Repositori Kementerian Pertanian
Repositori Publikasi Kementerian Pertanian merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan lingkup Kementerian Pertanian. Publikasi terdiri dari:
- terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical)
- berkala semi ilmiah (semi populer jurnal)
- tidak berkala (leaflet, poster, infografis)
Repositori dikelola oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik Kementerian Pertanian dalam penyediaan informasi pertanian.
Guna meningkatkan mutu layanan yang lebih baik, kami mengharap kesediaan Saudara berkenan mengisi Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkait layanan Repositori Publikasi Kementerian Pertanian pada link berikut ini https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/surveypustakadigital/.

Communities in Repositori
Select a community to browse its collections.
Recent Submissions
Item
Pompanisasi Solusi Cepat Atasi Krisis Pangan
(Pertanian Press, 2025) Andi Amran Sulaiman, dkk
Beberapa tahun belakangan, dunia sedang menghadapi krisis pangan global yang dipicu oleh tiga faktor utama, yaitu perubahan iklim ekstrem, pandemi COVID-19, dan konflik antarnegara. Ketiga fenomena ini sangat memengaruhi stabilitas pangan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
Menanggapi tantangan ini, Kementerian Pertanian melalui kebijakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meluncurkan program pompanisasi. Program ini muncul sebagai solusi krusial untuk membantu petani mengatasi kesulitan air akibat perubahan iklim ekstrem, memastikan pasokan air yang cukup untuk budidaya pertanian, sekaligus mendorong peningkatan Indeks Penanaman (IP) dan produktivitas pertanian.
Pompanisasi tidak hanya meningkatkan efisiensi penggunaan air, tetapi juga mengurangi tekanan gulma dan penyakit, meminimalkan kehilangan pupuk, dan menghemat tenaga kerja melalui sistem yang dapat diotomatisasi.
Buku “Pompanisasi, Solusi Cepat Atasi Krisis Pangan” ini akan memberikan pemahaman mengenai urgensi program pompanisasi, tantangan ketersediaan air, implementasi dan dampaknya terhadap peningkatan produksi, hingga inovasi masa depan dan upaya keberlanjutan program ini.
Item
Menjemput Asa Pertanian Digdaya Langkah Penyuluh Dari Diseminator Hingga Inovator
(Pertanian Press, 2024) Vivit Wardah Rufaidah; Eni Kustanti
Buku ini mengumpulkan tulisan penyuluh pertanian di Indonesia yang menggambarkan peran mereka sebagai diseminator berbagai program pemerintah di bidang pertanian, selanjutnya sebagai fasilitator petani dalam menggarap usaha tani maupun sebagai inovator untuk menjadi contoh dan menawarkan solusi kepada petani dalam mengatasi permasalahan usaha tani.
Berbagai peran yang melekat kepada penyuluh pertanian dan dituangkan dalam buku ini, akan menjadi bagian dalam mewujudkan pembangunan pertanian ‘Pertanian Digdaya’. Melalui pertanian diharapkan dapat mewujudkan kesejahteraan petani dan menjamin ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Item
Sejarah Hukum Pertanian di Indonesia
(Pertanian Press, 2023) Rizky Purwantoro Sukiatno
Sejak nenek moyang kita orang-orang Austronesia memulai pengembaraan dan petualangannya dari Pulau Taiwan dan sekitarnya, hingga akhirnya sampai di kepulauan Nusantara ini, dengan membawa serta padi-padian yang konon telah mereka budidayakan di tempat asalnya. Meskipun mereka ini telah berhasil menjadi penjelajah pemberani menaklukan samudera yang maha luas, tidak melupakan salah satu aktivitas pokok yaitu bertani. Karena dari bertanilah mereka memeroleh “bahan bakar” untuk siap mempertaruhkan nyawanya menempuh bahaya yang pastinya akan menghadang di setiap lautan dan daratan yang ditemui.
Item
Uji Adaptasi Varietas Unggul Baru (VUB) Padi Sawah Lahan Sawah Tadah Hujan di Kabupaten Seluma
(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Yartiwi; Damiri, Ahmad; Firison, Jhon; Iswadi, Heryan; Yahumri
Abstrak
Penggunaan varietas unggul baru yang adaptif merupakan salah satu teknologi untuk meningkatkan produktivitas padi sawah. Tujuan pengkajian untuk melihat keraragaan pertumbuhan dan hasil beberapa varietas unggul baru padi sawah pada lahan tadah hujan di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu. Pengkajian yang dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal yaitu varietas padi Inpari 39, 41, Situbagendit dan Ciherang (pembanding) yang masing-masing diulang sebanyak 6 kali. Data yang dikumpulkan yaitu data pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman dan jumlah anakan), dan komponen hasil (panjang malai, gabah isi/malai, gabah hampa/malai, berat 1000 butir dan produktivitas). Data dianalisis sidik ragam (ANOVA) dan diuji lanjut dengan DMRT untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Sedangkan untuk melihat pertumbuhan dan hasil secara deskriptif yaitu membandingkan hasil pengkajian dan deskripsi padi. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa dari ketiga varietas yang diintroduksikan Inpari 39, 41 dan Situbagendit memperoleh hasil lebih tinggi bandingkan varietas Ciherang yaitu rata-rata produktivitas secara berturut 4,25 t GKG/ha, 4,5t GKG/ha, 4,36 t GKG/ha dan 3,2 t GKG/ha.
