Repositori Kementerian Pertanian
Repositori Publikasi Kementerian Pertanian merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan lingkup Kementerian Pertanian. Publikasi terdiri dari:
- terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical)
- berkala semi ilmiah (semi populer jurnal)
- tidak berkala (leaflet, poster, infografis)
Repositori dikelola oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik Kementerian Pertanian dalam penyediaan informasi pertanian.
Guna meningkatkan mutu layanan yang lebih baik, kami mengharap kesediaan Saudara berkenan mengisi Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkait layanan Repositori Publikasi Kementerian Pertanian pada link berikut ini https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/surveypustakadigital/.

Communities in Repositori
Select a community to browse its collections.
Now showing 1 - 10 of 10
Recent Submissions
Item
Pengaruh Tumpangsari Terhadap Populasi Hama Rimpang jahe
(PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN INDUSTRI, 1993-02) ELNA KARMAWATI DAN NATALINI NOVA KRISTINA
Suatu penelitian mengenai pengaruh tumpangsari terhadap populasi hama rimpang jahe telah dilaksanakan di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu pada bulan Januari 1993. Pengambilan contoh terhadap pertanaman jahe dilaksanakan pada berbagai pola tumpangsari yaitu a) jahe monokultur, b) jahe + kopi, c) jahe + kopi + cabe, d) jahe + kopi + kedele + jagung dan e) jahe + padi. Dari setiap pola tersebut diambil contoh acak sebanyak 20 rumpun, kemudian diamati larva dan pupa dari hama lalat rimpang jahe di laboratorium di Bogor. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pola jahe + kopi + kedele + jagung dan pola jahe + padi dapat menekan serangan hama lalat rimpang pada jahe.
Item
Pengujian Beberapa Varietas Tembakau Virginia di Sulawesi Selatan
(PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN INDUSTRI, 1993-02) AHMAD SULLE, SUWARSO, DAN M. BASIR NAPPU
Percobaan dilakukan di Lassang, Takalar, Sulawesi Selatan pada bulan Maret hingga Nopember 1991, bertujuan untuk mengetahui potensi hasil beberapa varietas tembakau virginia yang diunggulkan di Sulawesi Selatan. Varietas tembakau virginia yang dicoba adalah Coker 86, Coker 319, Sc. 72 dan Nc. 628. Percobaan disusun berdasarkan Rancang-an Acak Kelompok (RAK) dan diulang sebanyak enam kali. Hasil percobaan menunjukkan bahwa produktivitas Coker 86, Coker 319, Sc. 72 dan Nc. 628 cukup memadai ditandai dengan indeks tanaman sekitar 1,40 1,78. Pendapatan usahatani yang diperoleh berkisar antara Rp 3.14 Rp 3.99 juta/ha. Sedangkan indeks krosok mutu varietas Coker 319 dan Sc. 72 masing-masing 71.31 dan 70.22 lebih baik dibandingkan dengan Coker 86 dan Nc. 628.
Item
Studi Pendahuluan Tentang Hama Enarmonia Hemidoca MEYR. (Olethreutidae, Lepidoptera) Pada Tanaman Lada di Bangka
(PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN INDUSTRI, 1993-02) ZULFIAH ASNAWI
Penelitian tumpangsari antara tanaman linum dan sayuran dilakukan di Kebun Percobaan Gunungputri, Cipanas pada bulan Desember 1983 sampai dengan April 1984, bertujuan untuk mengetahui apakah tanaman linum dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik serta tidak saling berkompetisi bila ditanam di antara sayuran. Penelitian ini mempergunakan rancangan kelompok dengan tujuh per-lakuan dan 4 ulangan. Ukuran petak 1,5 m x 5 m. Kombinasi tanaman meliputi: (1) linum + bit; (2) linum + petsai; (3) linum + wortel; (4) linum + bawang daun; (5) linum + lobak; (6) linum + kubis; dan (7) linum monokultur.
Item
Efektivitas kebijakan pemerintah daerah dalam pengembangan kelembagaan agribisnis lokal domba di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat
(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2025-12-31) Ramdani, Diky; Yunasaf, Unang; Talib, Chalid; Adawiyah, Cut Rabiatul; Amam
Peternakan domba merupakan usaha agribisnis yang dapat berkontribusi terhadap penyediaan protein hewani dan pengembangan ekonomi perdesaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan pemerintah daerah dalam pengembangan kelembagaan agribisnis peternakan domba untuk meningkatkan kinerja usaha dan daya saing. Penelitian dilakukan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dengan pengumpulan data melalui mixed methods, yaitu survei kuantitatif, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif untuk mengukur produktivitas, efisiensi biaya, akses pasar, dan pendapatan peternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja kelembagaan agribisnis lokal yang baik dan efektivitas implementasi kebijakan pemerintah daerah yang tinggi berpengaruh signifikan terhadap daya saing ekonomi peternakan domba. Efisiensi teknis meningkat setelah adanya sinergi antaraktor dalam kelembagaan, yang ditunjukkan dengan pertambahan bobot harian ternak domba naik sebesar 50%, feed conversion ratio turun 17%, dan biaya pakan turun 17%. Dari sisi pasar, akses ke saluran pemasaran formal meningkat dari 20% menjadi 65%, disertai diversifikasi saluran distribusi dan peningkatan volume produk olahan. Dampak sosial-ekonomi mencakup peningkatan pendapatan bersih lebih dari dua kali lipat, peningkatan partisipasi perempuan sebesar 30 poin, serta tingkat keberlanjutan usaha mencapai 88%. Penelitian ini menegaskan bahwa kelembagaan agribisnis lokal memegang peran strategis dalam memperkuat kinerja usaha dan daya saing ekonomi peternak domba. Dari hasil penelitian ini direkomendasikan bahwa untuk mendukung keberlanjutan usaha peternakan domba Pemerintah Daerah perlu melakukan penguatan kapasitas kelembagaan, digitalisasi layanan agribisnis, serta peningkatan infrastruktur dan konektivitas antardesa.
Item
Potensi Produksi Aren Di Jawa Barat Dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan
(PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN INDUSTRI, 1993-02) MAMAT H.S. DAN D.D. TARIGANS SURATMAN DAN EMMYZAR
Studi potensi produksi aren di Jawa Barat, dilaksana-kan pada bulan Februari-Juli 1991 yang bertujuan untuk mengetahui potensi dan keragaan usahatani aren. Studi dilakukan dengan metode survei terhadap objek penelitian yang ditentukan dengan pengambilan contoh bertahap. Potensi Jawa Barat sebagai produsen gula aren cukup besar, terutama didasarkan pada populasi tanaman saat ini yaitu sekitar 1 345 100 pohon dan 743 840 pohon (55.3%) merupa-kan tanaman produktif. Jika seluruh potensi aren di atas dimanfaatkan, secara agregat akan menyumbang pendapatan sebesar Rp 388.58 juta per hari, sedangkan secara mikro, petani yang rata-rata menyadap lima pohon aren sebagai usaha sampingan, dalam setahun memperoleh pendapatan rata-rata Rp 661 718.75 atau 55.9% dari total pendapatan usahatani.