Repositori Kementerian Pertanian

Repositori Publikasi Kementerian Pertanian merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan lingkup Kementerian Pertanian. Publikasi terdiri dari:

  • terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical)
  • berkala semi ilmiah (semi populer jurnal)
  • tidak berkala (leaflet, poster, infografis)

Repositori dikelola oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik Kementerian Pertanian dalam penyediaan informasi pertanian.

Guna meningkatkan mutu layanan yang lebih baik, kami mengharap kesediaan Saudara berkenan mengisi Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkait layanan Repositori Publikasi Kementerian Pertanian pada link berikut ini https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/surveypustakadigital/.

Image by nikitabuida on Freepik
 

Recent Submissions

Item
Teknologi Tepat Guna Ayam Buras
(Balai Penelitian Ternak, 1991) Sofjan Iskandar; Elizabeth Juarini; Desmayati Zainuddin; Heti Resnawati; Broto Wibowo; Sumanto
Dalam rangka meningkatkan gizi dan pendapatan masyarakat, maka salah satu usaha Pemerintah di bidang petemakan adalah melaksanakan program Intensifikasi Ayam Buras. Program ini perlu didulaing oleh berbagai usaha dengan memperbaiki sistem pemeliharaannya serta inening.katkan keterampilan dan pengetahuan petani-temak. Usaha penyusunan "Teknologi Tepat Guna Ayam Buras" dapat dipakai sebagai suniber informasi mengenai cara betemak ayam buras. Buku ini disusun berdasarkan hasil-hasil penelitian di laboratorium dan bekerja sama dengan petani-temak di pedesaan. Mudah-mudahan buku ini dapat memberikan sumbangan yang bermanfaat dan mendorong minat petani-temak serta masyarakat dalam niengeinbangkan usaha betemak ayam buras.
Item
Resiliensi komunitas petani kopi arabika gayo di Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh pada masa pandemi Covid-19
(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2024-01-25) Husaini; Ishar; Arrozi, Ahmad Makki; Andriani, Rini; Rahly, Fawwa
Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal 2020 telah mengakibatkan sebagian perekonomian negara merosot. Sektor pertanian juga mengalami dampaknya, termasuk petani kopi Arabika Gayo, berupa penurunan produksi dan nilai jual sehingga berpotensi menurunkan pendapatan ekonomi petani. Untuk tetap bertahan dan resilien terhadap guncangan tersebut, petani harus memiliki kapasitas adaptasi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adaptasi yang dilakukan petani kopi Arabika Gayo pada masa pendemi COVID-19. Penelitian dilakukan di Desa Pondok Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh pada bulan September 2020. Penentuan lokasi dan sampel penelitian menggunakan metode non-probability sampling secara purposive (sengaja). Pengambilan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan teori Longstaff terkait kapasitas adaptif dengan menggunakan kerangka subsistem ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan strategi adaptasi efektif yang dilakukan petani kopi Arabika Gayo pada masa pandemi COVID-19 hanya fokus pada aspek innovative learning dengan mengandalkan produk sampingan berupa tanaman sela antara lain dengan komoditas tomat, cabai, kol, dan kentang. Strategi adaptasi ini hanya untuk mengatasi permasalahan jangka pendek dari potensi penurunan pendapatan. Perlu dukungan pemerintah berupa kemudahan akses terhadap modal agar petani bisa melakukan tunda jual dalam mengatasi lemahnya pemasaran. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v21i2.161-170
Item
Volatilitas harga gandum dunia periode pandemi Covid 19 dan implikasinya bagi ketahanan pangan nasional
(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2023-01-16) Shaffitri, Lidya Rahma; Astari, Annisa Fauzia; Aziz, Miftahul
