Repositori Kementerian Pertanian

Repositori Publikasi Kementerian Pertanian merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan lingkup Kementerian Pertanian. Publikasi terdiri dari:

  • terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical)
  • berkala semi ilmiah (semi populer jurnal)
  • tidak berkala (leaflet, poster, infografis)

Repositori dikelola oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik Kementerian Pertanian dalam penyediaan informasi pertanian.

Guna meningkatkan mutu layanan yang lebih baik, kami mengharap kesediaan Saudara berkenan mengisi Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkait layanan Repositori Publikasi Kementerian Pertanian pada link berikut ini https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/surveypustakadigital/.

Image by nikitabuida on Freepik
 

Recent Submissions

Item
Uji Adaptasi Varietas Unggul Baru (VUB) Padi Sawah Lahan Sawah Tadah Hujan di Kabupaten Seluma
(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Yartiwi; Damiri, Ahmad; Firison, Jhon; Iswadi, Heryan; Yahumri
Abstrak Penggunaan varietas unggul baru yang adaptif merupakan salah satu teknologi untuk meningkatkan produktivitas padi sawah. Tujuan pengkajian untuk melihat keraragaan pertumbuhan dan hasil beberapa varietas unggul baru padi sawah pada lahan tadah hujan di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu. Pengkajian yang dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal yaitu varietas padi Inpari 39, 41, Situbagendit dan Ciherang (pembanding) yang masing-masing diulang sebanyak 6 kali. Data yang dikumpulkan yaitu data pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman dan jumlah anakan), dan komponen hasil (panjang malai, gabah isi/malai, gabah hampa/malai, berat 1000 butir dan produktivitas). Data dianalisis sidik ragam (ANOVA) dan diuji lanjut dengan DMRT untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Sedangkan untuk melihat pertumbuhan dan hasil secara deskriptif yaitu membandingkan hasil pengkajian dan deskripsi padi. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa dari ketiga varietas yang diintroduksikan Inpari 39, 41 dan Situbagendit memperoleh hasil lebih tinggi bandingkan varietas Ciherang yaitu rata-rata produktivitas secara berturut 4,25 t GKG/ha, 4,5t GKG/ha, 4,36 t GKG/ha dan 3,2 t GKG/ha. Abstract The use of new varieties adaptive is one technology to increase rice productivity. The purpose of the assessment was to see the growth and yield of some new varieties of wetland paddy on rainfed land in Seluma District of Bengkulu Province. The study was conducted using Group Random Design (RAK) with single factors of Inpari 39, 41, Situbagendit and Ciherang varieties, each of which was repeated 10 times. Data collected were plant growth data and yield component. Data was analyzed variance analysis (ANOVA) and tested further with DMRT to know the difference between treatments. Meanwhile, to see the growth and the results descriptively compare the results of assessment and description of rice. The results of the study showed that from the three varieties introduced Inpari 39, 41 and Situbagendit obtained higher yields than the ciherang varieties i.e. the average productivity of 4.25 t GKG / ha, 4.5 t GKG / ha, 4.36 t GKG / ha and 3.2 t GKG/ ha.
Item
Galur-galur Padi Berkadar Zink Tinggi Beradaptasi Baik Pada Ekosistem Dataran Tinggi di Karanganyar, Jawa Tengah
(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Barokah, Umi; Susanto, Untung; Swamy, Mallikarjuna; W. Djoar, Djati; Parjanto
