Repositori Kementerian Pertanian

Repositori Publikasi Kementerian Pertanian merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan lingkup Kementerian Pertanian. Publikasi terdiri dari:

  • terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical)
  • berkala semi ilmiah (semi populer jurnal)
  • tidak berkala (leaflet, poster, infografis)

Repositori dikelola oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik Kementerian Pertanian dalam penyediaan informasi pertanian.

Guna meningkatkan mutu layanan yang lebih baik, kami mengharap kesediaan Saudara berkenan mengisi Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkait layanan Repositori Publikasi Kementerian Pertanian pada link berikut ini https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/surveypustakadigital/.

Image by nikitabuida on Freepik
 

Recent Submissions

Item
Pengaruh nuclear polyhedrosis virus, Bacillus thuringiensis dan endosulfan terhadap hama utama dan predator pada kapas
(PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN INDUSTRI, 1994-09) IGAA INDRAYANIO DAN SUPRAPTO
Penelitian pengaruh Nuclear Polyhedrosis Virus (NPV), Bacillus thuringiensis (Bt) dan endosulfan ter-hadap hama utama dan predator pada kapas dilakukan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Tembakau dan Tanaman Serat di Asembagus, Jawa Timur, mulai Desember 1991 sampai Juni 1992. Tujuannya adalah untuk mengetahui efektivitas HaNPV, Bt, endosulfan dan kombinasinya, ter-hadap hama utama kapas, Helicoverpa armigera dan Sun-dapteryx biguttula , serta predator laba-laba. Perlakuan yang diuji adalah HaNPV, Endosulfan, Bt, HaNPV + en-dosulfan, Bt + endosulfan, HaNPV + Bt, dan kontrol, yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HaNPV dan Bt efektif menekan populasi larva H. armigera baik sebagai perlakuan tunggal maupun kombinasi dengan insektisida, tidak membahayakan kehidupan predator laba-laba, dan juga tidak efektif untuk S. biguttula. Perlakuan campuran HaNPV + endosulfan lebih efektif menekan kerusakan buah kapas sampai 9.58% dibanding perlakuan lain, sehingga kapas berbiji yang dihasilkan tertinggi mencapai 1050.5 kg/ha.
Item
Pengaruuh Ukuran dan Susunan Bahan Baku Serta Lama Penyulingan Terhadap Rendemen dan Mutu Minyak Kayumanis Srilangka ; buletin litro vol xiv no 1,2003 hlmn 25-36
(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2003-06-01) Djajeng Sumangat dan Ma'mun
Penelitian mengenai cara penyulingan di kulit kayumanis telah dilakukan Laboratorium Ekofisiologi Hasil, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor, mulai Juni sampai Desember 1997. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh ukuran dan susunan bahan baku didalam ketel suling serta lama penyulingan terhadap rendemen dan mutu minyak kulit kayumanis Srilangka/Ceylon (Cinnamomum zeylanicum Nees). Bahan baku berupa kulit batang dan dahan kayumanis berumur 13 tahun, berasal dari Kebun Percobaan Cimanggu, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor. Metode penyulingannya adalah metode dikukus (steam and water distillation) dengan perlakuan terdiri atas tiga faktor yaitu (1) ukuran bahan baku, (2) susunan bahan baku dalam ketel suling, dan (3) lama penyulingan. Pengamatan dilakukan terhadap rendemen minyak dan parameter mutu minyak yaitu bobot jenis, indeks bias, putaran optik, kelarutan dalam etanol, persentase total senyawa aldehida (dihitung sebagai sinamaldehida) dan analisis komponen kimia minyak kulit kayumanis. Rancangan percobaan adalah Acak Lengkap secara faktorial dengan ulangan dua kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen minyak semakin meningkat pada bahan yang berukuran semakin kecil serta penyulingan yang semakin lama. Rendemen tertinggi (1,08%,v/b) diperoleh pada perlakuan: susunan bahan tidak bertingkat (langsung), ukuran bahan sedang (0,5-1,0 cm) dan penyulingan selama 6 jam. Hasil analisis minyak dengan kromatografi gas menunjukkan adanya 34 macam komponen, dengan komponen kimia utama adalah sinamaldehida, eugenol, linalool dan sineol. Kombinasi perlakuan terbaik ditinjau dari mutu minyaknya adalah: susunan bahan bertingkat (dua tingkat), ukuran bahan sedang (0,5-1,0 cm) dan penyulingan 4 jam yang menghasilkan rendemen minyak 0,81% (v/b), bobot jenis (20 °C) 1,5641, putaran optik (-) 4,73°, kelarutan dalam etanol 70% 1:1,25 dan total aldehida (sinamaldehida) 56,63%. Kata kunci: Cinnamomum zeylanicum Nees, destilasi, minyak atsiri
