Repositori Kementerian Pertanian
Repositori Publikasi Kementerian Pertanian merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan lingkup Kementerian Pertanian. Publikasi terdiri dari:
- terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical)
- berkala semi ilmiah (semi populer jurnal)
- tidak berkala (leaflet, poster, infografis)
Repositori dikelola oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik Kementerian Pertanian dalam penyediaan informasi pertanian.
Guna meningkatkan mutu layanan yang lebih baik, kami mengharap kesediaan Saudara berkenan mengisi Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkait layanan Repositori Publikasi Kementerian Pertanian pada link berikut ini https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/surveypustakadigital/.

Communities in Repositori
Select a community to browse its collections.
Now showing 1 - 10 of 10
Recent Submissions
Item
Ragam Sumber Pendapatan Rumah Tangga
(Pusat Penelitian Agro Ekonomi, 1986-11-01) Nurmanaf, A. Rozany; Nasution, Aladin
Pulau Jawa memiliki kepadatan penduduk tertinggi di Indonesia karena dihuni lebih dari 60 persen populasi nasional di atas daratan yang luasnya kurang dari tujuh persen. Kondisi ini berdampak pada keterbatasan kepemilikan lahan pertanian, di mana kelompok rumah tangga berpendapatan rendah didominasi oleh petani berlahan sempit, sehingga pemerintah mengupayakan berbagai program seperti penyaluran kredit dan perluasan kesempatan kerja.
Seiring berkembangnya ekonomi, kontribusi sektor pertanian terhadap pertumbuhan nasional dan penyerapan tenaga kerja terus menurun, yang mengindikasikan semakin besarnya peran sektor non-pertanian dalam pendapatan rumah tangga pedesaan. Di sisi lain, distribusi penguasaan lahan dan produktivitas tenaga kerja sangat bervariasi tergantung potensi daerah. Desa dengan lahan sawah subur masih menggantungkan pendapatan utamanya pada sektor pertanian pangan, sementara desa lahan kering lebih bergantung pada komoditas yang minim kebutuhan air. Oleh karena itu, pengkajian pendapatan rumah tangga pedesaan perlu memertimbangkan faktor produksi non-lahan, potensi wilayah, tipe iklim, serta ragam sektor ekonomi yang berkembang.
Item
Model Sistem Dinamik Ketersediaan Beras Mendukung Ketahanan Pangan di Sulawesi Tengah
(IAARD Press, 2015-11-10) Irmadamayanti, Andi; Saidah; Syafruddin
Sulawesi Tengah merupakan wilayah yang berpotensi mendukung program strategis pemerintah pusat dan daerah dalam pencapaian swasembada beras dan swasembada berkelanjutan sesuai dengan visi dan misi pemerintah daerah Kabupaten Parigi Moutong yang ingin menjadikan Kabupaten Parigi Moutong terdepan pada tahun 2020 yang berbasis agribisnis. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi faktor yang berpotensi sebagai titik pengungkit peningkatan produksi sehingga menjadi rekomendasi model pengembangan pertanian dalam menunjang ketersediaan beras di Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret−Juli 2014 di Kabupaten Parigi Moutong. Pengumpulan data primer dilakukan dengan metode survei dan wawancara, sedangkan data sekunder dengan metode desk study. Model yang digunakan dalam analisis mengacu pada pendekatan sistem dinamik menggunakan software Powersim 2005. Beberapa model yang dianalisis, yaitu 1) skenario 1, model dasar tanpa kebijakan sesuai kondisi saat ini; 2) skenario 2, model dengan kebijakan perbaikan inovasi 1; 3) skenario 3, model dengan kebijakan perbaikan inovasi 2; dan 4) skenario 4, model dengan kebijakan perbaikan inovasi 3. Hasil simulasi skenario 4 menunjukkan peningkatan produksi beras sebesar 109.299 ton/tahun atau meningkat 82,68% dibandingkan dengan kondisi saat ini dan tidak menunjukkan adanya gejala
penurunan. Hasil simulasi menandakan bahwa model ini dapat menjadi rekomendasi untuk dikembangkan dengan perbaikan inovasi terutama penambahan cetak sawah dan perbaikan sarana irigasi.
Item
Diskripsi Daerah Penelitian: Profil Pendapatan dan Konsumsi Pedesaan Jawa Timur
(Pusat Penelitian Agro Ekonomi, 1986-11-01) Nasution, Aladin
Sebelum membicarakan masalah diskripsi daerah penelitian Panel Petani Nasional (PATANAS) Jawa Timur terlebih dahulu diuraikan secara kronologis penarikan desa contoh yang dilakukan. Prosedur penarikan desa contoh dilakukan mengikuti kerangka penarikan desa contoh Sensus dan Survey pertanian yang dilakukan oleh Biro Pusat Statistik. Karena keterbatasan dana maka kerangka contoh BPS tersebut diklasifikasikan kedalam lima tipe agro ekosistem. Penarikan contoh daerah atau blok dalam satu tipe agro ekosistem dilakukan secara acak. Klasifikasi atau strativikasi daerah didasarkan atas keadaan agro ekosystem daerah. Potensi tanah, demografi, tofografi, keadaan iklim dan assesibilitas berpengaruh terhadap potensi ekonomi suatu daerah.