Abstrak Zink merupakan zat gizi mikro yang mutlak dibutuhkan untuk pertumbuhan tubuh. Angka Kecukupan Gizi (AKG) zink untuk wanita adalah: 9-12 mg/hari dan 12-17 mg/hari untuk pria (tergantung kelompok umur). Gejala kekurangan Zink baik sedikit maupun banyak dapat mengakibatkan pertumbuhan terhambat, eksim, rambut rontok, tertundanya kematangan seksual dan gangguan perkembangan mental. Biofortifikasi Zn (perakitan varietas dengan kandungan Zn tinggi) pada padi diharapkan dapat efektif, efisien, masif, dan sekaligus berkelanjutan untuk mengatasi masalah malnutrisi zink. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi genotype padi yang berkadar zink tinggi dan berdaya hasil tinggi sehingga prospektif untuk diusulkan dilepas sebagai varietas unggul baru padi berkadar zink tinggi. Pengujian dilakukan di desa Karang, Kecamatan Karang Pandan, Karanganyar dengan ketinggian ±830 meter di atas permukaan laut pada bulan Februari-Juni 2017. Sebanyak sepuluh galur dan dua varietas pembanding (Ciherang dan Inpari 5 Merawu) diuji dalam penelitan ini. dengan Rancangan Acak Kelompok yang diulang empat kali pada plot berukuran 4 m x 5 m dengan jarak tanam 25 cm x 25 cm menggunakan teknik tanam pindah pada bibit umur 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa genotipe yang diuji memiliki perbedaan pada karakter kandungan Zink, Fe pada beras peah kulit, tinggi tanaman vegetatif dan generatif, jumlah anakan vegetatif, umur berbunga 50%, umur masak fisiologis, jumlah gabah isi/malai, berat gabah isi/rumpun, jumlah gabah hampa/malai, seed set (fertilitas) dan berat 1000 butir. Galur IR 97477-115-1-CRB-0-SKI-1-SKI-0-2 prospektif diusulkan untuk dilepas menjadi varietas unggul baru padi berkadar zink tinggi karena memiliki kandungan zink (43,05 ppm) dan hasil (2,44 ton/ha) yang lebih tinggi dari pembanding terbaik Ciherang (30,08 ppm dan 2,34 ton/ha). Abstract Zinc is a micronutrient that is absolutely necessary for growth. The zinc sufficiency (AKG) for women is: 9-12 mg / day and 12-17 mg / day for men (depending on age group). Symptoms of Zink deficiency in both small and large can lead to stunted growth, eczema, hair loss, delayed sexual maturity and mental development disorders. Therefore, Zn biofortification into rice would be effective, efficient, massive, and sustainable to overcome Zn deficient. This research aims to identify rice lines having high Zn content and yield for further effort in releasing variety. The research was conducted in Karang Village, Karang Pandan Sub district, Karanganyar with an altitude of ± 830 meters above sea level in February June 2017. Ten lines and two check varieties, (Ciherang and Inpari 5 Merawu) were tested in Randomized Complete Block Design with four replications in 4 m x 5 m plots on 25 cm x 25 cm planting space of. Transplanting was done at 28 days old seedlings. The results showed that the tested genotypes had differences on character Zn and Iron (Fe) content in brown rice grains, plant high vegetative and generative phase, number of tillers productive vegetative phase, heading date, harvest age, filled and un-filled grain/panicle, weight filled grain/plant, seed set (fertility) and 1000-grain weight. The IR 94477-115-1-CRB-0-SKI-1-SKI-0-2 was the most prospective line which can be proposed to be released as new high-yielding rice varieties. This line had high zinc content (43.05 ppm) and yield (2.44 tons/ha) out yielded the best check, Ciherang (30.08 ppm and 2.34 tons/ha).
Item
Evaluasi Mutu Fisiologis, Kesehatan Benih, dan Kemurnian Varietas Dari Benih Komunal
(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Wahyuni, Sri; L. Widiastuti, Mira; N. Milati, Laila
