Repositori Kementerian Pertanian
Repositori Publikasi Kementerian Pertanian merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan lingkup Kementerian Pertanian. Publikasi terdiri dari:
- terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical)
- berkala semi ilmiah (semi populer jurnal)
- tidak berkala (leaflet, poster, infografis)
Repositori dikelola oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik Kementerian Pertanian dalam penyediaan informasi pertanian.
Guna meningkatkan mutu layanan yang lebih baik, kami mengharap kesediaan Saudara berkenan mengisi Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkait layanan Repositori Publikasi Kementerian Pertanian pada link berikut ini https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/surveypustakadigital/.

Communities in Repositori
Select a community to browse its collections.
Now showing 1 - 10 of 10
Recent Submissions
Item
buletin PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Volume xv No 2,2004 ; buletin litro vol xv no 2,2004 hlmn ; 1-57
(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2004-01-01) Volume XV No 2,2004
Item
Pengaruh BA (Benzil Adenin), ABA (Absisic Acid) dan Manitol Terhadap Pertumbuhan dan Penyimpanan Tunas Sambang Colok (Aerva sanguinolenta) Secara In Vitro ; buletin litro vol xv no 2,2004 hlmn 50-57
(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2004-01-01) Meynarti Sari Dewi Ibrahim, N. Nova Kristina dan Nurliani Bermawie
Penelitian pengaruh zat pengatur tumbuh dan manitol terhadap pertumbuhan dan penyimpanan in vitro tanaman sambang colok (Aerva sanguinolenta) telah dilakukan di laboratorium Plasma Nutfah dan Pemuliaan Balittro, mulai Nopember 2003 sampai dengan Februari 2004. Penelitian terdiri atas dua tahap. Tahap satu adalah perbanyakan tanaman dan tahap kedua adalah penyimpanan pada penghambat. Media perlakuan perbanyakan adalah MS + BA (0,1; 0,3 dan 0,5) mg/l dan media penyimpanan yang digunakan adalah: MS + BA 0,1 mg/l, MS + ABA (1 dan 2) mg/l, MS + Manitol 3 dan 5%. Kedua kegiatan penelitian dilaksanakan dengan menggunakan rancangan acak lengkap faktor tunggal, setiap perlakuan terdiri atas 10 botol dan setiap botol terdiri penelitian atas 2 eksplan. Hasil menunjukkan bahwa media terbaik untuk perbanyakan tunas sambang colok adalah MS + BA 0,1 mg/l dengan jumlah tunas rata-rata 9,1 per eksplan. Untuk media penyimpanan perlakuan yang terbaik adalah MS + ABA 1 mg/l dengan jumlah tunas rata-rata 1,5 per eksplan dan tinggi tunas 2,9 sampai masa penyimpanan 32 minggu
Item
Studi Pendahuluan Induksi Kalus Embriogenik Dari Eksplan Daun Echinaceae purpurea ;buletin litro vol xv no 2,2004 hlmn ; 41-49
(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2004-01-01) Meynarti Sari Dewi Ibrahim, N. Nova Kristina dan Nurliani Bermawie
Echinaceae merupakan tanaman obat introduksi yang berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh. Echinaceae yang belakangan ini banyak peminatnya perlu dikembangkan, namun bahan tanaman yang baik masih terbatas. Salah satu cara perbanyakan bahan tanaman adalah dengan cara in vitro. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan media yang terbaik untuk mengiduksi kalus embrionik melalui eksplan daun dan teknik regenerasinya. Penelitian in vitro ini dilakukan dari Januari sampai Desember 2002, dengan 2 tahapan yaitu: 1. Induksi kalus embriogenik 2. Regenerasi kalus. Pada tahap pertama digunakan dua macam media yaitu; media MS yang diberkaya dengan BA 0,1mg/l + 2,4 D 0,5 mg/l, dan media MS yang dikombinasi dengan LS yang diberi glutamine + BA (0,1mg/l; 0,2 mg/l) + 2,4 D (0,5 mg/l; 1 mg/l). Pada tahap kedua yaitu regenerasi dilakukan pada media kombinasi MS dan LS yang ditambahkan BA (0 mg/l; 0,2 mg/l ; 0,4 mg/l), kombinasi MS dan LS + Kinetin (0,2 mg/l 0,4 mg/), masing-masing perlakuan dilakukan secara tunggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa induksi kalus embriogenik hanya berhasil pada kombinasi media MS dan LS, pada media lain sekalipun terbentuk kalus namun bukan embriogenik Untuk tahap regenerasi yang terbaik adalah media kombinasi MS dan LS + BA 0,4 mg/l untuk pembentukan bakal daun dan media kombinasi MS dan LS + Kinetin 0,4 mg/l pembentukan bakal akar.