Dalam satu daerah/blok contoh dilakukan Sensus rumah tangga guna mengumpulkan data tentang penguasaan faktor produksi, asset, sumber pendapatan, data demografis dan data partisipasi sosial. Kemudian dari satu blok diambil 60 rumah tangga secara acak sistematis berdasarkan penguasaan faktor produksi dan asset. Atas dasar prosedur penarikan contoh di atas maka di daerah propinsi Jawa Timur ditetapkan lokasi penelitian sebanyak 25 desa yang tersebar diseluruh wilayah propinsi Jawa Timur.
Item
Upaya Pemenuhan Kebutuhan Pakan Secara Berkelompok
(IAARD Press, 2015-11-10) Mulijanti, Siti Lia; Dianawati, S. Tedy, M.
Pemenuhan kebutuhan hijauan pakan pada usaha ternak sapi perah diperlukan karena akan berdampak langsung pada produksi susu. Persoalan pakan sapi perah pada umumnya meliputi aspek kualitas, kuantitas, dan kontinyuitas pasokan, utamanya penyediaan hijauan pakan pada musim kemarau. Untuk memenuhi kebutuhan hijauan pakan dapat diterapkan dengan teknologi pakan lengkap. Kendala pembuatan pakan lengkap adalah keterbatasan pengetahuan peternak, memerlukan peralatan tertentu, dan kontinyuitas bahan baku yang pada akhirnya diperlukan modal yang cukup besar. Pengkajian dilakukan untuk menginisiasi Kelompok Ternak 28 Sukamenak dalam membuat usaha pakan secara berkelompok. Pengkajian dilakukan dengan metode on-farm participatory research dengan menginventarisasi semua limbah pertanian yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan. Hasil kajian menunjukan pembuatan pakan lengkap yang dilakukan secara berkelompok dapat menghasilkan harga pakan yang lebih efisien karena efisiensi waktu pengadaan pakan dan dalam pengadaan bahan pakan limbah jagung sebagai bahan pokok pakan lengkap.
Item
Implikasi Kebijakan Pemberdayaan Petani dalam Pengelolaan Keragaman Sumber Daya Genetik Tanaman Buah di Pulau Maitara, Maluku Utara
(IAARD Press, 2015-11-10) Arsanti, Idha Widi; Susanto, A.N.
Keragaman sumber daya genetik tanaman buah Nusantara tersebar dari Sabang hingga Merauke. Seperti diketahui bahwa Indonesia memiliki sedikitnya 40 tipe ekosistem darat alami dan sekitar 30.000 jenis tumbuhan berbunga. Sebagai bagian dari kawasan Indo-Malaya, Indonesia juga merupakan salah satu dari delapan pusat keanekaragaman genetika tanaman di dunia, khususnya untuk buah-buahan tropis seperti durian, rambutan, dan mangga. Keragaman SDG terutama banyak ditemukan di Maluku Utara, di mana daerah tersebut dibatasi dengan garis Wallace, yaitu zona transisi antara flora dan fauna di Benua Asia dan Australia. Keragaman tersebut perlu dilestarikan terutama karena banyaknya permasalahan yang terjadi antara lain penebangan hutan dan alih fungsi lahan. Selain itu, masyarakat belum menyadari sepenuhnya, bahwa buah-buahan tersebut merupakan sumber nutrisi dan sumber pendapatan mendukung kemandirian pangan. Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk melihat sejauh mana potensi keragaman buah-buahan asli Maluku Utara khususnya di Pulau Maitara, di samping juga pemberdayaan masyarakat dan dukungan pemerintah daerah dalam melakukan perlindungan pertanian atau konservasi tanaman buah, terutama dalam menerapkan Community Biodiversity Management (CBM) di masa yang akan datang. Penelitian dilakukan melalui metode PRA/GFD, survei, dan studi literatur. Hasil dari penelitian ini adalah masih tingginya keragaman tanaman buah asli Maluku Utara di Pulau Maitara. Dengan demikian, diperlukan kebijakan perlindungan pertanian yang difokuskan pada beberapa tanaman buah potensial, seperti sukun, mangga, pisang, dan nangka dengan pemberdayaan aktif masyarakat, serta pemerintah daerah sehingga akan menunjang kemandirian pangan nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.