Abstrak Penelitian yang bertujuan untuk mempelajari mutu benih, kesehatan benih, dan kemurnian varietas dari benih yang dihasilkan oleh sektor perbenihan komunal (tidak bersertifikat) telah dilaksanakan di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi pada tahun 2015. Penelitian diawali dengan survei ke petani yang menggunakan benih produksi sendiri untuk mendapatkan informasi pengelolaan benih padi sawah di tingkat petani, dilanjutkan dengan evaluasi mutu benih, kesehatan benih, serta kemurnian varietas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 25% sampel benih dari petani mempunyai daya berkecambah dan vigor yang rendah, 75% sampel benih menunjukkan kadar air benih terlalu tinggi (>13%). Sampel benih dari petani terinfeksi 4 jenis cendawan dan bakteri, dengan persentase benih terinfeksi yang sangat beragam. Persentase benih terinfeksi yang tertinggi disebabkan oleh cendawan Fusarium sp, kemudian diikuti oleh cendawan Aspergilus sp dan bakteri. Persentase campuran varietas lain dari benih produksi petani sangat tinggi berpotensi pertanaman yang tidak seragam. Untuk meningkatkan mutu benih, kesehatan benih dan mengurangi campuran varietas lain, petani perlu melakukan perbaikan dalam produksi dengan pelaksanaan seleksi di pertanaman, serta perbaikan dalam prosesing dan penyimpanan benih. Abstract A study to evaluate the quality of seeds, seed health, and purity of varieties from seeds produced by the communal seed sector (non-certified seeds) had been carried out at The Indonesian Center for Rice Research in 2015. The research began with a survey of farmers who use their own seed production to obtain information on rice paddy management at farmer level, followed by evaluation of seed quality, seed health, and purity of varieties. The results showed that 25% of seed samples from farmers had low germination and low vigor, 75% of seed samples had high water content of the seeds (> 13%). Seed samples from farmers were infected with 4 types of fungi and bacteria, with various percentages of infected seeds. The highest percentage of infection was caused by Fusarium SP, followed by Aspergillus sp. and bacteria. The percentage of other varieties from farmers’ seed productions were very high, potentially non-uniform cultivation. To improve the quality of seed, seed health, and reduce the seeds of other varieties, farmers need to make improvements in production with the implementation of selection in the planting, as well as improvements in the processing and storage of seeds.
Item
Evaluasi Arsitektur Tanaman Pada Plasma Nutfah Padi Gogo Lokal
(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Nurmalita Andarini, Yusi; Afza, Higa; Risliawati, Andari; Sutoro
Abstrak Padi gogo merupakan tanaman alternatif strategis yang dapat ditanam di lahan kering yang tersebar cukup luas di Indonesia. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitasnya adalah dengan pendekatan ideotipe tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter arsitektur kanopi tanaman dari plasma nutfah padi gogo lokal yang berpotensi untuk digunakan sebagai tetua dalam program pemuliaan. Sebanyak 100 aksesi plasma nutfah padi gogo lokal koleksi Bank Gen BB Biogen diidentifikasi arsitektur tanamannya. Identifikasi meliputi pengukuran indeks pencar batang (IPB), indeks bentuk kerampingan (IBK), dan indeks ketegakan daun (IKD). Hasilnya menunjukkan nilai terkecil IPB (0.23) dimiliki oleh aksesi Slegreng I asal Jawa Tengah dan nilai terbesar IPB (0.76) dimiliki oleh aksesi Padai Jata asal Kalimantan Timur. Hasil pengamatan pada IBK menunjukkan nilai terkecil (0.45) dimiliki oleh aksesi Pudat A2 asal Jawa Tengah dan nilai tertinggi (1.54) dimiliki oleh aksesi Ketan Super asal Banten. Pada nilai IKD, aksesi Rangkat B asal NTT memiliki nilai IKD terkecil (0.98) dan aksesi Jawa Wakai asal Kalimantan Timur memiliki nilai IKD tertinggi (1.47). Informasi mengenai IPB, IBK, dan IKD pada padi gogo lokal dapat digunakan lebih lanjut oleh para pemulia untuk merakit varietas padi gogo lokal baru dengan arsitektur tanaman yang dikehendaki. Abstract Upland rice can be used as an alternative plant for drought ecosystem since this area are available widely in Indonesia. In order to increase its productivity, an approach