Abstract
The use of new varieties adaptive is one technology to increase rice productivity. The purpose of the assessment was to see the growth and yield of some new varieties of wetland paddy on rainfed land in Seluma District of Bengkulu Province. The study was conducted using Group Random Design (RAK) with single factors of Inpari 39, 41, Situbagendit and Ciherang varieties, each of which was repeated 10 times. Data collected were plant growth data and yield component. Data was analyzed variance analysis (ANOVA) and tested further with DMRT to know the difference between treatments. Meanwhile, to see the growth and the results descriptively compare the results of assessment and description of rice. The results of the study showed that from the three varieties introduced Inpari 39, 41 and Situbagendit obtained higher yields than the ciherang varieties i.e. the average productivity of 4.25 t GKG / ha, 4.5 t GKG / ha, 4.36 t GKG / ha and 3.2 t GKG/ ha.
Item
Galur-galur Padi Berkadar Zink Tinggi Beradaptasi Baik Pada Ekosistem Dataran Tinggi di Karanganyar, Jawa Tengah
(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Barokah, Umi; Susanto, Untung; Swamy, Mallikarjuna; W. Djoar, Djati; Parjanto
Abstrak
Zink merupakan zat gizi mikro yang mutlak dibutuhkan untuk pertumbuhan tubuh. Angka Kecukupan Gizi (AKG) zink untuk wanita adalah: 9-12 mg/hari dan 12-17 mg/hari untuk pria (tergantung kelompok umur). Gejala kekurangan Zink baik sedikit maupun banyak dapat mengakibatkan pertumbuhan terhambat, eksim, rambut rontok, tertundanya kematangan seksual dan gangguan perkembangan mental. Biofortifikasi Zn (perakitan varietas dengan kandungan Zn tinggi) pada padi diharapkan dapat efektif, efisien, masif, dan sekaligus berkelanjutan untuk mengatasi masalah malnutrisi zink. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi genotype padi yang berkadar zink tinggi dan berdaya hasil tinggi sehingga prospektif untuk diusulkan dilepas sebagai varietas unggul baru padi berkadar zink tinggi. Pengujian dilakukan di desa Karang, Kecamatan Karang Pandan, Karanganyar dengan ketinggian ±830 meter di atas permukaan laut pada bulan Februari-Juni 2017. Sebanyak sepuluh galur dan dua varietas pembanding (Ciherang dan Inpari 5 Merawu) diuji dalam penelitan ini. dengan Rancangan Acak Kelompok yang diulang empat kali pada plot berukuran 4 m x 5 m dengan jarak tanam 25 cm x 25 cm menggunakan teknik tanam pindah pada bibit umur 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa genotipe yang diuji memiliki perbedaan pada karakter kandungan Zink, Fe pada beras peah kulit, tinggi tanaman vegetatif dan generatif, jumlah anakan vegetatif, umur berbunga 50%, umur masak fisiologis, jumlah gabah isi/malai, berat gabah isi/rumpun, jumlah gabah hampa/malai, seed set (fertilitas) dan berat 1000 butir. Galur IR 97477-115-1-CRB-0-SKI-1-SKI-0-2 prospektif diusulkan untuk dilepas menjadi varietas unggul baru padi berkadar zink tinggi karena memiliki kandungan zink (43,05 ppm) dan hasil (2,44 ton/ha) yang lebih tinggi dari pembanding terbaik Ciherang (30,08 ppm dan 2,34 ton/ha).
Abstract
Zinc is a micronutrient that is absolutely necessary for growth. The zinc sufficiency (AKG) for women is: 9-12 mg / day and 12-17 mg / day for men (depending on age group). Symptoms of Zink deficiency in both small and large can lead to stunted growth, eczema, hair loss, delayed sexual maturity and mental development disorders. Therefore, Zn biofortification into rice would be effective, efficient, massive, and sustainable to overcome Zn deficient. This research aims to identify rice lines having high Zn content and yield for further effort in releasing variety. The research was conducted in Karang Village, Karang Pandan Sub district, Karanganyar with an altitude of ± 830 meters above sea level in February June 2017. Ten lines and two check varieties, (Ciherang and Inpari 5 Merawu) were tested in Randomized Complete Block Design with four replications in 4 m x 5 m plots on 25 cm x 25 cm planting space of. Transplanting was done at 28 days old seedlings. The results showed that the tested genotypes had differences on character Zn and Iron (Fe) content in brown rice grains, plant high vegetative and generative phase, number of tillers productive vegetative phase, heading date, harvest age, filled and un-filled grain/panicle, weight filled grain/plant, seed set (fertility) and 1000-grain weight. The IR 94477-115-1-CRB-0-SKI-1-SKI-0-2 was the most prospective line which can be proposed to be released as new high-yielding rice varieties. This line had high zinc content (43.05 ppm) and yield (2.44 tons/ha) out yielded the best check, Ciherang (30.08 ppm and 2.34 tons/ha).