Kata kunci : Ehinaceae purpurea
Item
Alat Pemipil Jagung
(2000) BRMP Pengelola Hasil Perakitan dan Modernisasi Pertanian
Suatu alat pemipil jagung dengan penggerak tenaga manusia yang komponen utamanya terdiri dari silinder kayu (3) yang dilengkapi gigi pemipil dari besi batangan padat yang ujungnya dihaluskan (21) dan saringan bergetar (4) yang digantung dengan karet (5), telah dapat meningkatkan kapasitas pemipilan cara tradisional yang mencapai 10-20 kg jagung pipilan/jam/orang menjadi 192 kg jagung pipilan/jam/orang: dengan tingkat kerusakan biji hanya 2-3% pada tingkat kadar air 12-14% basis basah. Alat pemipil ini juga dilengkapi dengan tiga roda (13, 17) untuk memudahkan mobillitas pengoperasian alat, dengan menggunakan dua buah rantai sepeda yang dapat dibongkar pasang: satu rantai (7) untuk memutar silinder pemipil (20) saat proses pemipilan dan satu rantai (11) untuk menggerakan roda belakang saat memindahkan alat apabila proses pemipilan selesai.
Item
Komposisi Pupuk Hayati Yang Mengandung Campuran Mikroba Untuk Tanaman Kedelai
(Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, 1999) BRMP Pengelola Hasil Perakitan dan Modernisasi Pertanian
Rhizo-plus merupakan pupuk mikroba efektif multiluga, yang terdiri dari bakteri pengikat N udara toleran masam-Al dan bakteri pelarat hara fosfat dengan formula khusus yang mampu mengurangi sang pengikat N udara oleh tanaman dan pelarat hara fosfat oleh mikroba, mendukung unsur mikro yang berperan menormalkan kesuburan tanah dan kesimbangan hara, serta mengidentifikasi penggunaan pupuk N dan P. Rhizo-plus diproses dengan teknologi mutakhir sehingga penyuburan kualitas aktivitas dan efektivitas dari mikroba bisa mendapatkan senyawa mikrobial. Rhizo-plus bersifat spesifik dengan daya adaptasi luas, dapat dipakai di lahan sawah, ladang dan daerah kering serta berisikan tanah lingkungan. Pemulihan Rhizo-plus terdiri atas bahan pembawa yang merupakan campuran dari tanah gambut halus (Rawapening) dan kaolin dengan perbandaan 1:1, ditambah kapur (1%), dan garam abate (1%) serta diperuntukkan untuk mikroba efektif mikrob Mo dan Zn (0,2%), kemudian diinokulasi dengan campuran mikroba efektif multiluga, 7 strain bakteri bintik akar, Bradyrhizobium japonicum Jim16D, Jm22A, L17 L24, NTT16, L6, TK4GB; 2 jenis bakteri pelarat fosfat Pseudomonas spp, Grt 2 dan Micrococcus spp, Grt 3, dan (isolat murni dari strain-strain tersebut di koleksi di Pusat Plasma Nutfah Mikroba Badan Litbang Pertanian - Balai Penelitian Veteriner). Proses pembuatan Rhizo-plus dilakukan secara aseptis.