Fusarium spp.