Item
Pengaruh jumlah ruas dan macam rimpang terhadap penunasan rimpang jerangau
(PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN INDUSTRI, 1994-09) SUMANTO DAN SRI WAHYUNI
Pengaruh jumlah ruas dan bagian rhizome terhadap pertumbuhan rhizome tanaman jerangau (Acarus calamus Linn) telah diteliti di Kebun Percobaan Cimanggu Bogor. Perlakuan yang diuji meliputi jumlah ruas sebagai faktor pertama dan bagian rhizome sebagai faktor kedua. Jumlah ruas yang diuji yaitu bibit satu ruas, bibit dua ruas dan bibit tiga ruas. Sedang bagian rhizome yang diuji rhizome bagian atas, rhizome bagian tengah dan rhizome bagian bawah. Hasil penelitian menunjukkan jumlah ruas berpengaruh nyata terhadap jumlah akar dan berat tunas. Jumlah ter-banyak dan berat tunas tertinggi diperoleh pada penunasan dengan tiga ruas. Sedang letak rhizome berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dari minggu ke-2 sampai minggu ke -4, jumlah daun, panjang akar, jumlah akar dan berat tunas. Hasil terbaik dijumpai pada rhizome yang terletak pada bagian atas rhizome.
Item
Pengaruh radiasi sinar gamma (Cobalt-60) terhadap pertumbuhan biakan kapolaga secara in vitro
(PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN INDUSTRI, 1994-09) ALI HUSNI
Penelitian dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh radiasi sinar gamma (cobalt-60) terhadap pertumbuhan dan penampakan biakan kapolaga (Elletaria cardamomum) secara in viro telah dilakukan di Laboratorium Kultur Ja-ringan Puslitbangtri, Bogor. Penelitian dilakukan dari bulan Agustus 1992 sampai Maret 1993 di Laboratorium Bioteknologi Kultur Jaringan Puslitbnagtri Bogor. Rancan-gan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 5 ulangan. Perlakuan radiasi yang digunakan 0, 0.5, 1.0, 1.5, 2.0, 2.5 dan 3.0 krad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biakan yang diberi radiasi sinar gamma 0.5 dan 1.0 krad sampai dengan umur 6 minggu semuanya tetap hidup. Pada subkultur ke 2 dan ke 3 dari biakan yang diberi radiasi tersebut jumlah tunasnya cenderung lebih banyak dibandingkan dengan kontrol. Dosis radiasi tinggi 1.5, 2.0, 2.5 dan 3.0 krad menyebabkan kematian biakan setelah umur 6 minggu.
Item
Kadar Tanin dan Quersetin Tiga Tipe Daun Jambu Biji ; buletin litro vol xiv no 1,2003 hlmn ; 17-24
(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2003-06-01) Sri Yuliani, Laba Udarno dan Eni Hayani
Telah dilakukan penelitian terhadap senyawa tanin dan querstin dalam daun jambu biji tipe I, II dan III mulai April sampai juni 2001 di Laboratorium Fisiologi Hasil, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kandungan kedua senyawa tersebut dalam beberapa tipe jambu biji. Penelitian ini dibagi menjadi 3 tahap kegiatan yaitu: 1) Karakteristik dan identitifikasi ekstrak daun jambu biji, pengamatan dilakukan terhadap morfologi tanaman, kadar air, bentuk, warna, rasa dan aroma ekstrak serta bercak warna komponen dari Kromatografi Lapis Tipis. 2) Penentuan adanya tanin menurut metode Lowenthal - Procter. 3) Penentuan adanya quersetin menurut metode Kimia Farma Bandung, pengamatan dilakukan terhadap persentasi kadar tanin dan quersetin. Hasil penelitian menunjukan bahwa ke 3 tipe jambu biji baik morfologi maupun ekstraknya memiliki karakteristik yang berbeda. Hasil analisis dengan KLT menunjukkan komponen paling banyak yaitu 9 bercak terdapat pada ekstrak tipe I dan II, sedangkan kadar tanin tertinggi yaitu 12,66 % diperoleh dari daun jambu biji tipe II dan kadar quersetin tertinggi yaitu 1,12% diperoleh dari tipe I. Kata kunci: Jambu biji, karakteristik, identifikasi