Pandemi Covid-19 telah menyebabkan lonjakan harga gandum dunia akibat adanya pembatasan sosial yang dilakukan oleh negara-negara eksportir gandum utama. Larangan untuk melakukan ekspor ini menyebabkan volatilitas harga gandum di tingkat dunia lebih buruk lagi. Dinamika harga selama periode pandemi dapat memiliki dampak buruk bagi ketahanan pangan khususnya negara-negara importir gandum utama dunia seperti Indonesia. Penelitia ini bertujuan untuk mengestimasi dan membandingkan volatilitas harga gandum dunia harga pada saat sebelum dan periode Pandemi Covid-19 serta merekomendasikan kebijakan terkait dampak volatilitas harga gandum dunia bagi ketahanan pangan nasional. Data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari website investing.com dengan menggunakan harga penutupan bulanan periode sebelum dan pada saat Pandemi Covid-19. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis ARCH-GARCH untuk mengestimasi volatilitas harga gandum dunia dan analisis kualitatif untuk memberikan rekomendasi kebijakan melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volatilitas harga gandum dunia pada saat pandemi lebih tinggi daripada sebelum pandemi. Volatilitas yang tinggi memiliki dampak bagi konsumen gandum di Indonesia, khususnya bagi kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) dan industri besar. Pemerintah dapat melakukan beberapa upaya untuk menekan kerugian yang ditimbulkan akibat peningkatan volatilitas harga gandum dengan cara melakukan diversifikasi pangan dengan melakukan revitalisasi pada usahatani sorgum. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v21i2.145-159
Item
Hubungan karakteristik mahasiswa dengan minat bekerja di pertanian: studi kasus Fakultas Pertanian, Universitas Sintuwu Maroso
(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2024-06-25) Ahmad, Nurmayanti H; Managanta, Andri Amaliel; Toyip; Mowidu, Ita
Pengembangan pertanian di Indonesia menghadapi berbagai macam permasalahan, salah satunya adalah rendahnya minat generasi muda terhadap pertanian, yang disebabkan oleh faktor pendorong dan faktor penarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik mahasiswa, keluarga, dan faktor masyarakat dengan minat mahasiswa untuk bekerja di bidang pertanian. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai Oktober 2022 dengan responden 94 mahasiswa Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sintuwu Maroso yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Analisis dilakukan secara deskriptif dan menggunakan uji korelasi rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik mahasiswa (jenis kelamin, pengalaman budi daya, asal daerah) dan keluarga (pekerjaan orang tua dan kepemilikan lahan) memiliki hubungan yang signifikan dengan minat mahasiswa bekerja di bidang pertanian. Faktor masyarakat (hubungan antartetangga dan budaya setempat) juga memiliki hubungan yang signifikan terhadap keinginan mahasiswa untuk bekerja di bidang pertanian. Implikasi kebijakan dari hasil penelitian ini menekankan perlunya respons yang komprehensif dari pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, dalam meningkatkan minat serta keterlibatan mahasiswa dalam sektor pertanian yang sebagai pilar utama dalam perekonomian dan kehidupan sosial. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v22i1.81-95
Item
Ketersediaan beras menuju kemandiriaan pangan: pendekatan sistem dinamik
(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2024-07-16) Wajdah, Risna Rahmatul; Nurmalina, Rita; Yusalina
Permintaan beras di Indonesia terus meningkat, namun ketersediaannya dihadapkan pada berbagai permasalahan. Produksi, produktivitas, dan luas lahan padi cenderung menurun, sementara jumlah penduduk terus bertambah. Penelitian ini bertujuan untuk membangun dan menganalisis ketersediaan beras dan merumuskan rekomendasi kebijakan bagi pencapaian kemandirian pangan. Metode penelitian menggunakan pendekatan sistem dinamik dengan dibantu alat analisis Powersim 10 dan Vensim PLE. Validasi model dilakukan untuk periode tahun 2018-2022 dan model disimulasikan hingga tahun 2045. Hasil simulasi pada kondisi basis memproyeksikan kondisi defisit ketersediaan beras dari produksi domestik pada tahun 2045. Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan berbagai upaya peningkatan produksi padi secara substansial melalui perluasan lahan sawah di luar Pulau Jawa, pelaksanaan peraturan mengenai konversi lahan secara efektif, peningkatan penyuluhan bagi petani mengenai sistem usaha tani berkelanjutan, dan pengelolaan stabilitas harga padi dan beras yang memperhatikan kepentingan petani dan konsumen. Di sisi permintaan, pemerintah perlu melakukan sosialisasi dan promosi diversifikasi konsumsi berbasis pangan lokal kepada petani dan pelaku usaha industri pangan. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v22i1.63-80