to the plant ideotype can be applied in the breeding programmed. The objective of this study was to identify the characteristics of plant canopy architecture from 100 local upland rice accessions of BB Biogen gene bank. The identification was including measurement of stem-spreaders (IPB), shoot-slenderness index (IBK), and leaf-erectness index (IKD). The results showed two accessions from Central Java had the least value of IPB and IBK, i.e. Slegreng I (0.23) and Pudat A (0.45) respectively. Two accessions from East Kalimantan had the highest value of IPB and IKD, i.e. Padai Jata (0.76) and Jawa Wakai (1.47) respectively. Whereas the highest value of IBK was expressed by Ketan Super (1.54) from Banten and the least value of IKD was expressed by Rangkat B from NTT (0.98). The information about IPB, IBK, and IKD of local upland rice can be used further for breeders to select the appropriate parents for crossing in the breeding programmed. Thus, a better upland rice variety with preferential plant architecture can be developed.
Item
Keragaan Lima Varietas Unggul Baru Padi Sawah di Sulawesi Tengah
(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Basrum; Afif Juradi, Muh; Baso Lompengeng Ishak, Andi
Abstrak Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk melihat keragaan kelima varietas unggul baru padi sawah. Pengkajian varietas unggul baru padi sawah melalui pendekatan pengelolaan tanaman terpadu (PTT), telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Sidondo, desa Sidondo 3, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi pada bulan Juli sampai Oktober 2017. Varietas unggul baru yang diujikan 5 varietas yaitu Mekongga, Inpari 24, Inpari 30, Inpari 33 dan Inpari 36. Komponen teknologi yang diterapkan meliputi : Penggunaan varietas unggul baru (VUB), seed treatment dengan Regent 13 ml/5 kg benih, pindah tanam < 20 hari setelah semai (HSS), sistem tanam jajar legowo 2:1 (20x10x40) cm, penggunaan urea 250 kg ha-1 dan phonska 300 kg ha-1. Hasil kajian menunjukkan varietas Inpari 30 memberikan hasil produksi tertinggi yaitu 8,2 t GKP ha-1, Mekongga 7 t GKP ha-1, Inpari 33 6,3 t GKP ha-1 dan Inpari 24 6,6 t GKP ha-1 dan Inpari 36 6,8 t GKP ha-1. Dari ke lima varietas Inpari 30 memiliki respon yang baik terhadap pertumbuhan dan hasil dibanding varietas lainnya, selain potensi hasil tinggi juga di lapang terlihat relatif toleran terhadap penggerek batang, tahan terhadap penyakit bercak coklat dan blas leher. Sesuai dengan produktivitas yang dihasilkan, Inpari 30 layak untuk dikembangkan dalam skala luas di Sulawesi Tengah. Abstract In increasing plants product in field irrigation area that technology innovative must be pushed. The research some to the new high-yielding variety rice field by approach processing plant integrated. This research was done in the village Sidondo, Sigi Biromaru subs district, Sigi regency in July until October 2017. The new high-yielding variety that has experiment of 5 varieties are: Mekongga, inpari 24 variety, inpari 30, inpari 33 and inpari 36. The objective is to see the power of rice plants adaptation to a new high-yielding variety in field irrigation. Component technology is used: using a new high-yielding variety, centreman with regent 13 ml/5 kp germ, act planting 18 days after seedling Sistem planting is line legowo, use urea 250 kg/ha and phonska 300 kg/ha. The research showed eaten Inpari 30 variety give a high outcome production is 8,2 ton/ha unhulled paddy separated from the stalk’s dry harvest/ha. By the 5 of variety, inpari 30 has good respond to the growth than the other variety. Besides it has high result potency and enduring to stem borer-based experiment in location and then endure to hama brown spot, and neck blass, tasty results are suitable with farmer appetize and consume than the other variety.