Repositori Kementerian Pertanian

Repositori Publikasi Kementerian Pertanian merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan lingkup Kementerian Pertanian. Publikasi terdiri dari:

  • terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical)
  • berkala semi ilmiah (semi populer jurnal)
  • tidak berkala (leaflet, poster, infografis)

Repositori dikelola oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik Kementerian Pertanian dalam penyediaan informasi pertanian.

Guna meningkatkan mutu layanan yang lebih baik, kami mengharap kesediaan Saudara berkenan mengisi Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkait layanan Repositori Publikasi Kementerian Pertanian pada link berikut ini https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/surveypustakadigital/.

Image by nikitabuida on Freepik
 

Recent Submissions

Item
Implementasi Quality Assurance (QA) dan Quality Control (QC) Dalam Menjamin Mutu Obat Hewan: Kajian dan Aplikasi Praktis di Industri farmasi Veteriner
(Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan, 2025) Muhammad Zahid; Ketut Karuni N.Natih; Istiyaningsih
Item
Produk Produk Hasil Olahan Kelapa dan Palma
(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Perkebunan, 2001-07-27) Stevie Karouw
Kelapa adalah tanaman serba guna karena seluruh bagiannya mulai dari ujung akar sampai ke ujung daun dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegunaan u kegunaannya yang beragam negara-negara penghasil menamakannya sebagai pohon.
Item
Potensi Kelapa Muda dan Peluangnya
(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Perkebunan, 2001-07-27) Rindengan Barlina
Krisis ekonomi yang melanda Indonesia, dialami juga oleh 3,5 juta keluarga pekebun yang mengelola tanaman kelapa sekitar 3,7 juta ha. Hal ini disebabkan turunnya harga kopra menjadi Rp.850/kg sejak pertengahan tahun 2000 dan sampai bulan Januari 2001 kenaikannya hanya mencapai Rp. 1350/kg, dibandingkan tahun 1998 mencapai Rp. 4000/kg. Bila 1 kg kg kopra membutuhkan 4 butir kelapa berarti harga per butir hanya Rp. 212,50 (bila harga kopra Rp. 850/kg). Salah satu upaya untuk mengatasi rendahnya harga kopra adalah melaksanakan diversifikasi produk antara lain pengolahan buah kelapa muda.
Item
Strategi Pengembangan Diversifikasi Produk Untuk Peningkatan Pendapatan Petani Kelapa
(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Perkebunan, 2001-07-27) A.Lay
Selama kurun waktu 30 tahun (1967-1997) dilaksanakan berbagai program peningkatan produksi dan pendapatan petani kelapa dilaksanakan, namun peningkatan luas areal kelapa relatif kecil, yakni 154% atau rata-rata 5% pertahun, sedangkan produktivitas meningkat dari 0,8 ton menjadi 1,1 ton/ha. Tingkat harga kopra yang rendah pula yakni Rp. 1.300/kg (Harga bulan Januari 2001), maka tingkat pendapatan petani kelapa sebesar Rp. 1.430.000/tahun. Pengusahaan kelapa ditingkat petani dengan produk utama kopra dan kelapa butiran kurang menunjang perbaikan pendapatan petani.
Item
Teknik Pemindahan Anakan Sagu Baruk
(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Perkebunan, 2002-06-28) R.B. Maliangkay, Mustafa Djafar, dan Engelbert Manaroinsong
Tanaman sagu baruk di Sangihe Talaud pada umumnya tidak dibudidayakan dengan baik sehingga produksi pati (sagu) sangat rendah. Selain itu, eksploitasi yang dilakukan terus menerus akan mengurangi populasi. Usaha pembudidayaan tanaman sagu sudah saatnya dilakukan guna menjaga kesinambungan dan peningkatan produksi. Jika sagu baruk dibudidayakan dengan baik akan menghasilkan tepung sagu lebih tinggi dari sagu liar. Sagu liar adalah populasi yang tumbuh secara alami di daerah berawa-rawa, terdiri dari beberapa jenis sagu yang potensial sampai kurang potensial. Hasil tepung sagu biasanya lebih rendah.