Repositori Kementerian Pertanian

Repositori Publikasi Kementerian Pertanian merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan lingkup Kementerian Pertanian. Publikasi terdiri dari:

  • terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical)
  • berkala semi ilmiah (semi populer jurnal)
  • tidak berkala (leaflet, poster, infografis)

Repositori dikelola oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik Kementerian Pertanian dalam penyediaan informasi pertanian.

Guna meningkatkan mutu layanan yang lebih baik, kami mengharap kesediaan Saudara berkenan mengisi Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkait layanan Repositori Publikasi Kementerian Pertanian pada link berikut ini https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/surveypustakadigital/.

Image by nikitabuida on Freepik
 

Recent Submissions

Item
Kemampuan Daya Saing Kacang Hijau di Tingkat Usahatani pada Lahan Salin (Studi Kasus di Desa Gesik Harjo, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban)
(Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2021-10) Dian Adi Anggraeni Elisabeth Et al.
Di Indonesia, kacang hijau umumnya dibudidayakan setelah kedelai atau kacang tanah. Kacang hijau memiliki peran strategis karena memiliki keunggulan agronomis dan ekonomis. Budidaya kacang hijau di lahan salin dengan karakteristik salinitas tinggi dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman dan produksi kacang hijau serta pendapatan usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan daya saing dan dampak ekonomi usahatani kacang hijau di lahan salin. Penelitian dilaksanakan di Desa Gesik Harjo, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban pada bulan Maret 2020. Data yang dikumpulkan meliputi deskripsi usahatani kacang hijau, pendapatan, serta daya saing usahatani kacang hijau dan tanaman pangan lain di lokasi penelitian. Salinitas lahan di Desa Gesik Harjo berdampak pada produktivitas lahan dan menyebabkan penurunan hasil panen kacang hijau sebesar 55-61%. Hal ini berakibat pada penurunan pendapatan usahatani kacang hijau sampai 50% bila dibandingkan dengan usahatani kacang tanah, dengan B/C ratio 0,9 dan daya saing lebih rendah. Namun, dengan B/C ratio mendekati 1 dan harga kacang hijau di pasaran cukup tinggi, daya saing kacang hijau di Gesik Harjo berpeluang untuk ditingkatkan apabila produksinya meningkat. Beberapa upaya yang dapat dilakukan, antara lain peningkatan kapasitas petani dalam pengelolaan lahan salin, penggunaan varietas unggul toleran salin, dan penerapan perbaikan teknik budidaya kacang hijau.
Item
Genetic Variability, Heritability, and Genotypic Correlation of Soybean Agronomic Characters
(Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2021-10) Heru Kuswantoro; Moch. Muchlish Adie; Pratanti Haksiwi Putri
Parameter genetik sangat penting dalam perbaikan genetik dan perakitan varietas tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakter yang efektif digunakan sebagai kriteria seleksi dalam pemuliaan kedelai dengan menggunakan parameter genetik. Seratus genotipe kedelai ditanam di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian Muneng pada bulan April hingga Juli 2020 dengan rancangan acak kelompok lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman genetik yang tinggi diperoleh pada umur masak, jumlah cabang per tanaman, jumlah buku subur per tanaman, bobot 100 biji, dan hasil biji. Heritabilitas yang tinggi ditunjukkan oleh umur masak, tinggi tanaman, jumlah cabang per tanaman, dan bobot 100 biji. Korelasi fenotipik nyata diperoleh pada semua karakter agronomi, kecuali korelasi antara hasil biji dengan umur masak, tinggi tanaman, jumlah cabang, dan jumlah buku produktif. Hasil biji tidak memiliki korelasi genotipik dengan semua karakter agronomi yang diamati. Korelasi genotipik nyata diperoleh pada tinggi tanaman dengan jumlah buku subur, jumlah cabang dengan jumlah polong isi, dan jumlah buku subur dengan bobot 100 biji. Oleh karena itu, peningkatan hasil biji dapat dilakukan dengan seleksi langsung menggunakan parameter hasil biji atau secara tidak langsung melalui bobot 100 biji.
Item
Adaptasi Beberapa Varietas Kedelai di Bawah Tegakan Tanaman Sawit Muda
(Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2021-10) Zainudin Et al.
Kedelai merupakan salah satu komoditas yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman sela pada perkebunan tanaman kelapa sawit muda. Namun, rendahnya intensitas cahaya akibat naungan sering menjadi kendala untuk mencapai hasil tinggi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui varietas kedelai yang toleran dan memiliki daya hasil tinggi ketika dibudidayakan di bawah naungan tegakan tanaman sawit muda (umur ± 2,5 tahun). Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga April 2020 di Desa Petaling, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka menggunakan rancangan petak terpisah, tiga ulangan. Petak utama adalah kondisi lahan ternaungi dan tidak ternaungi. Anak petak terdiri atas lima varietas kedelai yaitu: Argomulyo, Anjasmoro, Grobogan, Burangrang, dan Demas 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat naungan ±38%, varietas Demas 1 dan Anjasmoro lebih toleran dibandingkan varietas Argomulyo, Burangrang dan Grobongan. Varietas kedelai toleran terhadap naungan menghasilkan jumlah polong, jumlah biji, dan bobot biji per tanaman lebih tinggi dibandingkan varietas yang tidak toleran naungan.
Item
Serangan Penggerek Padi Kuning (Scirpophaga Incertulas) dan Penampilan Agronomis Galur-galur Padi Gogo
(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2009-07-24) Suprapto; Mustikawati, Dewi Rumbaina; Widyantoro
Abstrak Observasi serangan penggerek padi kuning (Scirpophaga incertulas) pada 17 galur padi gogo telah dilakukan di BPTP Lampung pada tahun 2005 di Desa Rama Mukti, Kecamatan Seputih Raman, Lampung Tengah. Galur-galur padi gogo diuji dan disusun dengan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 18 perlakuan dan diulang empat kali. Perlakuan yang diuji yaitu 17 galur padi gogo dan satu varietas Batutegi sebagai pembanding, Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur TB.356b-Tb-20-l lebih toleran terhadap penggerek padi kuning di banding galur lainnya, Bobot gabah galur tersebut 95,8 g/5 rumpun, jumlah gabah isi 149,1 butir/malai, tinggi tanaman 120 cm, produksi gabah kering panen (GKP) 4,31 t/ha. Vigor rase vegetatif dan generatif sedang dan bulir masak 80% pada umur hari 111 hari Abstract The Yellow Rice Borer (Scirpophaga incertulas) Infestation and the Agronomic Traits Performance of Several Upland Rice Lines. A field trial to evaluate the tolerance of 1 7 gogo rice line to the yellow rice borer was conducted in the wet season of 2005. The trial was conducted in the endemic white rice borer area in Rama Mukti, Seputih Raman District, Central Lampung. The experiment was arranged in a Randomized Block Design with four replications, Results indicated that there were significant different in the damage levels among upland rice lines due to yellow rice borer. As compared to Batutegi variety and other lines, TB.356b-Tb-20-1 showed a low eat infestation white rice borer, higher plant/stool, higher plant hights, higher total grain ‘panicle, higher total grain production about 4.31 t/ha, higher 1000 grain weight, better vegetative growth, and more vigour generative growth.
Item
Buletin Palawija Volume 19 No. 2 Oktober 2021
(Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2021-10) Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi